Kualifikasi Piala Dunia 2026
Penyebab Ragnar Oratmangoen Tak Dipanggil ke Timnas Indonesia untuk Lawan China dan Jepang
BolaSkor.com - Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, mengungkap penyebab menghilangnya Ragnar Oratmangoen dari skuad Timnas Indonesia untuk laga lanjutan Grup C Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Ragnar dipastikan absen saat Timnas Indonesia menjamu China di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 5 Juni 2025 dan ketika tandang ke markas Jepang, 10 Juni 2025.
Menghilangnya Ragnar dari skuad jadi tanda tanya publik. Sejak debut di pertandingan kontra Vietnam pada 26 Maret 2024, Ragnar tak pernah absen dalam skuad di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Baca Juga:
Skuad Timnas Indonesia Vs China dan Jepang: Mereka yang Tersingkir dan yang Kembali
PSSI Rilis Harga Tiket Timnas Indonesia Vs China, Dijual Mulai 15 Mei 2025
Lihat postingan ini di Instagram
Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, mengatakan Ragnar tak dipanggil karena alasan kesehatan. Faktor itu yang membuat Ragnar tidak dapat bergabung dalam dua pertandingan di bulan Juni nanti.
"Ragnar enggak dipanggil karena lagi sakit, jadi bukan karena apa-apa. Karena alasan kesehatan, jadi enggak bisa ikut dalam pertandingan kali ini," kata Arya Sinulingga kepada awak media.
Patrick Kluivert Panggil 32 Pemain untuk Persiapan Lawan China dan Jepang
Rizqi Ariandi
7.770
Berita Terkait
Piala Asia Futsal 2026: Suporter Indonesia Buat Kapten Timnas Korsel Tertekan
Eks Timnas Kroasia Jadi Harapan Baru Lini Belakang Persis Solo
Dear Suporter, Tolong Penuhi Indonesia Arena saat Timnas Futsal vs Kirgizstan di Piala Asia Futsal 2026
Dikontrak Tiga Tahun, Maarten Paes Menuju Ajax Amsterdam
7 Fakta Menarik Duel Napoli vs Chelsea: Partenopei Tangguh di Kandang
AC Milan Diragukan Bisa Mengejar Inter Milan
Hasil Piala Asia Futsal 2026: Indonesia Bungkam Korea Selatan 5-0 di Laga Pembuka
Permutasi Liga Champions: Yang Dibutuhkan 6 Tim Inggris untuk Lolos ke 16 Besar
Pukulan bagi Manchester United, Patrick Dorgu Terancam Absen 10 Pekan
Karena Taktik Bola Mati Arsenal, PGMOL Didesak Lakukan Perubahan Aturan