Nostalgia - Mengenang Kongkalikong Manchester United dan Liverpool dalam Skandal Judi

Bagian menariknya, pertandingan yang dibumbui dengan persengkokolan adalah duel Manchester United melawan Liverpool, di Old Trafford, pada 2 April 1915.
Johan KristiandiJohan Kristiandi - Rabu, 16 Desember 2020
Nostalgia - Mengenang Kongkalikong Manchester United dan Liverpool dalam Skandal Judi
Skandal Manchester United dengan Liverpool (thesefootballtimes)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Pertempuran Manchester United melawan Liverpool dilabeli sebagai rivalitas terbesar di Inggris. Namun, dalam perjalanan panjang persaingan kedua klub itu, terselip kerja sama. Sayangnya, mereka saling bergandengan tangan untuk mengatur skor.

Situasi di Inggris pada musim 1914-1915 sedang tidak kondusif. Posisi negara yang sedang berperang turut berpengaruh pada sisi sepak bola.

Football League dan FA menegaskan akan tetap menyelesaikan liga meski risiko besar menanti. Padahal, pada sisi lain, Perang Dunia sedang berlangsung dan membuat para pemain yang sebagian juga berprofesi sebagai tentara menjadi waswas.

Para pemain lainnya memandang Perang Dunia bisa mengakhiri karier sebagai pesepak bola. Oleh karena itu, beberapa di antara mereka memilih banting setir ke pekerjaan lain.

Baca juga:

4 Alasan Real Sociedad Bisa buat Barcelona Kian Merana

Sam Johnstone, Kiper Spesialis Bikin Frustrasi Tim Besar

Gerard Houllier, Pahlawan Liverpool yang Ahli Memoles Calon Bintang

Man United Vs Liverpool

Situasi yang tak pasti menjadi celah bagi para pemain nakal untuk meraup keuntungan. Bagi mereka, mendapatkan pundi-pundi di tengah kompetisi yang memiliki risiko tinggi adalah peluang emas. Meskipun, hal tersebut berbenturan dengan konsesi.

Bagian menariknya, pertandingan yang dibumbui dengan persengkokolan adalah duel Manchester United melawan Liverpool, di Old Trafford, pada 2 April 1915.

Dengan masa depan yang tidak pasti dan karier sepak bola yang berpotensi berakhir, sejumlah penggawa Liverpool dan Manchester United mengadakan serangkaian kopi darat di pub The Dog and Partridge, Manchester, untuk membahas pengaturan skor.

Kapten Liverpool sekaligus mantan pemain Manchester United, Jackie Sheldon, bergabung dengan rekan satu timnya seperti Thomas Fairfoul, Bob Pursell, dan Tom Miller. Sementara itu, dari sisi seberang, ada Sandy Turnbull, Enoch West, dan Arthur Whalley.

Pada saat itu, Manchester United merupakan tim yang perlu mengorder kemenangan. The Red Devils berada pada posisi ke-19 klasemen sementara di mana peringkat paling buncit akan turun kasta.

Sementara itu, posisi Liverpool sudah tidak ada lagi target yang dikejar. The Reds bercokol pada peringkat kedelapan klasemen sementara. Liverpool sudah tidak bisa meraih gelar atau pun terdegradasi.

Dengan bursa taruhan 8/1 untuk kemenangan 2-0 United yang sudah ditentukan, ada sejumlah uang besar yang dipertaruhkan. Para pemain yang sebelumnya sudah merancang persekongkolan pun melancarkan aksinya pada hari pertandingan yang bertepatan dengan Jumat Agung 1915.

George Anderson mendulang dua gol pada pertandingan itu dan membawa Manchester United memenangi pertandingan. Sementara itu, sepanjang pertandingan, terjadi beberapa kontroversi yang melibatkan emosi dari penonton, ofisial, bahkan beberapa pemain.

Satu di antara yang paling kentara adalah ketika Manchester United mendapatkan tendangan penalti. Namun, eksekusi kapten The Red Devils, Pat O'Connell, seperti sengaja dibuat gagal.

"Sejak saat itu (Man United unggul 2-0 pada menit ke-22) mereka seperti tidak ingin menambah gol. Pada sisi lain, Liverpool juga terkesan tak ingin mencetak gol. Pada babak kedua, sudah tidak ada lagi permainan sepak bola," tulis The Manchester Daily dalam laporan pertandingan.

Tidak semua pemain ikut masuk ke dalam kolam. Pencetak gol Man United, Anderson dan penggawa Liverpool Fred Pagnam, termasuk di antara pemain bersih pada laga itu. Tak heran, keduanya mati-matian berusaha mengubah skor yang ditentukan.

Man United Vs Liverpool

Bahkan, Pagnam yang sempat melepaskan tembakan membentur mistar gawang jelang akhir pertandingan justru mendapatkan cacian dari rekan satu timnya.

Tak lama setelah pertandingan berlangsung, gosip pengaturan skor pun mulai mengapung. Beberapa pertanyaan besar tertinggal di Old Trafford mengenai laga yang terkesan bak opera sabun. Tak pelak, FA tidak punya pilihan lain selain menggelar investigasi.

Kisah yang terjadi berikutnya adalah perang saudara. Pagnam dari Liverpool dan Anderson dari Man United bersaksi melawan rekan satu tim mereka. Sementara itu, Billy Meredith buka suara mengenai para pemain yang tak bersedia memberikan umpan kepadanya.

Pada akhirnya, vonis bersalah dijatuhkan kepada tujuh pemain pada 27 Desember 2015, hampir sembilan bulan setelah pertandingan berlangung. Usai ketok palu, Sheldon, Fairfoul, Pursell, Miller, Turnbull, West, dan Whalley dilarang bermain sepak bola seumur hidup.

"Itu adalah bagian kelam. Para pemain melihat sepak bola akan berubah karena perang," tutur kurator museum Man United, Mark Wylie, pada laman resmi The Red Devils.

"Tidak akan ada gaji musim panas. Selain itu, tidak jelas apakah liga akan berlanjut pada musim depan. Itu adalah latar para pemain melakukan persengkokolan," tambahnya.

Namun, hukuman yang diberikan FA diputihkan setelah mereka memberikan sumbangsih untuk negara dengan cara ikut berperang. Sejumlah pemain bisa kembali beraksi di lapangan hijau setelah digulirkan Football League 1919.

Sheldon, Pursell, Miller, dan Whalley balik menjadi pesepak bola. Sementara itu, Turnbull menjadi anumerta setelah meninggal di Arras pada Mei 1917, sedangkan Fairfoul yang sudah berusia 30-an memilih tidak kembali mengelola si kulit bundar setelah perang berakhir.

Satu pemain lainnya, West, memiliki kisah berbeda. Ia harus menunggu hingga 1945 untuk memenangi pertarungan dengan FA di meja hijau. Akhirnya, hukuman untuk West dicabut ketika sudah berusia 59 tahun.

Pada bagian lakon lainnya, Anderson yang menjadi pencetak dwigol Manchester United dinyatakan terlibat insiden pengaturan skor di laga melawan Burnley pada 1917. Anderson pun dilarang terlibat di dunia sepak bola seumur hidup dan merasakan dinginnya hidup di dalam jeruji besi selama delapan bulan.

Sebagai penutup, ada baiknya mengingat kembali pesan Bang Haji Rhoma Irama jika judi awal dari kekalahan, kemiskinan, sengsara, dan tiada berkah. Judi, sungguh terlalu....

Nostalgia Manchester United Liverpool Premier League

Johan Kristiandi

My name is Johan Kristiandi, a Sports Journalist and Content Writer with more than eight years of experience. A Journalism graduate from the IISIP Jakarta, I began my career at Bola.com before joining BolaSkor.com in 2018 under PT Merah Putih Media, where I cover football news, match analysis, transfer updates, and major international tournaments. I also contributed to FIFA+ Indonesia during the 2022 FIFA World Cup and have worked as a Freelance Writer for Netralnews.com, producing content across sports, politics, economics, lifestyle, and breaking news.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Inggris
Habiskan 150 Juta Poundsterling, Tottenham Rekrut Dua Gelandang Incaran Manchester United
Tottenham memecahkan rekor transfer klub demi merekrut Sandro Tonali dan Mateus Fernandes yang juga menjadi incaran Manchester United.
Arief Hadi - Kamis, 02 Juli 2026
Habiskan 150 Juta Poundsterling, Tottenham Rekrut Dua Gelandang Incaran Manchester United
Sosok
Cerita Perjalanan Pelatih Baru Manchester City, Enzo Maresca sebagai Pemain dan Pelatih
Simak perjalanan karier Enzo Maresca sebagai pemain dan pelatih hingga resmi menjadi manajer baru Manchester City dengan kontrak tiga tahun.
Arief Hadi - Senin, 29 Juni 2026
Cerita Perjalanan Pelatih Baru Manchester City, Enzo Maresca sebagai Pemain dan Pelatih
Inggris
Gabung Manchester City, Enzo Maresca Minta Maaf ke Chelsea, dan The Blues juga Menerima Kompensasi
Manchester City resmi merekrut Enzo Maresca dari Chelsea. The Blues menerima kompensasi, sementara Maresca menyampaikan permintaan maaf.
Arief Hadi - Senin, 29 Juni 2026
Gabung Manchester City, Enzo Maresca Minta Maaf ke Chelsea, dan The Blues juga Menerima Kompensasi
Inggris
Resmi, Manchester City Rekrut Enzo Maresca dengan Kontrak Berdurasi 3 Tahun
Manchester City resmi menunjuk Enzo Maresca sebagai pelatih baru hingga 2029 untuk menggantikan Pep Guardiola dan melanjutkan era kesuksesan klub.
Arief Hadi - Senin, 29 Juni 2026
Resmi, Manchester City Rekrut Enzo Maresca dengan Kontrak Berdurasi 3 Tahun
Piala Dunia
Cedera Lutut Parah, Masa Depan Manuel Ugarte di Manchester United Jadi Tanda Tanya
Manchester United mengonfirmasi bahwa gelandang mereka, Manuel Ugarte, mengalami cedera ligamen lutut saat membela Uruguay dalam laga Piala Dunia 2026 melawan Spanyol.
Yusuf Abdillah - Senin, 29 Juni 2026
Cedera Lutut Parah, Masa Depan Manuel Ugarte di Manchester United Jadi Tanda Tanya
Inggris
Mantan Kapten Arsenal Berpeluang Gabung Chelsea, Bereuni dengan Xabi Alonso
Chelsea tertarik merekrut Granit Xhaka. Gelandang Swiss itu ingin kembali ke London dan bereuni dengan Xabi Alonso pada musim panas 2026.
Arief Hadi - Minggu, 28 Juni 2026
Mantan Kapten Arsenal Berpeluang Gabung Chelsea, Bereuni dengan Xabi Alonso
Inggris
Bek Keturunan Indonesia Merapat ke Brighton & Hove Albion
Brighton mencapai kesepakatan merekrut Pascal Struijk dari Leeds United senilai 20 juta poundsterling. Bek keturunan Indonesia segera merapat ke The Seagulls.
Arief Hadi - Minggu, 28 Juni 2026
Bek Keturunan Indonesia Merapat ke Brighton & Hove Albion
Italia
Marco Palestra Hempaskan Inter Milan demi Chelsea, Pilih Gaji Tinggi daripada Tampil di Liga Champions
Chelsea dikabarkan berhasil mengalahkan Inter Milan dalam perburuan bek muda Atalanta, Marco Palestra. Tawaran The Blues disebut lebih tinggi hingga membuat transfer ini berubah arah secara mengejutkan di bursa transfer Eropa.
Johan Kristiandi - Rabu, 24 Juni 2026
Marco Palestra Hempaskan Inter Milan demi Chelsea, Pilih Gaji Tinggi daripada Tampil di Liga Champions
Inggris
Manchester United Disarankan Segera Rekrut Bintang Belanda di Piala Dunia 2026
Manchester United disarankan merekrut Crysencio Summerville dari West Ham. Nicky Butt menilai pemain Belanda itu cocok untuk memperkuat skuad Setan Merah.
Arief Hadi - Senin, 22 Juni 2026
Manchester United Disarankan Segera Rekrut Bintang Belanda di Piala Dunia 2026
Inggris
Pantang Menyerah, Liverpool Siapkan Tawaran Baru dengan Harga Fantastis untuk Yan Diomande
Liverpool dikabarkan akan mengajukan tawaran baru untuk Yan Diomande setelah proposal 100 juta euro ditolak RB Leipzig.
Arief Hadi - Senin, 22 Juni 2026
Pantang Menyerah, Liverpool Siapkan Tawaran Baru dengan Harga Fantastis untuk Yan Diomande
Bagikan