Nostalgia - Kala Andrea Pirlo Menyeberang dari Inter ke Milan Tanpa Dicap Pengkhianat
BolaSkor.com - Kepindahan seorang pemain ke klub rival biasanya diiringi dengan kemarahan suporter yang langsung melabelinya sebagai pengkhianat. Namun hal itu tak dirasakan Andrea Pirlo yang pada 30 Juni 2001 memutuskan hengkang dari Inter Milan ke AC Milan.
Pirlo yang mengawali karier sebagai gelandang serang sudah diramalkan akan menjadi bintang besar saat melakoni debut Serie A pada tahun 1995. Saat itu usianya baru menginjak 16 tahun.
Maka tak heran jika Inter memboyongnya dua musim kemudian. Sosok Mircea Lucescu berperan penting di balik transfer ini.
Lucescu merupakan mantan pelatih Pirlo di Brescia yang pada musim panas 1998 ditunjuk menangani Inter. Ia tentu sudah mengetahui potensi anak asuhnya tersebut.
Baca Juga:
Nostalgia - Ketika Anak Muammar Gaddafi Merumput di Serie A
Nostalgia - 24 Juni 1987, Ketika 'Messiah' Hadir ke Bumi
Gol Tendangan Bebas Toni Kroos, Satu-satunya Kenangan Manis Jerman di Piala Dunia 2018
Sayangnya, Pirlo yang masih berusia 19 tahun kesulitan menembus skuat utama Inter. Ia kalah bersaing dengan nama-nama besar seperti Youri Djorkaeff.
Demi menambah menit bermainnya, Pirlo dipinjamkan ke Reggina pada musim 1999-2000. Ia pun tampil cukup baik dengan mengemas enam gol dari 28 penampilan sehingga ditarik kembali oleh Inter semusim berselang.
Sayang peruntungannya di kesempatan kedua bersama Inter tak juga membaik. Ia kembali jarang mendapat kesempatan hingga dipinjamkan kembali ke Brescia pada paruh musim 2000-2001.
Di Brescia, Pirlo bermain di bawah asuhan Carlo Mazzone. Sang pelatih kemudian menggeser posisinya agak ke belakang demi bisa memainkannya bersama Roberto Baggio.
Meski tampil cukup baik bersama Brescia, Inter nampaknya sudah habis kesabaran dengan Pirlo. Nerazzurri pun memasukkannya ke dalam daftar jual.
Milan yang butuh gelandang baru melayangkan tawaran sebesar 17 juta euro kepada Inter untuk mendapatkan Pirlo. Tak butuh waktu lama sampai kedua kubu menyepakati transfer ini.
Ada dua alasan yang kemungkinan membuat suporter Inter tak melabeli Pirlo sebagai pengkhianat. Pertama, mereka tak merasa pernah memilikinya karena sang pemain lebih sering dipnjamkan ke klub lain.
Selain itu, perilaku Pirlo memang membuatnya tak mungkin dibenci. Ia tak pernah bersikap berlebihan ketika menghadapi Inter.
Pada waktu itu, manajemen Inter mungkin berpikir mendapat keuntungan dari penjualan Pirlo. Namun beberapa musim berselang, mereka mungkin akan meratapinya.
Bersama Milan, Pirlo menjelma menjadi salah satu gelandang terbaik dunia. Carlo Ancelotti mematenkan posisinya sebagai deep-lying midfielder.
Berbagai trofi bergengsi berhasil Pirlo persembahkan kepada Milan. Ia juga menjadi sosok kunci Timnas Italia saat menjuarai Piala Dunia 2006.
Pada musim panas 2011, Pirlo mengakhiri kebersamaannya bersama Milan. Namun ia justru menyebrang ke Juventus yang notabene salah satu rival utama Rossoneri.
Apakah Pirlo dicap sebagai pengkhianat oleh Milanisti? Nyatanya tidak.
Tak semua pemain bisa diperlakukan seperti Pirlo oleh suporter ketika menyebrang ke tim rival . Hal itu menjadi bukti bahwa sang gelandang merupakan salah satu pesepak bola istimewa yang pernah ada.
6.514
Berita Terkait
Klasemen Terkini Premier League Usai Arsenal Gagal Tekuk Liverpool: Jarak Kini Jadi Enam Poin
Klasemen Terkini Serie A Usai AC Milan Ditahan Genoa: Jarak dengan Inter Milan Semakin Melebar
Gagal Menang di San Siro, Kedewasaan AC Milan dalam Mencapai Target Diuji
Hasil Pertandingan: AC Milan Imbang, Arsenal Urung Menjauh dari Kejaran Manchester City
BWF Uji Coba Aturan Baru di Indonesia Masters 2026
Jadwal Siaran Langsung dan Link Streaming AC Milan vs Genoa, Live Sebentar Lagi
Jadwal Siaran Langsung dan Link Streaming Atletico Madrid vs Real Madrid, Live Sebentar Lagi
3 Pekerjaan Penting yang Dihadapi Liam Rosenior di Chelsea
Bonus SEA Games 2025 Tersalurkan, NOC Indonesia: Bentuk Penghargaan Pemerintah untuk Atlet
10 Penjualan Termahal Sepanjang Masa Serie A pada Bursa Transfer Januari