Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Nostalgia - 24 Juni 1987, Ketika 'Messiah' Hadir ke Bumi

24 Juni merupakan hari spesial. Karena di hari ini, pada 1987, lahir Lionel "Messiah" Messi di Rosario, Argentina
Yusuf AbdillahYusuf Abdillah - Rabu, 24 Juni 2020
Nostalgia - 24 Juni 1987, Ketika 'Messiah' Hadir ke Bumi
Lionel Messi (fcbarcelona.com)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Bagi penggila sepak bola, 24 Juni merupakan hari spesial. Karena di hari ini, pada 1987, lahir seorang pesepak bola jenius di Rosario, Argentina. Pesepak bola yang hingga saat ini sudah mengoleksi enam Ballon d'Or, empat di antaranya diraih secara beruntun. Hari ini, 33 tahun Lionel "Messiah" Messi hadir di Bumi.

Lionel Messi lahir dari pasangan Celia Cuccitini dan Jorge Messi. Celia adalah pekerja di pabrik magnet sedangkan Jorge bekerja di pabrik baja. Messi lahir melengkapi dua kakaknya, Rodrigo dan Matias, semuanya menekuni sepak bola. Setelah Messi, hadir Mario Sol, si bungsu, putri satu-satunya dalam keluarga Messi.

Memiliki kakak yang bermain sepak bola, Messi tidak mau ketinggalan. Namun posturnya yang mungil sempat membuat sang ibu cemas jika sang anak bermain sepak bola. Hingga sang nenek turun tangan.

Sang nenek memang memiliki porsi besar dalam perjalanan karier Messi. Tanpa campur tangan sang nenek yang wafat 1998 silam, dunia sepak bola tak akan melihat Messi.

Nenek yang bernama serupa dengan sang ibu, Celia, adalah yang pertama kali melihat dan menyadari betapa besar talenta Messi. Semua berawal dari sebuah bola yang dibelikan kepada sang cucu saat berusia tiga tahun. Nenek Celia membeli bola karena sebelumnya sang cucu senang menendang-nendang benda apa saja yang berbentuk bulat.

Nenek Celia pula yang meminta ibunda Messi untuk membiarkan Messi bermain sepak bola. Nenek yakin, sepak bola tak akan menyakiti cucunya. Sang nenek pula yang meminta Salvador Aparicio, pelatih yang juga kenalan keluarga Messi, melihat lebih jauh bakat Messi.


Kebetulan saat itu Aparicio sedang mencari pemain untuk timnya yang akan ikut turnamen sepak bola anak-anak. Aparicio adalah pelatih dari kedua kakak Messi, Rodrigo dan Matias.

Aparicio terpincut dengan bakat Messi dan meminta izin kepada sang ibu agar anaknya masuk ke dalam tim. Awalnya sang bunda menolak karena secara fisik Messi jauh lebih kecil dari anak seumurannya. Di sinilah sang nenek kembali berperan dan sukses meyakinkan jika sepak bola tak akan membahayakan Messi.

Selain itu, untuk lebih menenangkan sang ibu, Aparicio mengatakan akan menempatkan Messi di sayap kanan. Alasannya, agar dekat dengan tempat ibunya menonton. Dan, keputusan sang bunda untuk melepas Messi berbuah manis. “Anak itu bermain seperti telah memainkan bola sepanjang hidupnya,” kata Aparicio.

“Tanpa nenek, saya tak akan bisa mulai bermain sejak dini,” kata Messi yang hingga kini selalu mengenang momen tersebut.

Messi memang hampir tidak menggeluti sepak bola. Saat berusia 10 tahun, tinggi badan Messi hanya 125cm atau 10cm lebih pendek dari rata-rata. Lambatnya perkembangan tubuh Messi membuat keluarga berkonsultasi dengan dokter Diego Scharstein. Messi didiagnosis Growth Hormone Deficiency (GHD) parsial atau kekurangan hormon pertumbuhan.

Nyaris setahun Messi menjalani berbagai tes untuk mengetahui obat terampuh. Messi akhirnya diharuskan menyuntikan hormon setiap harinya. Sang ayah memutuskan untuk mencari klub yang mau membiayai pengobatan Messi. Tak satu pun yang bersedia, termasuk River Plate yang awalnya sangat tertarik pada talenta Messi.

Akan tetapi takdir memang menetapkan Messi ada di dunia sepak bola. Josep Maria Minguella, agen pencari bakat bagi Barcelona datang ke Argentina dan mendengar kabar tentang bocah ajaib.

“Saya tak terbiasa mencari pemain yang terlalu muda bagi Barca. Namun dua kolega saya di Argentina memaksa untuk menengok. Mereka bilang ada seorang calon pemain fenomenal,” ujar Minguella.

Nostalgia Lionel Messi

Yusuf Abdillah

Jurnalis olahraga dan editor senior dengan spesialisasi sepak bola dunia. Pengalaman di media lebih dari 15 tahun. Lulusan Universitas Indonesia. Mengawali karier sebagai reporter di Tabloid Soccer (Kompas Gramedia Group). Sebelum bergabung dengan BolaSkor.com, pernah berkarier di beberapa media besar Indonesia seperti BeritaSatu dan Suara.com. Pernah meliput beberapa event besar seperti UEFA Euro 2008.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Piala Dunia
5 Kandidat Pemenang Ballon d'Or 2026 Setelah Piala Dunia Berakhir: Messi Masuk Daftar, Rodri Punya Peluang
Persaingan Ballon d'Or 2026 semakin memanas setelah Piala Dunia 2026 berakhir. Lionel Messi, Rodri, Kylian Mbappe, Harry Kane, dan Lamine Yamal masuk daftar kandidat terkuat peraih penghargaan bergengsi tersebut.
Johan Kristiandi - Rabu, 22 Juli 2026
5 Kandidat Pemenang Ballon d'Or 2026 Setelah Piala Dunia Berakhir: Messi Masuk Daftar, Rodri Punya Peluang
Ragam
Sederet Rekor Baru yang Terukir Pasca Berakhirnya Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026 melahirkan banyak rekor baru. Messi, Mbappe, Cristiano Ronaldo, Rodri hingga Unai Simon mencatat sejarah baru.
Arief Hadi - Selasa, 21 Juli 2026
Sederet Rekor Baru yang Terukir Pasca Berakhirnya Piala Dunia 2026
Piala Dunia
Pesan dari Lionel Messi dan Enzo Fernandez Usai Kekalahan Argentina di Final Piala Dunia 2026
Lionel Messi dan Enzo Fernandez menyampaikan pesan emosional usai Argentina kalah 0-1 dari Spanyol di final Piala Dunia 2026.
Arief Hadi - Selasa, 21 Juli 2026
Pesan dari Lionel Messi dan Enzo Fernandez Usai Kekalahan Argentina di Final Piala Dunia 2026
Piala Dunia
Kutukan Timnas Inggris di Piala Dunia Berlanjut, Argentina Jadi Korban Terbaru
Argentina gagal juara Piala Dunia 2026 usai kalah dari Spanyol. Kekalahan itu memperpanjang kutukan tim yang menyingkirkan Inggris sejak Piala Dunia 2018.
Rizqi Ariandi - Selasa, 21 Juli 2026
Kutukan Timnas Inggris di Piala Dunia Berlanjut, Argentina Jadi Korban Terbaru
Sosok
Tangis dan Akhir Era, Berikut Sederet Statistik Lionel Messi Sejak Piala Dunia 2006 hingga 2026
Lionel Messi mengakhiri karier Piala Dunia dengan air mata. Simak 24 rekor, statistik, serta perjalanan lengkapnya dari 2006 hingga 2026.
Arief Hadi - Senin, 20 Juli 2026
Tangis dan Akhir Era, Berikut Sederet Statistik Lionel Messi Sejak Piala Dunia 2006 hingga 2026
Piala Dunia
Pesan Tersirat di Balik Momen Pelukan Lamine Yamal kepada Lionel Messi
Pelukan Lamine Yamal dan Lionel Messi usai final Piala Dunia 2026 menjadi simbol pergantian generasi sepak bola dunia sekaligus akhir era sang legenda.
Arief Hadi - Senin, 20 Juli 2026
Pesan Tersirat di Balik Momen Pelukan Lamine Yamal kepada Lionel Messi
Piala Dunia
Argentina Urung Pertahankan Titel Piala Dunia, Lionel Messi Pensiun?
Lionel Messi menangis usai Argentina kalah dari Spanyol di final Piala Dunia 2026. Lionel Scaloni pun membahas masa depan sang kapten.
Arief Hadi - Senin, 20 Juli 2026
Argentina Urung Pertahankan Titel Piala Dunia, Lionel Messi Pensiun?
Piala Dunia
Seberapa Tajam Lionel Messi Melawan Spanyol? Berikut Statistiknya
Seberapa tajam Lionel Messi saat menghadapi Spanyol? Simak statistik pertemuan La Pulga kontra La Furia Roja jelang final Piala Dunia 2026 di New York New Jersey Stadium, Amerika Serikat.
Johan Kristiandi - Minggu, 19 Juli 2026
Seberapa Tajam Lionel Messi Melawan Spanyol? Berikut Statistiknya
Piala Dunia
Top Skorer Piala Dunia 2026: Mbappe Menjauh dari Messi Usai Cetak 2 Gol ke Gawang Inggris
Daftar top skorer Piala Dunia 2026 terbaru. Kylian Mbappe mencetak brace ke gawang Inggris dan unggul dua gol atas Lionel Messi jelang laga final.
Rizqi Ariandi - Minggu, 19 Juli 2026
Top Skorer Piala Dunia 2026: Mbappe Menjauh dari Messi Usai Cetak 2 Gol ke Gawang Inggris
Piala Dunia
Pernah Memandikan Lamine Yamal saat Masih Bayi, Lionel Messi Tak Percaya Kini Bertemu di Final Piala Dunia 2026
Takdir luar biasa! Lionel Messi pernah memandikan Lamine Yamal saat bayi, kini keduanya bentrok di final Piala Dunia 2026.
Arief Hadi - Sabtu, 18 Juli 2026
Pernah Memandikan Lamine Yamal saat Masih Bayi, Lionel Messi Tak Percaya Kini Bertemu di Final Piala Dunia 2026
Bagikan