BolaSkor.com - Megabintang sekaligus kapten timnas Argentina, Lionel Messi, menyebut takdir pertemuannya dengan Lamine Yamal di final Piala Dunia 2026 sebagai sebuah hal yang luar biasa.
Megabintang tersebut seolah tak percaya akan menghadapi pemain muda yang pernah ia mandikan saat masih bayi.
Foto-foto ikonik saat Messi muda menggendong dan memandikan Yamal untuk sesi foto amal kembali viral jelang final antara Argentina dan Spanyol, Senin (20/07) dini hari WIB di New York New Jersey Stadium.
Baca Juga:
Soal Tudingan Argentina Jadi 'Anak Emas' FIFA, Messi Beri Respons Menohok
Argentina Depak Inggris, Motivasi Tersembunyi Lionel Messi Terungkap
Momen bersejarah tersebut terjadi hampir 19 tahun yang lalu ketika penyerang andalan Spanyol itu masih berusia lima bulan.
Reaksi Lionel Messi
Messi mengungkapkan keterkejutannya secara langsung saat menghadiri acara Fanatics Fest bersama rekan setimnya Emi Martinez dan pelatih Lionel Scaloni.
Dalam kesempatan tersebut, ia memuji perkembangan pesat yang ditunjukkan oleh bintang muda Barcelona itu.
Saya melakukan sesi foto itu ketika dia masih bayi dan menghadapinya di Piala Dunia, ini gila,
tutur Lionel Messi dilansir dari ESPN. "Namun, tanpa ragu dia adalah salah satu yang terbaik di dunia saat ini," imbuh pemain berusia 39 tahun tersebut.
Foto legendaris itu sendiri diambil pada 2007 untuk kalender amal UNICEF hasil kerja sama dengan Barcelona, tempat Messi meniti awal kariernya.
Messi yang saat itu baru berusia 20 tahun dipasangkan dengan bayi Lamine yang terpilih lewat undian untuk keluarga lokal.
Meski ingin mengalahkan sang junior, penyerang Argentina tetap memberikan rasa hormat setinggi langit bagi masa depan Yamal.
"Dia adalah salah satu pemain top. Dia memiliki seluruh karier di depannya dan memiliki kesempatan untuk membuat sejarah, tetapi kami akan memberikan yang terbaik agar hal itu tidak terjadi kali ini," tegas Messi.
Kebanggaan Joan Laporta atas Kedigdayaan La Masia

Joan Laporta (Getty Images)
Pertemuan ikonik antara sang legenda hidup dan calon bintang masa depan ini turut mengundang perhatian Presiden Barcelona, Joan Laporta.
Laporta menilai laga final nanti menjadi pembuktian sahih dari kehebatan akademi La Masia.
"Messi juga telah mencapai final, dan saya sangat gembira. Dia adalah sumber kebanggaan bagi La Masia," ungkap Joan Laporta saat berbicara kepada stasiun radio RAC1.
Messi adalah masa lalu dan masa kini, dan Lamine adalah masa kini dan masa depan. Kami sangat senang memiliki gaya permainan asli Barca,
lanjutnya penuh antusias.
Laporta juga menambahkan rasa bangganya karena klub Catalan tersebut mampu melahirkan talenta hebat yang mendominasi panggung dunia.
Keberadaan para jebolan La Masia di partai final dinilai sebagai pembuktian pembinaan usia muda klub yang berjalan sempurna.
"Sebagai presiden, saya bangga telah mengembangkan kedua pemain ini di rumah, dan jika kita menambahkan Joan Garcia, Eric Garcia, (Pau) Cubarsi yang menjalani Piala Dunia yang spektakuler, (Dani) Olmo, Gavi, Pedri, Ferran (Torres) ... Ini spektakuler," pungkas Laporta.

