BolaSkor.com - Musim 2026-2027 akan menjadi musim debut bagi pelatih asal Spanyol, Andoni Iraola, menangani Liverpool menggantikan Arne Slot. Tugasnya tidak mudah: membangkitkan performa The Reds.
Bukan rahasia lagi musim lalu Slot dipecat karena gaya mainnya tidak sesuai dengan identitas Liverpool, khususnya pada skuad yang diwarisi Jurgen Klopp.
Pasca meraih gelar juara Premier League pada 2025 di bawah asuhan Arne Slot, performa Liverpool justru merosot tajam.
Skuad Liverpool terlempar ke posisi kelima klasemen akhir dan tertinggal 25 poin dari sang juara Arsenal, meski telah membelanjakan dana sekitar 400 juta poundsterling.
Baca Juga:
Manchester United Mulai Dekati Talenta Muda PSG, Liverpool Ikut Memantau
Liverpool Cari Alternatif Barcola, Incar Bidikan Arsenal dan MU
Kini, Iraola diharapkan mampu mengembalikan identitas permainan cepat, intens, dan eksplosif yang dahulu sangat diidentikkan dengan era keemasan Jurgen Klopp.
Gaya sepak bola vertikal, yang mengandalkan serangan kilat tersebut, dinilai sangat cocok dengan permainan yang diharapkan fans Liverpool.
Mengenai filosofi permainan yang ingin diusungnya, mantan juru taktik Bournemouth berusia 44 tahun tersebut menegaskan komitmennya.
Kami harus menjadi tim yang bekerja keras, intens, agresif, dan vertikal sehingga semua orang dapat teridentifikasi, semua orang bisa merasa nyaman mendukung tim ini,
tutur Iraola dilansir dari Reuters.
Perombakan Skuad dan Pembenahan Lini Belakang
Liverpool (Foto: Laman Resmi Liverpool)
Tugas Iraola dipastikan tidak akan berjalan mudah lantaran Liverpool baru saja kehilangan sederet pilar senior.
Nama-nama legendaris seperti Mohamed Salah, Andy Robertson, hingga Ibrahima Konate resmi meninggalkan klub setelah masa baktinya kedaluwarsa.
Untuk menambal celah tersebut, Iraola bakal mengandalkan amunisi anyar seperti Jeremy Jacquet dan Victor Munoz.
Selain itu, ia juga dituntut memaksimalkan potensi Alexander Isak serta mengembalikan performa terbaik Florian Wirtz yang dibeli seharga 120 juta poundsterling.
Baca Juga:
Skuad Liverpool Tak Cukup Kuat untuk Rebutkan Titel Premier League
Ronald Araujo Pilih Nomor 33 di Liverpool, Ternyata Punya Makna Khusus
Sektor pertahanan juga menjadi PR krusial yang harus segera dibenahi oleh Iraola. Musim lalu, lini belakang Liverpool tampil sangat rapuh dengan kebobolan hingga 53 gol di liga, berbanding jauh dari Arsenal yang hanya kebobolan 27 gol.
Meski menghadapi banyak tantangan, Iraola tetap optimistis pendekatan menyerang yang dibawanya bisa membuat Liverpool kembali ditakuti.
"Saya berharap bisa menghabiskan waktu sebanyak mungkin di separuh lapangan lawan, dengan bola maupun tanpa bola, karena saya merasa kami lebih dekat untuk mencetak gol daripada lawan jika berada dalam situasi tersebut," harap Iraola.