Liverpool Seharusnya Keluarkan Banyak Uang untuk Rekrut Jude Bellingham
BolaSkor.com - Bursa transfer musim panas 2023 menjadi momen bagi Liverpool untuk mengevolusi lini tengah. Hal tersebut dapat dilihat dengan empat pemain baru yang datang dan mereka semua berposisi sebagai gelandang.
Keempat pemain tersebut adalah Alexis Mac Allister, Dominik Szoboszlai, Wataru Endo, dan Ryan Gravenberch. Dari sisi kuantitas mereka menutupi kepergian Fabinho, Jordan Henderson, Naby Keita, dan James Milner.
Tidak ada pembelian seharga 100 juta untuk satu pemain, tetapi Liverpool sebelumnya juga sempat dikaitkan dengan Jude Bellingham. Pada akhirnya Real Madrid mendapatkan servis Bellingham sebesar 103 juta euro dari Borussia Dortmund.
Sejauh ini juga, Madrid tepat merekrutnya karena pemain berusia 20 tahun menjadi sosok protagonis tim dengan torehan lima gol dari empat laga di LaLiga. Madrid tak terkalahkan dan Bellingham jadi top skorer tim.
Baca Juga:
Alasan Bayern Munchen Lepas Ryan Gravenberch meski Gagal Dapatkan Penggantinya
Prediksi Premier League 2023-2024: Tantangan Manchester City, Perebutan Empat Besar Memanas
Demi Liverpool, Ryan Gravenberch Tolak Panggilan Timnas Belanda
Menilik fakta tersebut mantan kapten Liverpool, Jordan Henderson, membahas soal kebijakan transfer mantan klubnya tersebut seraya menilai Liverpool seharusnya merekrut Bellingham, meski itu artinya mengeluarkan banyak uang.
"Mereka tidak akan mengeluarkan biaya dan gaji yang tidak masuk akal untuk pemain karena hal itu akan mengganggu struktur, sama seperti yang saya coba lakukan pada pemain tertentu di masa lalu!" terang Henderson kepada Athletic.
"Mereka berpegang pada prinsip mereka dan itu berhasil. Mungkin tidak bagi pemiliknya, tetapi Anda mungkin bisa memikirkan pemain tertentu yang mungkin pernah saya coba di masa lalu, terutama baru-baru ini! Melihat ke belakang sekarang, dia (Bellingham) on fire jadi (tertawa) saya mungkin berpikir klub seharusnya membayar saja uangnya!"
Meski begitu, Henderson juga memahami kebijakan transfer Liverpool di bawah kepemilikan FSG, yakni dengan merekrut pemain sesuai kebutuhan klub dan tidak mengeluarkan banyak uang hanya untuk satu pemain.
"Pada akhirnya, mereka punya struktur, punya rencana, dan kalau tidak sesuai dengan itu maka mereka tidak akan melakukan perubahan. Karena ada dampaknya," tambah Henderson.
"Sungguh luar biasa bisa merekrut pemain-pemain luar biasa ini dengan gaji yang besar dan itu luar biasa bagi semua orang. Namun pada akhirnya, Anda akan melihat pemain lain datang menginginkan uang yang berbeda, ada pemain yang berkata, 'Baiklah, saya ingin'. Ini menyebabkan banyak masalah berbeda di dalamnya."
"Mereka selalu punya rencana, selalu punya strategi, dan mereka tahu apa yang mereka lakukan. Yang paling penting adalah mereka peduli terhadap klub dan itulah hal terbesar yang ingin saya katakan tentang mereka," urai Henderson.
Arief Hadi
16.373
Berita Terkait
Merekrut Jeremy Jacquet Tak Menyelesaikan Masalah Liverpool Saat Ini
Rangkuman Bursa Transfer Januari Premier League: Arsenal dan Manchester United Puasa Belanja
Mengenal Jeremy Jacquet, Bek Baru Liverpool yang Baru Berusia 20 Tahun
Terlalu Cepat, Arne Slot Mainkan Mohamed Salah Pasca Piala Afrika 2025
Kalahkan Chelsea, Liverpool Jadi Pemenang dalam Perburuan Jeremy Jacquet
Punya Kontrak hingga 2028, Liverpool Ingin Tambah Masa Bakti Dominik Szoboszlai
Deadline Bursa Transfer: Liverpool Kian Dekat Rekrut Bek Baru, Mantan Anak Asuh Arne Slot di Feyenoord
Liverpool Bekuk Newcastle United, Slot Puji Etos Kerja Ekitike dan Loyalitas Konate
Klasemen Terkini Premier League: Arsenal Memperlebar Jarak, Liverpool dan Chelsea Salip Manchester United
Hasil Pertandingan: Barcelona dan Liverpool Petik Tiga Poin, Chelsea Comeback Dramatis