Lionel Messi dan Kutukannya di Fase Perempat Final Liga Champions

Lionel Messi ternyata punya kutukan di perempat final Liga Champions.
Arief HadiArief Hadi - Rabu, 11 April 2018
Lionel Messi dan Kutukannya di Fase Perempat Final Liga Champions
Lionel Messi belakangan sering apes di perempat final Liga Champions (Getty Images)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Musim 2017/18 berjalan baik untuk Barcelona. Tidak pernah kalah di La Liga dan Liga Champions. Kekalahan yang mereka derita hanya datang dari Real Madrid di awal musim pada ajang Piala Super Spanyol serta Espanyol di Copa del Rey. Semua berjalan mulus, bahkan, menjelang leg kedua perempat final Liga Champions melawan AS Roma. Sebagian besar orang sudah yakin: Barca akan lolos dengan mudah ke semifinal.

Pemikiran seperti wajar terjadi. Barca sudah unggul agregat gol 4-1 dari leg pertama yang berlangsung di Camp Nou. Mereka hanya perlu tidak kalah lebih dari 0-2 untuk memastikan tiket di empat besar. Namun, pemikiran arogan itu langsung menjadi buah simalakama bagi Barcelona. Malam itu, di Stadio Olimpico, arwah-arwah gladiator Roma di masa lalu tengah merasuki seluruh pemain yang ditampilkan Eusebio Di Francesco.

Para pemain Roma tampil gigih memberikan high pressing tanpa memberikan kesempatan bagi Barca mengembangkan permainannya. Tiap kali menyerang, taring serangan Serigala Ibu Kota selalu tampak mematikan. Gol-gol pun lahir. Gol pembuka Edin Dzeko membangkitkan asa Roma, Dzeko kembali menjadi momok lini belakang Barca hingga Gerard Pique terpaksa menjatuhkannya. Daniele De Rossi yang ditunjuk sebagai eksekutor penalti tidak ada ampun mengeksekusi peluangnya menjadi gol.

Di babak kedua, memanfaatkan momentum keunggulan 2-0, Di Francesco mengubah taktiknya untuk lebih ofensif dengan mengubah formasi 3-5-2 menjadi 4-3-3. Cengiz Under dan Stephan El Shaarawy masuk. Menjelang akhir laga, drama itu pun benar terjadi, Under melepaskan tendangan dari sepak pojok yang ditanduk Kostas Manolas menjadi gol ketiga Roma. Stadio Olimpico bergemuruh kencang. Roma mati-matian mempertahankan keunggulan itu dan akhirnya lolos ke semifinal untuk kali pertama sejak tahun 1984.

Pasca peluit panjang berbunyi, suasana pecah. Pemain dan staf pelatih saling merayakannya seperti halnya sudah menjuarai titel Liga Champions. Suporter berteriak lantang dan satu kamera menangkap tangis bahagia dari fans kecil Roma. Sungguh, sungguh pemandangan yang indah.

Tangis bahagia Roma, di satu sisi lainnya, Barca terdiam. Mereka tidak percaya dengan hasil pertandingan tersebut. Barcelona menjadi satu dari tiga tim di Liga Champions yang tidak bisa mempertahankan keunggulan agregat tiga gol lebih untuk lolos ke babak berikutnya. Satu pertanyaan timbul: "Ke mana Lionel Messi?".

La Pulga benar-benar menghilang saat melawan Roma. Ia benar-benar terlihat seperti "manusia biasa", bukan alien yang seperti digambarkan media-media dunia. Magisnya saat membantu Barca menyingkirkan Chelsea di 16 besar Liga Champions hilang begitu saja.

Statistiknya pun sangat tidak Messi sekali. 19 kali kehilangan bola, hanya dua kali melepaskan tendangan tepat sasaran dari lima percobaannya, dan gagal mencetak gol pada dua laga melawan Roma. Teorinya, ketika Messi tampil buruk atau menghilang, maka Barcelona terkena dampaknya. Ini terbukti nyata saat melawan Roma.

Penampilan buruk Messi saat melawan Roma semakin mempertegas fakta, bahwa pemain berusia 30 tahun memiliki satu kutukan bernama: perempat final Liga Champions. Sepanjang kariernya, Messi telah meraih empat titel Liga Champions. Namun, rekornya belakangan ini di perempat final Liga Champions cukup ... buruk.

Untuk empat musim beruntun, Messi gagal mencetak gol di delapan besar Ligaa Champions, termasuk di antaranya pada laga melawan Atletico Madrid (tahun 2014 dan tahun 2016), Paris Saint-Germain (PSG) di tahun 2015, dan Juventus di tahun 2017. 10 Laga, tidak mencetak gol. Fakta yang cukup mengejutkan dari pemain yang sudah meraih lima Ballon d'Or.

Padahal, di masa lalu Messi pernah mencetak gol krusial yang meloloskan Barca ke semifinal saat melawan Bayern Munchen (2009), Arsenal (2010), dan AC Milan (2012). Fakta lainnya adalah, jika Anda mengaitkan cara tersingkir Barca di Liga Champions, ada satu paralel atau benang merah, di mana Barca selalu tersingkir ketika Messi tampil buruk.

Dalam tujuh tahun terakhir, Messi hanya sekali meraih titel Liga Champions pada musim 2014/15. Jelas, catatan-catatan tersebut membuktikan, ketergantungan Barca kepada Messi sudah sangat parah. Hal ini seharusnya menjadi bahan evaluasi untuk para petinggi klub dan pelatih Barca, Ernesto Valverde. Kini, fokus Barca hanya di kompetisi lokal, yaitu pada ajang La Liga dan Copa del Rey.

Lionel Messi dan kutukannya di perempat final Liga Champions sejak musim 2006/07:

1. Liverpool (2006/07) 180 menit bermain/0 gol
2. Manchester United (2007/08) 152 menit bermain/0 gol
3. Inter Milan (2009/10) 180 menit bermain/0 gol
4. Chelsea (2011/12) 180 menit bermain/0 gol
5. Bayern (2012/13) 90 menit bermain/0 gol
6. Atletico Madrid (2013/14) 180 menit bermain/0 gol
7. Atletico Madrid (2015/16) 180 menit bermain/0 gol
8. Juventus (2016/17) 180 menit bermain/0 gol
9. AS Roma (2017/18) 180 menit bermain/0 gol

Liga Champions AS Roma FC Barcelona Lionel Messi

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Piala Dunia
Daftar Pembuat Assist Terbanyak Sepanjang Sejarah Piala Dunia
Berkat assist yang dibuatnya saat Argentina menaklukkan Mesir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, Messi kini resmi menjadi pemain dengan jumlah assist terbanyak dalam sejarah Piala Dunia.
Yusuf Abdillah - Rabu, 08 Juli 2026
Daftar Pembuat Assist Terbanyak Sepanjang Sejarah Piala Dunia
Ragam
Lionel Messi dan Kutukan Penalti yang Belum Berakhir di Piala Dunia 2026
Kapten Argentina Lionel Messi kembali gagal dalam mengeksekusi penalti dalam laga di Piala Dunia.
Yusuf Abdillah - Rabu, 08 Juli 2026
Lionel Messi dan Kutukan Penalti yang Belum Berakhir di Piala Dunia 2026
Piala Dunia
Legenda Manchester United Jawab Siapa yang Lebih Hebat Antara Messi dan Ronaldo di Piala Dunia 2026
Wayne Rooney membandingkan penampilan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2026. Legenda Manchester United itu menilai Messi tampil lebih impresif.
Johan Kristiandi - Rabu, 08 Juli 2026
Legenda Manchester United Jawab Siapa yang Lebih Hebat Antara Messi dan Ronaldo di Piala Dunia 2026
Piala Dunia
Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo Kompak Menangis di 16 Besar Piala Dunia 2026
Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo sama-sama menangis pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Namun, alasan keduanya menitikkan air mata ternyata sangat berbeda.
Johan Kristiandi - Rabu, 08 Juli 2026
Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo Kompak Menangis di 16 Besar Piala Dunia 2026
Piala Dunia
Piala Dunia 2026: Lionel Messi Samai Rekor Pele Usai Cetak Satu Gol Lawan Mesir
Lionel Messi menyamai rekor Pele usai mencetak gol saat Argentina mengalahkan Mesir 3-2 di 16 besar Piala Dunia 2026. Simak daftar rekor terbaru Messi.
Rizqi Ariandi - Rabu, 08 Juli 2026
Piala Dunia 2026: Lionel Messi Samai Rekor Pele Usai Cetak Satu Gol Lawan Mesir
Piala Dunia
Berang, Mesir Tuding Lionel Messi dkk Dibantu Wasit di Piala Dunia 2026
Kontroversi mewarnai laga Argentina vs Mesir. Pelatih Mesir menuding keputusan wasit menguntungkan Lionel Messi dan juara bertahan.
Arief Hadi - Rabu, 08 Juli 2026
Berang, Mesir Tuding Lionel Messi dkk Dibantu Wasit di Piala Dunia 2026
Piala Dunia
Rating Pemain Argentina saat Menang Dramatis atas Mesir: Lagi, Lionel Messi Jadi Pembeda
Simak rating pemain Argentina usai menang dramatis 3-2 atas Mesir. Lionel Messi kembali jadi pembeda lewat satu gol dan satu assist.
Arief Hadi - Rabu, 08 Juli 2026
Rating Pemain Argentina saat Menang Dramatis atas Mesir: Lagi, Lionel Messi Jadi Pembeda
Hasil akhir
Hasil Piala Dunia 2026: Remontada Sang Juara Bertahan, Argentina Menang Dramatis 3-2 atas Mesir
Argentina bangkit dari ketertinggalan 0-2 untuk mengalahkan Mesir 3-2. Lionel Messi mencetak gol dan assist serta membawa Albiceleste ke perempat final.
Arief Hadi - Rabu, 08 Juli 2026
Hasil Piala Dunia 2026: Remontada Sang Juara Bertahan, Argentina Menang Dramatis 3-2 atas Mesir
Piala Dunia
Tidak Ada Anti-Taktik La Pulga, Mesir Punya Mohamed Salah dan 26 Lionel Messi
Mesir mengaku tidak menyiapkan strategi khusus untuk menghentikan Lionel Messi. Ibrahim Hassan bahkan menyebut timnya memiliki Mohamed Salah dan 26 Messi.
Arief Hadi - Selasa, 07 Juli 2026
Tidak Ada Anti-Taktik La Pulga, Mesir Punya Mohamed Salah dan 26 Lionel Messi
Prediksi
Prediksi Hasil Akhir Argentina vs Mesir Versi Superkomputer: Lionel Messi Dekati Rekor Berusia 96 Tahun
Argentina difavoritkan lolos ke perempat final menurut superkomputer Opta. Lionel Messi hanya butuh satu gol untuk menyamai rekor berusia 96 tahun.
Arief Hadi - Selasa, 07 Juli 2026
Prediksi Hasil Akhir Argentina vs Mesir Versi Superkomputer: Lionel Messi Dekati Rekor Berusia 96 Tahun
Bagikan