BolaSkor.com - Penyesalan selalu datang belakangan dan itu benar adanya, sudah banyak buktinya. Seperti yang terjadi kepada gelandang asal Inggris berusia 32 tahun, Danny Drinkwater, di Chelsea.
Ceritanya akan menjadi pembelajaran hidup. Kepada Sky Sports Drinkwater bercerita bagaimana ia frustrasi, sempat hilang arah, dan sangat menyesali keputusannya gabung Chelsea. Saat ini Drinkwater berstatus tanpa klub setelah kontraknya berakhir.
Total sudah lima tahun Drinkwater menjadi pemain Chelsea dan itu sesuai dengan durasi kontraknya. Drinkwater gabung Chelsea pada 2017 setelah sebelumnya memperkuat Leicester City.
Keputusan itu mengubah nasibnya 180 derajat. Dari juara Premier League dengan Leicester nasib Drinkwater terombang-ambing di Chelsea. Drinkwater jarang main, tidak terlihat di bangku cadangan, hingga akhirnya dipinjamkan ke klub lain.
Baca Juga:
Masalah Baru dalam Saga Transfer Frenkie de Jong
Xavi Hernandez Minta Satu Jaminan untuk Lepaskan Frenkie de Jong
Turun Tangan Pergi ke Barcelona, Bos Chelsea Bahas Transfer Alonso, Azpilicueta, dan De Jong
Empat klub telah dibelanya saat ia berstatus sebagai pemain Chelsea dan menjalani status pinjaman yakni di Burnley, Aston Villa, Kasimpasa, dan Reading.
“Saya lega, karena jelas itu bukan situasi yang baik untuk saya atau klub,” kata Drinkwater kepada Sky Sports, menanggapi Chelsea yang tidak memperpanjang kontraknya.
"Saya marah karena bagaimana itu hilang dan bagaimana saya diperlakukan - saya tidak pahit tentang hal itu, Anda dapat melihat ke belakang dan mengatakan 'Bagaimana jika' dan melihat ke belakang yang jelas besar. Saya pikir itu sudah lama terlihat."
Lima tahun terbuang dalam karier profesional Drinkwater dan ia sangat menyesalinya, sebab saat ini produk akademi Manchester United tidak lagi jadi pemain yang sama saat membela Leicester.
"Ya, rasanya seperti apa yang telah kamu buang selama lima tahun itu? Jika Anda bertahan di Leicester, jika Anda tidak cedera dan jika klub memperlakukan Anda secara berbeda. Itu semua jika. Ini membuat frustrasi, 100 persen," tutur Drinkwater.
"Jangan pikir saya masih tidak terbakar tentang bagaimana itu hilang. Saya masih menendang diri sendiri untuk itu. Tapi di sisi lain, apakah saya akan terus menendang diri sendiri, karena saya tidak bisa mengubahnya."
“Bisakah saya membantu diri saya sendiri untuk maju? Itu sebabnya saya dipinjamkan, mengapa saya pergi ke Aston Villa dan Burnley dengan status pinjaman, yang tidak berhasil, dan pergi ke Turki pada usia 30 (tahun) – saya tidak pernah berpikir saya akan melakukan itu."
"Itu juga alasan saya turun ke Championship. Saya sudah mencoba melakukan hal yang benar. Saat saya mencoba melakukannya, ada yang salah."
Persaingan di lini tengah Chelsea membuat Drinkwater tak jadi pilihan utama The Blues, tapi situasi itulah yang menjadi konsekuensinya sejak memutuskan gabung Chelsea.
Tak mudah baginya menghadapi tekanan tersebut apalagi Drinkwater hanya berlatih tanpa memainkan pertandingan. Terlebih dalam situasi itu, masalah kesehatan mental dihadapi Drinkwater dari kehilangan beberapa anggota keluarga sampai akhirnya ia frustrasi, lalu mabuk saat menyetir mobil.
Tanpa klub saat ini, Drinkwater coba memulai lembaran baru meski usianya tak lagi muda. Pelajaran dari Chelsea membuatnya lebih selektif dalam memilih klub baru, khususnya dengan mempertimbangkan keluarga.
"Ada beberapa tawaran yang datang. Ini waktu yang aneh untuk sepak bola, terutama ketika Anda bebas ke bursa transfer," imbuh Drinkwater.
“Musim lalu itu sangat membantu saya, mendapatkan semua permainan (jam bermain), dan semoga paruh kedua musim ini menunjukkan saya masih punya kemampuan dan rasa lapar untuk mendorong diri saya sendiri."
“Ada pilihan, ini hanya tentang keputusan. Saya suka menang, jadi sulit untuk melepaskannya pada usia ini," pungkas dia.