BolaSkor.com - Piala Dunia 2002 menjadi salah satu edisi paling bersejarah dalam perjalanan turnamen sepak bola terbesar di dunia.
Untuk pertama kalinya, Piala Dunia digelar di Benua Asia sekaligus edisi perdana diselenggarakan oleh dua negara sekaligus, Jepang dan Korea Selatan.
Turnamen edisi ke-17 ini juga menghadirkan empat tim debutan, China, Ekuador, Senegal, dan Slovenia. Namun, bukan hanya para pendatang baru yang mencuri perhatian. Piala Dunia 2002 dikenang sebagai ajang yang penuh kejutan dan kontroversi.
Baca Juga:
Kilas Balik Piala Dunia 1998: Ketika Prancis Juara untuk Pertama Kalinya
Kilas Balik Piala Dunia 1994: Penalti Roberto Baggio dan Suka Cita Brasil di Amerika Serikat
Kejutan langsung hadir pada laga pembuka ketika juara bertahan Prancis tumbang 0-1 dari Senegal. Kekalahan itu menjadi awal dari mimpi buruk Les Bleus.
Prancis hanya meraih satu poin sepanjang fase grup, gagal mencetak satu gol pun, dan tersingkir lebih cepat.
Nasib serupa dialami dua tim unggulan lainnya, Argentina dan Portugal. Keduanya gagal melewati fase grup dan harus mengakhiri perjalanan lebih awal.
Kejutan dan Kontroversi Korea Selatan

Korea Selatan di Piala Dunia 2002. (fifa)
Di tengah tumbangnya sejumlah raksasa sepak bola, tuan rumah Korea Selatan justru tampil mengejutkan. Tim berjuluk Taeguk Warriors itu sukses melaju hingga semifinal setelah menyingkirkan sejumlah lawan kuat seperti Portugal, Italia, dan Spanyol.
Pencapaian tersebut menjadikan Korea Selatan sebagai negara pertama di luar Eropa dan Amerika yang mampu menembus semifinal Piala Dunia.
Sebelum turnamen dimulai, tidak banyak yang menjagokan Korea Selatan. Tim asuhan Guus Hiddink hanya dianggap sebagai wakil Asia yang tampil sebagai tuan rumah.
Namun, anggapan tersebut perlahan terpatahkan. Tergabung di Grup D bersama Amerika Serikat, Portugal, dan Polandia, Korea Selatan tampil impresif dan berhasil melaju ke babak 16 besar.
Di fase gugur, mereka menghadapi ujian berat saat berjumpa Italia, yang saat itu diperkuat sejumlah pemain kelas dunia seperti Gianluigi Buffon, Paolo Maldini, Francesco Totti, dan Andrea Pirlo. Di luar dugaan, Korea Selatan mampu menyingkirkan Gli Azzurri dengan kemenangan 2-1.

Namun, pertandingan tersebut memicu kontroversi besar yang hingga kini masih sering diperbincangkan.
Wasit asal Ekuador, Byron Moreno, menjadi sorotan setelah mengeluarkan sejumlah keputusan yang dianggap merugikan Italia. Salah satunya adalah kartu merah untuk Francesco Totti karena dianggap melakukan diving.
Selain itu, gol Damiano Tommasi dianulir karena offside, sementara beberapa pelanggaran keras pemain Korea Selatan luput dari hukuman yang lebih tegas.
Kontroversi kembali muncul saat Korea Selatan menghadapi Spanyol di perempat final. Dalam pertandingan yang dipimpin wasit asal Mesir, Gamal Al-Ghandour, dua gol Spanyol dianulir sehingga laga berakhir tanpa gol hingga babak tambahan waktu.
Pertandingan kemudian ditentukan melalui adu penalti. Korea Selatan tampil lebih tenang dan menang 5-3 untuk memastikan tempat di semifinal.
Namun, perjalanan ajaib mereka akhirnya terhenti di empat besar. Menghadapi Jerman, Korea Selatan harus mengakui keunggulan lawannya setelah Michael Ballack mencetak gol tunggal yang memastikan kemenangan 1-0 bagi Der Panzer.
Pada laga perebutan tempat ketiga, Korea Selatan kembali menelan kekalahan 2-3 dari Turki dan mengakhiri turnamen di posisi keempat.
Brasil Juara di Tanah Asia

Di sisi lain, Piala Dunia 2002 juga menjadi panggung bagi salah satu tim Brasil terbaik sepanjang sejarah.
Sejak awal turnamen, Selecao memang sudah masuk daftar favorit juara. Pelatih Luiz Felipe Scolari membawa skuad bertabur bintang. Sorotan utama tentu tertuju pada trio lini depan yang terkenal dengan sebutan "Trio R": Ronaldo, Rivaldo, dan Ronaldinho.
Brasil tampil sangat dominan sepanjang turnamen. Tergabung di Grup C bersama Turki, Kosta Rika, dan Cina, Selecao menyapu bersih seluruh pertandingan dengan kemenangan.
Di fase gugur, Belgia menjadi korban pertama. Brasil menang 2-0 berkat gol Rivaldo dan Ronaldo.
Pada perempat final, mereka menghadapi Inggris dalam salah satu pertandingan paling menarik di turnamen. Setelah sempat tertinggal, Brasil membalikkan keadaan dan menang 2-1 lewat gol Rivaldo serta tendangan bebas ikonik Ronaldinho.
Brasil ke final setelah gol tunggal Ronaldo ke gawang Turkki cukup untuk mengantar Selecao.
Final Piala Dunia 2002 Brasil bertemu Jerman. Di lag apuncak, kedua tim saling menekan dan menciptakan peluang. Namun, pada akhirnya ketajaman Ronaldo menjadi pembeda.
Striker yang sempat diragukan karena cedera panjang itu mencetak dua gol pada menit ke-67 dan 79 untuk membawa Brasil menang 2-0.
Kemenangan tersebut memastikan Brasil meraih gelar juara dunia kelima mereka. Lebih istimewa lagi, itulah trofi Piala Dunia pertama Selecao yang diraih di tanah Asia.
Bagi Ronaldo, turnamen itu juga menjadi momen penebusan yang sempurna. Dengan delapan gol, dia keluar sebagai top skor sekaligus menuntaskan kisah comeback luar biasa setelah gagal bersinar di final Piala Dunia 1998.