Piala Dunia

Kilas Balik Piala Dunia 2002: Kejutan Korea Selatan dan Kejayaan Brasil di Asia

Piala Dunia 2002 menjadi salah satu edisi paling bersejarah dan sarat kontroversi dalam perjalanan turnamen sepak bola terbesar di dunia.
Yusuf AbdillahYusuf Abdillah - Sabtu, 06 Juni 2026
Kilas Balik Piala Dunia 2002: Kejutan Korea Selatan dan Kejayaan Brasil di Asia
Brasil juara Piala Dunia 2002 (fifa)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Piala Dunia 2002 menjadi salah satu edisi paling bersejarah dalam perjalanan turnamen sepak bola terbesar di dunia.

Untuk pertama kalinya, Piala Dunia digelar di Benua Asia sekaligus edisi perdana diselenggarakan oleh dua negara sekaligus, Jepang dan Korea Selatan.

Turnamen edisi ke-17 ini juga menghadirkan empat tim debutan, China, Ekuador, Senegal, dan Slovenia. Namun, bukan hanya para pendatang baru yang mencuri perhatian. Piala Dunia 2002 dikenang sebagai ajang yang penuh kejutan dan kontroversi.

Baca Juga:

Kilas Balik Piala Dunia 1998: Ketika Prancis Juara untuk Pertama Kalinya

Kilas Balik Piala Dunia 1994: Penalti Roberto Baggio dan Suka Cita Brasil di Amerika Serikat

Kilas Balik Piala Dunia 1990: Goyangan Roger Milla, Panggung Terakhir Jerman Barat, dan Maradona Membelah Napoli

Kejutan langsung hadir pada laga pembuka ketika juara bertahan Prancis tumbang 0-1 dari Senegal. Kekalahan itu menjadi awal dari mimpi buruk Les Bleus.

Prancis hanya meraih satu poin sepanjang fase grup, gagal mencetak satu gol pun, dan tersingkir lebih cepat.

Nasib serupa dialami dua tim unggulan lainnya, Argentina dan Portugal. Keduanya gagal melewati fase grup dan harus mengakhiri perjalanan lebih awal.

Kejutan dan Kontroversi Korea Selatan

Korea
Korea Selatan di Piala Dunia 2002. (fifa)

Di tengah tumbangnya sejumlah raksasa sepak bola, tuan rumah Korea Selatan justru tampil mengejutkan. Tim berjuluk Taeguk Warriors itu sukses melaju hingga semifinal setelah menyingkirkan sejumlah lawan kuat seperti Portugal, Italia, dan Spanyol.

Pencapaian tersebut menjadikan Korea Selatan sebagai negara pertama di luar Eropa dan Amerika yang mampu menembus semifinal Piala Dunia.

Sebelum turnamen dimulai, tidak banyak yang menjagokan Korea Selatan. Tim asuhan Guus Hiddink hanya dianggap sebagai wakil Asia yang tampil sebagai tuan rumah.

Namun, anggapan tersebut perlahan terpatahkan. Tergabung di Grup D bersama Amerika Serikat, Portugal, dan Polandia, Korea Selatan tampil impresif dan berhasil melaju ke babak 16 besar.

Di fase gugur, mereka menghadapi ujian berat saat berjumpa Italia, yang saat itu diperkuat sejumlah pemain kelas dunia seperti Gianluigi Buffon, Paolo Maldini, Francesco Totti, dan Andrea Pirlo. Di luar dugaan, Korea Selatan mampu menyingkirkan Gli Azzurri dengan kemenangan 2-1.

Namun, pertandingan tersebut memicu kontroversi besar yang hingga kini masih sering diperbincangkan.

Wasit asal Ekuador, Byron Moreno, menjadi sorotan setelah mengeluarkan sejumlah keputusan yang dianggap merugikan Italia. Salah satunya adalah kartu merah untuk Francesco Totti karena dianggap melakukan diving.

Selain itu, gol Damiano Tommasi dianulir karena offside, sementara beberapa pelanggaran keras pemain Korea Selatan luput dari hukuman yang lebih tegas.

Kontroversi kembali muncul saat Korea Selatan menghadapi Spanyol di perempat final. Dalam pertandingan yang dipimpin wasit asal Mesir, Gamal Al-Ghandour, dua gol Spanyol dianulir sehingga laga berakhir tanpa gol hingga babak tambahan waktu.

Pertandingan kemudian ditentukan melalui adu penalti. Korea Selatan tampil lebih tenang dan menang 5-3 untuk memastikan tempat di semifinal.

Namun, perjalanan ajaib mereka akhirnya terhenti di empat besar. Menghadapi Jerman, Korea Selatan harus mengakui keunggulan lawannya setelah Michael Ballack mencetak gol tunggal yang memastikan kemenangan 1-0 bagi Der Panzer.

Pada laga perebutan tempat ketiga, Korea Selatan kembali menelan kekalahan 2-3 dari Turki dan mengakhiri turnamen di posisi keempat.

Brasil Juara di Tanah Asia



Di sisi lain, Piala Dunia 2002 juga menjadi panggung bagi salah satu tim Brasil terbaik sepanjang sejarah.

Sejak awal turnamen, Selecao memang sudah masuk daftar favorit juara. Pelatih Luiz Felipe Scolari membawa skuad bertabur bintang. Sorotan utama tentu tertuju pada trio lini depan yang terkenal dengan sebutan "Trio R": Ronaldo, Rivaldo, dan Ronaldinho.

Brasil tampil sangat dominan sepanjang turnamen. Tergabung di Grup C bersama Turki, Kosta Rika, dan Cina, Selecao menyapu bersih seluruh pertandingan dengan kemenangan.

Di fase gugur, Belgia menjadi korban pertama. Brasil menang 2-0 berkat gol Rivaldo dan Ronaldo.

Pada perempat final, mereka menghadapi Inggris dalam salah satu pertandingan paling menarik di turnamen. Setelah sempat tertinggal, Brasil membalikkan keadaan dan menang 2-1 lewat gol Rivaldo serta tendangan bebas ikonik Ronaldinho.

Brasil ke final setelah gol tunggal Ronaldo ke gawang Turkki cukup untuk mengantar Selecao.

Final Piala Dunia 2002 Brasil bertemu Jerman. Di lag apuncak, kedua tim saling menekan dan menciptakan peluang. Namun, pada akhirnya ketajaman Ronaldo menjadi pembeda.

Striker yang sempat diragukan karena cedera panjang itu mencetak dua gol pada menit ke-67 dan 79 untuk membawa Brasil menang 2-0.

Kemenangan tersebut memastikan Brasil meraih gelar juara dunia kelima mereka. Lebih istimewa lagi, itulah trofi Piala Dunia pertama Selecao yang diraih di tanah Asia.

Bagi Ronaldo, turnamen itu juga menjadi momen penebusan yang sempurna. Dengan delapan gol, dia keluar sebagai top skor sekaligus menuntaskan kisah comeback luar biasa setelah gagal bersinar di final Piala Dunia 1998.

Kilas Balik Piala Dunia Feature Piala Dunia Piala Dunia Piala Dunia 2026 Breaking News
Ditulis Oleh

Yusuf Abdillah

Jurnalis olahraga dengan spesialis sepak bola dunia. Pengalaman lebih dari sepuluh tahun di berbagai media di Indonesia. Saat ini menulis untuk BolaSkor.com.
Posts

10.932

Berita Terkait

Ragam
Mengapa Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia Justru Bisa Menjadi Pertanda Buruk?
Dalam sejarah Piala Dunia, mencetak gol paling banyak tidak selalu berarti membawa pulang trofi.
Yusuf Abdillah - Minggu, 14 Juni 2026
Mengapa Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia Justru Bisa Menjadi Pertanda Buruk?
Piala Dunia
Piala Dunia 2026: Carlo Ancelotti Akui Brasil Masih Jauh dari Harapan
Brasil hanya bermain imbang 1-1 dengan Maroko pada laga pertama mereka di Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Minggu, 14 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Carlo Ancelotti Akui Brasil Masih Jauh dari Harapan
Sosok
Profil Ayyoub Bouaddi: Wonderkid 18 Tahun Binaan Prancis yang Menyebrang ke Maroko, Bersinar Melawan Brasil di Piala Dunia 2026
Ayyoub Bouaddi merupakan kapten Timnas Prancis U-21 sebelum Piala Dunia 2026.
Tengku Sufiyanto - Minggu, 14 Juni 2026
Profil Ayyoub Bouaddi: Wonderkid 18 Tahun Binaan Prancis yang Menyebrang ke Maroko, Bersinar Melawan Brasil di Piala Dunia 2026
Piala Dunia
FIFA Tetap Bayar Penuh Wasit Somalia yang Gagal Bertugas di Piala Dunia 2026
FIFA memastikan wasit asal Somalia, Omar Artan, tetap akan menerima bayaran penuh untuk Piala Dunia 2026 meski gagal bertugas.
Yusuf Abdillah - Minggu, 14 Juni 2026
FIFA Tetap Bayar Penuh Wasit Somalia yang Gagal Bertugas di Piala Dunia 2026
Piala Dunia
Piala Dunia 2026: Dembele Nilai Kritik terhadap Mbappe Sudah Keterlaluan
Ousmane Dembele memberikan pembelaan kepada kapten timnas Prancis, Kylian Mbappe, yang terus dihujani kritik.
Yusuf Abdillah - Minggu, 14 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Dembele Nilai Kritik terhadap Mbappe Sudah Keterlaluan
Bulu Tangkis
Hasil Australian Open 2026: Alwi Farhan Juara, Sabar/Reza dan Ana/Trias Runner-up
Alwi Farhan sukses menjuarai Australian Open 2026. Sementara itu, Sabar/Reza dan Ana/Trias bawa pulang medali perak.
BolaSkor - Minggu, 14 Juni 2026
Hasil Australian Open 2026: Alwi Farhan Juara, Sabar/Reza dan Ana/Trias Runner-up
Prediksi
Prediksi dan Statistik Swedia vs Tunisia: Bidik Start Sempurna
Prediksi skor, statistik, kabar tim, dan susunan pemain Swedia vs Tunisia pada laga Grup F Piala Dunia 2026 di Monterrey Stadium.
Yusuf Abdillah - Minggu, 14 Juni 2026
Prediksi dan Statistik Swedia vs Tunisia: Bidik Start Sempurna
Piala Dunia
Piala Dunia 2026: Tony Popovic Beberkan Kunci Kemenangan Australia atas Turki
Pelatih timnas Australia, Tony Popovic, memberikan apresiasi tinggi kepada para pemainnya setelah meraih kemenangan 2-0 atas Turki dalam laga Grup D Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Minggu, 14 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Tony Popovic Beberkan Kunci Kemenangan Australia atas Turki
Piala Dunia
Piala Dunia 2026: 709 Hari Berlalu, Manuel Neuer Kembali Menjaga Gawang Timnas Jerman
Cedera parah sempat mengancam karier Manuel Neuer. Namun, 709 hari kemudian, sang legenda kembali menjadi andalan Jerman di Piala Dunia 2026.
Arief Hadi - Minggu, 14 Juni 2026
Piala Dunia 2026: 709 Hari Berlalu, Manuel Neuer Kembali Menjaga Gawang Timnas Jerman
Piala Dunia
Piala Dunia 2026: Akhiri Puasa Kemenangan, Skotlandia Belum Puas
Timnas Skotlandia akhirnya berhasil mengakhiri kutukan panjang di Piala Dunia menyusul kemenangan 1-0 atas Haiti.
Yusuf Abdillah - Minggu, 14 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Akhiri Puasa Kemenangan, Skotlandia Belum Puas
Bagikan