Kilas Balik Piala Dunia 1994: Penalti Roberto Baggio dan Suka Cita Brasil di Amerika Serikat

Kilas balik Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Mengenang skandal Diego Maradona, tragedi Andres Escobar, hingga duka kegagalan penalti Roberto Baggio.
Arief HadiArief Hadi - Kamis, 04 Juni 2026
Kilas Balik Piala Dunia 1994: Penalti Roberto Baggio dan Suka Cita Brasil di Amerika Serikat
Kilas balik Piala Dunia 1994 (Foto: AI)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Ketika membicarakan momen-momen bersejarah Piala Dunia, maka pembicaraan seputar Piala Dunia 1994 tidak pernah terlewatkan.

Berlangsung di Amerika Serikat (AS), yang kini menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026, Piala Dunia edisi ke-15 dimulai dan diikuti oleh 24 negara.

Perhelatan di Amerika itu juga menghapus stigma atau nada skeptis soal sepak bola di Negeri Paman Sam.

Baca Juga:

5 Pemain Termuda di Piala Dunia 2026, Salah Satunya Titisan Mesut Ozil

Piala Dunia 2026: Variasi Serangan di Lini Depan Timnas Jerman

Cerita Piala Dunia 2026: Lalui 17 Negara dengan Sepeda, Tiga Fans Argentina Tiba di Amerika Serikat

Statistik memperlihatkan Piala Dunia 1994 memiliki total 3,6 juta penonton di 52 pertandingan yang digelar di sembilan kota.

Peserta dan Kontroversi

Logo Piala Dunia 1994 (Foto: World Soccer Talk)

Terbagi dari lima benua: Eropa, Amerika Selatan, Amerika Utara dan Tengah, Afrika, dan Asia, berikut 24 timnas di Piala Dunia 1994:

  • Eropa (UEFA): Jerman, Italia, Belanda, Spanyol, Bulgaria, Rumania, Belgia, Yunani, Norwegia, Republik Irlandia, Rusia, Swedia, Swiss.
  • Amerika Selatan (CONMEBOL): Brasil, Argentina, Kolombia, Bolivia.
  • Amerika Utara dan Tengah (CONCACAF): Amerika Serikat (Tuan Rumah), Meksiko.
  • Afrika (CAF): Kamerun, Maroko, Nigeria.
  • Asia (AFC): Arab Saudi, Korea Selatan.

Format yang digunakan juga berupa fase grup yang terdiri dari enam grup, masing-masing-masing empat tim di satu grup, dan peringkat tiga terbaik dapat lolos ke fase gugur selain dua besar.

Perjalanan berlanjut ke fase gugur mulai dari 16 besar, perempat final, semifinal, hingga final. Tentu saja, sejumlah kontroversi juga mewarnai Piala Dunia 1994 Amerika Serikat.

Dua yang paling sering dibahas adalah skandal doping legenda Argentina, Diego Maradona, dan tragedi Andres Escobar.

Diego Maradona dipulangkan dari turnamen setelah dinyatakan positif menggunakan efedrin pada tes doping kontra Yunani. Itu menjadi akhir dari perjalanan Maradona dalam karier internasionalnya.

Andres Escobar (Theseafootballtimes.co)

Berikutnya, tragedi saat bek timnas Kolombia, Andres Escobar, ditembak mati di luar sebuah bar setelah mencetak gol bunuh diri kontra AS yang membuat negaranya tersingkir. Sampat ini, tragedi tersebut masih jadi pemberitaan media.

Selain sisi kontroversi, Piala Dunia 1994 juga menghadirkan catatan menarik seperti kejutan dari Bulgaria yang diperkuat Hristo Stoichkov dan Swedia yang meraih peringkat ketiga.

Akan tapi jika berbicara soal sorotan utama di Piala Dunia 1994 tidak lepas dari final antara Brasil vs Italia.

Suka Cita Brasil, Kekecewaan The Divine Ponytail

Dua negara kuat dan pemilik juara terbanyak Piala Dunia, Brasil dan Italia, bertemu di final yang dimainkan di Rose Bowl, Pasadena.

Brasil arahan Carlos Alberto Parreira memiliki Carlos Dunga, Bebeto, Romario, hingga Cafu.

Sedangkan Italia dilatih Arrigo Sacchi, memiliki Roberto Baggio dan Daniele Massaro di lini depan, serta duet bek legenda AC Milan, Franco Baresi dan Paolo Maldini.

Final Piala Dunia 1994 (Foto: BBC Sport)

Final berlangsung ketat di antara kedua tim hingga harus ditentukan via adu penalti. Skor sama kuat 0-0 berlangsung hingga babak tambahan.

Pada momen penalti itulah salah satu momen tertangkap kamera, diabadikan dalam jangka waktu panjang - tak lekang oleh waktu - sebagai salah satu momen dengan pemandangan dua ekspresi berbeda dalam sejarah Piala Dunia.

Baggio, mengambil penalti terakhir (kelima) dalam tekanan tinggi setelah Baresi dan Massaro gagal mencetak gol (satu penendang Brasil, Marcio Santos juga gagal).

Masuk atau berakhir. Di tengah pilihan tersebut, Baggio menendang bola dan sepakannya melesat di atas gawang Brasil yang dijaga Claudio Taffarel.

Selepas kegagalan tersebut, kepala Baggio menunduk, tidak bergerak dari posisinya. Di sekitarnya, para pemain Brasil berlari menghampiri Taffarel dan bersuka cita bersama fans di Rose Bowl.

Ekspresi Roberto Baggio usai gagal mencetak gol penalti di final Piala Dunia 1994 (Foto: FourFourTwo)

Itu momen terberat dalam karier saya,

demikian tulisan Baggio dalam buku autobiografi "Una Porta Nel Cielo".

"Sebelum berangkat ke laga final, guru spiritual Budha saya bilang kalau saya akan menghadapi banyak masalah dan semuanya akan ditentukan di menit-menit terakhir."

"Saat itu saya tak menyadari kalau prediksinya akan sangat akurat."

Bagi Brasil, itu trofi Piala Dunia keempat yang diraih setelah terakhir menang pada 1970. Sementara untuk fans Italia, itu bukan akhir dunia karena mereka menjadi juara pada 2006.

Kegagalan Roberto Baggio tidak menjadikannya musuh publik nomor satu, mengingat perjuangannya bermain menahan cedera dan ia menjadi protagonis di fase gugur. Respek publik kepadanya menjadikannya salah satu legenda sepanjang masa Italia.

Feature Piala Dunia Piala Dunia Piala Dunia 2026 Kilas Balik Piala Dunia Italia Timnas Italia Brasil Timnas Brasil Roberto Baggio

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Italia
Italia Menang Telak di Turki, Mancini Langsung Alihkan Fokus ke Laga Melawan Prancis
Italia menang telak 4-1 atas Turki di Nations League. Roberto Mancini langsung mengalihkan fokus ke laga berikutnya melawan Prancis.
Arief Hadi - Selasa, 29 September 2026
Italia Menang Telak di Turki, Mancini Langsung Alihkan Fokus ke Laga Melawan Prancis
Hasil akhir
Hasil UEFA Nations League: Italia Pesta Gol, Prancis Menang Dramatis
Italia menang telak 4-1 atas Turki, sementara Prancis menundukkan Belgia 1-0 lewat gol Michael Olise. Simak hasil lengkap UEFA Nations League.
Arief Hadi - Selasa, 29 September 2026
Hasil UEFA Nations League: Italia Pesta Gol, Prancis Menang Dramatis
Jadwal
Cara Menonton dan Link Streaming Turki vs Italia, Live di Sini!
Berikut cara menonton dan link streaming laga UEFA Nations League antara Turki vs Italia di Timsah Arena, Selasa (29/9) pukul 01.45 WIB.
Gazza Roosaryatama - Senin, 28 September 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Turki vs Italia, Live di Sini!
Liga Dunia
Ketika Vincenzo Montella Berambisi Mengalahkan Italia
Vincenzo Montella berambisi membawa Turki mengalahkan Italia di UEFA Nations League, meski Gli Azzurri belum pernah kalah dalam 14 pertemuan.
Arief Hadi - Senin, 28 September 2026
Ketika Vincenzo Montella Berambisi Mengalahkan Italia
Prediksi
Prediksi Skor dan Link Streaming Turki vs Italia: Gli Azzurri Belum Pernah Kalah
Berikut adalah prediksi skor dan link streaming laga UEFA Nations League antara Turki vs Italia, di Timsah Arena, Bursa, Selasa (29/9) pukul 01.45 WIB.
Gazza Roosaryatama - Senin, 28 September 2026
Prediksi Skor dan Link Streaming Turki vs Italia: Gli Azzurri Belum Pernah Kalah
Liga Dunia
Eks Pelatih Real Madrid Tak Punya Niatan Mengistirahatkan Raphinha, Barcelona Ketar-ketir
Carlo Ancelotti tak berencana mengistirahatkan Raphinha saat Brasil menghadapi Australia. Barcelona cemas karena sang winger punya riwayat cedera.
Arief Hadi - Senin, 28 September 2026
Eks Pelatih Real Madrid Tak Punya Niatan Mengistirahatkan Raphinha, Barcelona Ketar-ketir
Italia
Belgia Akhiri Kutukan Berusia 54 Tahun atas Italia, Era Mark van Bommel Baru Dimulai
Belgia mengalahkan Italia 2-0 di UEFA Nations League. Kemenangan ini mengakhiri kutukan 54 tahun dan menjadi debut sempurna Mark van Bommel.
Arief Hadi - Sabtu, 26 September 2026
Belgia Akhiri Kutukan Berusia 54 Tahun atas Italia, Era Mark van Bommel Baru Dimulai
Italia
Italia Tumbang: Comeback Mancini Berakhir Pahit, Gli Azzurri Disiuli Fans
Italia kalah 0-2 dari Belgia dalam comeback Roberto Mancini. Gli Azzurri mendapat siulan fans di Olimpico dan diminta bersabar di era baru.
Arief Hadi - Sabtu, 26 September 2026
Italia Tumbang: Comeback Mancini Berakhir Pahit, Gli Azzurri Disiuli Fans
Hasil akhir
Hasil UEFA Nations League: Italia Dipermalukan di Kandang, Prancis Menang Tipis
Italia dipermalukan Belgia 0-2 di kandang, sementara Prancis menang 1-0 atas Turki. Simak hasil lengkap UEFA Nations League 2026-2027.
Arief Hadi - Sabtu, 26 September 2026
Hasil UEFA Nations League: Italia Dipermalukan di Kandang, Prancis Menang Tipis
Hasil akhir
Hasil Pertandingan: Brasil Nyaris Dikalahkan Australia
Timnas Brasil ditahan imbang Australia 1-1 pada pertandingan FIFA Matchday September 2026. Gol menit akhir Rayan selamatkan skuad asuhan Carlo Ancelotti.
Gazza Roosaryatama - Jumat, 25 September 2026
Hasil Pertandingan: Brasil Nyaris Dikalahkan Australia
Bagikan