Kagumi 'Ilmu Hitam' Sergio Ramos, Giorgio Chiellini Beri Contoh kala Mo Salah Cedera
BolaSkor.com - Bek Juventus, Giorgio Chiellini menuturkan kekagumannya kepada kapten sekaligus bek Real Madrid, Sergio Ramos yang dianggapnya sebagai bek yang 'pintar' melihat situasi pertandingan.
Chiellini menilai Ramos sangat memahami 'ilmu hitam' pertandingan dan memanfaatkannya untuk keuntungannya. Ramos (34 tahun) acapkali dianggap sebagai bek yang impulsif dan bermain tanpa taktik, namun Chiellini berpikir sebaliknya.
Mantan bek Sevilla itu menurut Chiellini tahu momen kapan harus tampil menentukan di pertandingan besar, bahkan Ramos mengetahui 'ilmu hitam' yang dapat digunakan untuk mengubah jalannya pertandingan. Termasuk dengan cara mencederai lawan.
Baca Juga:
Kehebatan Jan Oblak Sering Ciut di Depan Lionel Messi dan Sergio Ramos
Sergio Ramos, Respek kepada Lionel Messi, dan Cara Hentikan Permainan Barcelona
Wasit Asal Inggris Akui Untungkan Real Madrid di Final Liga Champions 2015-2016
"Dia bek terbaik di dunia. Mereka mengatakan dia impulsif, tidak taktis sama sekali, bahwa delapan-10 gol kebobolan setiap musim melalui kesalahannya, bahwa dia sangat teknis dan dia bisa menjadi striker, yang merupakan kebalikan dari saya," tutur Chiellini dikutip dari Marca.
"Namun, dia memiliki dua karakteristik yang hampir tidak dimiliki orang lain. Dia tahu bagaimana menjadi penentu dalam pertandingan besar, dengan intervensi yang melampaui logika apapun, yang bahkan menyebabkan cedera dengan kecerdasan yang hampir jahat."
Chiellini mencontohkan momen ketika Sergio Ramos mencederai Mohamed Salah di final Liga Champions 2018 antara Real Madrid kontra Liverpool. Ramos mencederai Mo Salah dan ini mengubah jalannya pertandingan - Real Madrid menang 3-1.
"Salah satunya kepada Salah di final Liga Champions 2018 adalah masterstroke. Dia selalu mengatakan bahwa dia tidak melakukannya dengan sengaja, mengetahui bahwa sembilan dari sepuluh (persentase), jatuh seperti yang dia lakukan dan dengan tidak melepaskannya, dia berisiko mematahkan lengan lawannya," terang Chiellini.
Chiellini (35 tahun) sudah berkarier selama 20 tahun sebagai pesepak bola profesional dan berposisi sebagai bek. Jadi bek timnas Italia itu tahu bagaimana karakteristik dan pola pikir bek. Selain itu menurutnya Ramos juga pandai memotivasi rekan setimnya, khususnya di lini belakang.
"Kekuatan yang ia transmisikan melalui kehadirannya sendiri sangat luar biasa," tambah Chiellini.
"Tanpa Ramos, beberapa pemain juara seperti (Raphael) Varane, (Dani) Carvajal dan Marcelo tampak seperti anak sekolah. Mereka tiba-tiba mundur. Real Madrid menjadi tim yang tak berdaya."
"Dengan dia di (Estadio Santiago) Bernabeu, Anda dapat yakin bahwa orang-orang Spanyol itu tidak akan kalah dari Ajax dengan tiga gol. Saya berani bertaruh untuk itu," pungkas Chiellini.
Arief Hadi
16.381
Berita Terkait
Superkomputer Prediksi Hasil Manchester United vs Tottenham Hotspur: Kemenangan Setan Merah Berlanjut
Prediksi dan Statistik Wolves vs Chelsea: Mumpung Lawan Sedang Limbung
IIMS 2026 Diwarnai Beragam Inovasi, Termasuk Peluncuran Produk Baru dan Turnamen Padel
Prediksi dan Statistik Barcelona vs Mallorca: Awas Ditikung Real Madrid!
Prediksi dan Statistik Arsenal vs Sunderland: Kans The Gunners Memperlebar Jarak
Prediksi dan Statistik Manchester United vs Tottenham Hotspur: The Red Devils Memburu Empat Kemenangan Beruntun
Cyrus Margono Antusias Perkuat Persija Jakarta
Cyrus Margono Dikontrak 2,5 Tahun, Bagian Proyek Jangka Panjang Persija
ASIOP Luncurkan Jersey dan Bus Terbaru untuk Musim 2026
Hasil Badminton Asia Championships 2026: Tim Putra dan Putri Indonesia Kompak ke Semifinal