BolaSkor.com - Pelatih Jerman Julian Nagelsmann menilai timnya justru berada dalam posisi yang kurang menguntungkan meski sudah memastikan diri sebagai juara Grup E Piala Dunia 2026.
Menurut Nagelsmann, status sebagai pemuncak klasemen justru membuat Jerman memiliki waktu persiapan yang lebih singkat untuk menghadapi babak 32 besar.
Jerman sudah mengunci posisi teratas grup sebelum menjalani laga terakhir melawan Ekuador, Jumat (26/6) dini hari WIB. Namun, mereka baru akan mengetahui calon lawan di fase gugur kurang dari 48 jam sebelum pertandingan dimainkan.
Baca Juga:
Piala Dunia 2026 Disebut Kehilangan Kredibilitas, Presiden FIFA Dikritik Legenda Jerman
Deniz Undav Tak Masalah Dapat Status Super-sub Jerman di Piala Dunia 2026
Mengapa Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia Justru Bisa Menjadi Pertanda Buruk?
Sebagai salah satu dari delapan juara grup, Die Mannschaft harus menunggu hingga seluruh pertandingan fase grup selesai pada Minggu (28/6) untuk mengetahui tim peringkat ketiga terbaik yang akan menjadi lawan mereka pada Selasa (30/6) dini hari di Boston.
"Saya merasa kami justru dihukum karena menjadi pemuncak grup," ujar Nagelsmann dikutip dari AFP.
Namun, kalau melihat algoritma dan keseluruhan format kompetisi ini, semuanya memang sangat rumit. Semakin banyak jumlah tim, semakin kompleks pula pengaturannya.
Waktu Persiapan Terbatas
Jerman tampil impresif sepanjang fase grup. Mereka membuka turnamen dengan kemenangan telak 7-1 atas Curacao. Pasukan Nagelsmann kemudian mengalahkan Pantai Gading 2-1.
Hasil tersebut memastikan Jerman lolos dari fase grup Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak menjadi juara dunia pada edisi 2014.
Meski demikian, format baru Piala Dunia yang diikuti 48 tim membuat kemungkinan lawan di babak 32 besar menjadi jauh lebih beragam.
"Memang tidak ideal jika kami baru mengetahui lawan (dua hari sebelum pertandingan). Tetapi kami sudah mempersiapkan beberapa kemungkinan lawan," kata pelatih berusia 38 tahun itu.
"Tentu ada sedikit tekanan karena waktu yang terbatas. Namun, staf pelatih kami masih cukup muda. Kalau memang diperlukan, kami siap bekerja semalaman."