Jawaban FIFA Terkait Isu Penggunaan Kartu Biru

Kartu kuning, merah, dan biru?
Arief HadiArief Hadi - Jumat, 09 Februari 2024
Jawaban FIFA Terkait Isu Penggunaan Kartu Biru
Ilustrasi kartu biru (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Regulasi atau peraturan dalam sepak bola setiap musimnya dievaluasi, serta coba diinovasikan dengan ide-ide baru yang berpotensi diterapkan. Terlebih dalam era sepak bola modern, penggunaan teknologi tak dapat dihindari.

Contoh itu dapat dilihat pada teknologi garis gawang dan juga Video Asisten Wasit (VAR). Satu hal yang belum diubah adalah kartu dari wasit.

Penggunaan kartu kuning dan merah sudah lama diterapkan. Kartu kuning untuk peringatan apabila pemain melanggar aturan: tekel, menghina wasit, membuang waktu, atau selebrasi membuka baju. Sementara kartu merah akan membuat pemain pergi meninggalkan lapangan pertandingan.

Uniknya, baru ini ada kabar teranyar soal usul untuk Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) menggunakan kartu berwarna biru. Adapun kartu biru membuat pemain tak boleh bermain selama 10 menit.

Baca Juga:

Lisandro Martinez Jadi Sering Cedera Usai Gabung Manchester United

5 Kandidat Ideal Direktur Olahraga untuk Manchester United

7 Mantan Manchester United yang Ternyata Bermain di Luar Eropa

Hukuman itu diberikan apabila pemain membuat pelanggaran keras atau berkata kasar, mengumpat kepada wasit. Sama seperti kartu kuning, aturan baru itu akan menjadikan dua kartu biru sama seperti kartu merah, dengan kombinasi biru dan kuning juga berujung keluarnya pemain.

FIFA merespons rumor penggunaan kartu biru tersebut. Dalam pernyataannya, FIFA menilai kabar itu tidak benar dan prematur.

"FIFA ingin mengklarifikasi bahwa laporan tentang apa yang disebut ‘kartu biru’ di level elit sepak bola adalah tidak benar dan prematur," demikian pernyataan dari FIFA.

"Setiap uji coba seperti itu, jika dilaksanakan, harus dibatasi pada pengujian secara bertanggung jawab di tingkat yang lebih rendah, sebuah posisi yang ingin ditegaskan kembali oleh FIFA ketika agenda ini dibahas pada RUPST IFAB pada 1 Maret."

FIFA membantah dan tidak semua setuju dengan ide tersebut. Seperti host TalkSport sekaligus YouTuber Mark Goldbridge.

“Kartu biru akan diujicobakan di antara kartu kuning dan merah dalam sepak bola. Tuhan tolong kami," ucap Goldbridge.

"Mereka bahkan tidak bisa memahami apa itu kuning dan merah... mengapa orang terobsesi memperbaiki sesuatu yang tidak rusak?," urainya.

Fifa Kartu Merah Kartu Kuning

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Liga Dunia
Pemilihan Presiden FIFA 2027: Ceferin Enggan Maju, Manuver Infantino Berlanjut ke Negara Kecil
Aleksander Ceferin memastikan tidak maju dalam pemilihan Presiden FIFA 2027. Gianni Infantino tetap ingin bertarung dan berpotensi menghadapi penantang.
Arief Hadi - Senin, 24 Agustus 2026
Pemilihan Presiden FIFA 2027: Ceferin Enggan Maju, Manuver Infantino Berlanjut ke Negara Kecil
Liga Dunia
FIFA Sanksi Argentina Terkait Keributan di Final Piala Dunia 2026, Satu Pemain Dihukum Larangan Bermain 10 Laga
Buntut keributan final Piala Dunia 2026, FIFA menghukum Leandro Paredes 10 laga. AFA juga didenda dan berencana mengajukan banding.
Arief Hadi - Sabtu, 22 Agustus 2026
FIFA Sanksi Argentina Terkait Keributan di Final Piala Dunia 2026, Satu Pemain Dihukum Larangan Bermain 10 Laga
Liga Dunia
Tidak Hadir di Final Piala Dunia Putri U-17, Presiden FIFA Justru Berada di Turnamen Padel
Gianni Infantino dikritik setelah memilih menghadiri turnamen padel di Qatar ketimbang final Piala Dunia Putri U-17 di Republik Dominika.
Arief Hadi - Kamis, 20 Agustus 2026
Tidak Hadir di Final Piala Dunia Putri U-17, Presiden FIFA Justru Berada di Turnamen Padel
Liga Dunia
Kritik Gianni Infantino, COO FIFA Mengundurkan Diri
COO FIFA Kevin Lamour mengundurkan diri setelah mengkritik Gianni Infantino. Simak konflik internal FIFA dan ancaman pencalonan Infantino.
Arief Hadi - Selasa, 18 Agustus 2026
Kritik Gianni Infantino, COO FIFA Mengundurkan Diri
Timnas
Bangladesh Bersedia Gantikan India di FIFA ASEAN Cup 2026
Bangladesh berpeluang menggantikan India di FIFA ASEAN Cup 2026 Jakarta. BFF mengaku sudah mendapat undangan FIFA dan mulai mempersiapkan diri.
Rizqi Ariandi - Sabtu, 15 Agustus 2026
Bangladesh Bersedia Gantikan India di FIFA ASEAN Cup 2026
Liga Indonesia
Persoalan Administrasi dengan Robert Rene Alberts, Persib Kembali disanksi FIFA
Persib Bandung kembali disanksi FIFA akibat persoalan dengan Robert Rene Alberts. Maung Bandung terancam dilarang transfer selama tiga periode.
Arief Hadi - Selasa, 11 Agustus 2026
Persoalan Administrasi dengan Robert Rene Alberts, Persib Kembali disanksi FIFA
Piala Dunia
AFC, UEFA, dan Concacaf Bersatu Tekan FIFA
AFC, UEFA, dan Concacaf menilai kontroversi FFE bukan hanya soal komunikasi yang buruk, tetapi juga menunjukkan adanya kegagalan dalam proses pengambilan keputusan.
Yusuf Abdillah - Senin, 10 Agustus 2026
AFC, UEFA, dan Concacaf Bersatu Tekan FIFA
Piala Dunia
FIFA Kecam Upaya Menggulingkan Gianni Infantino
FIFA mengecam keras apa yang disebut sebagai upaya terkoordinasi dan berkelanjutan untuk melemahkan organisasi sekaligus menggoyang posisi Gianni Infantino.
Yusuf Abdillah - Minggu, 09 Agustus 2026
FIFA Kecam Upaya Menggulingkan Gianni Infantino
Piala Dunia
Infantino Kantongi Dukungan dari Amerika Selatan di Tengah Krisis FIFA
Presiden FIFA Gianni Infantino mendapat dukungan dari sejumlah tokoh sepak bola Amerika Selatan.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 08 Agustus 2026
Infantino Kantongi Dukungan dari Amerika Selatan di Tengah Krisis FIFA
Internasional
Infantino Dapat Dukungan Penuh Afrika, CAF Jadi Sekutu di Tengah Gelombang Penolakan
Gianni Infantino mendapat dukungan penting di tengah derasnya kritik terhadap kepemimpinannya sebagai Presiden FIFA.
Yusuf Abdillah - Jumat, 07 Agustus 2026
Infantino Dapat Dukungan Penuh Afrika, CAF Jadi Sekutu di Tengah Gelombang Penolakan
Bagikan