BolaSkor.com - Kurang dari 8 hari lagi, pesta akbar sepak bola dunia, Piala Dunia 2026 akan dihelat. Ini untuk pertama kali, Piala Dunia menggunakan format 48 negara dan digelar di 3 negara, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Badan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) telah meresmikan beberapa regulasi baru yang akan mulai diterapkan pada musim 2026/2027, dan digunakan di Piala Dunia 2026.
Kepala Perwasitan FIFA, Pierluigi Collina, menyebutkan turnamen di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada akan menjadi ajang besar pertama yang memakai peraturan baru tersebut.
Baca Juga:
FIFA Rilis Album Resmi Piala Dunia 2026, Berisikan 18 Lagu dari Berbagai Musisi Ternama
Menutup Mulut Saat Berselisih Berujung Kartu Merah

Neymar dan Vinicius Junior (X/FabrizioRomano)
Salah satu aturan yang menarik perhatian adalah larangan bagi pemain menutupi mulut saat terlibat perselisihan di lapangan. Pemain yang sengaja menutupi mulut dengan tangan, lengan, atau jersey saat berselisih kini terancam kartu merah.
Aturan ini dibuat untuk mencegah pemain yang menyembunyikan ucapan yang berpotensi mengandung hinaan diskriminatif atau rasisme yang sulit terdeteksi wasit.
Ini berkaca dari dugaan kasus rasisme Gianluca Prestianni terhadap Vinicius Junior saat Real Madrid menghadapi Benfica di ajang Liga Champions.
Protes dengan Meninggalkan Lapangan Kena Kartu Merah

Timnas Argentina (X/Argentina)
IFAB juga memperketat aturan terkait aksi protes terhadap keputusan wasit. Pemain yang dengan sengaja meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes akan mendapatkan kartu merah.
Hukuman serupa juga berlaku bagi ofisial yang memprovokasi pemain melakukan aksi tersebut. Jika sebuah tim menyebabkan pertandingan dihentikan karena aksi protes, mereka dapat dinyatakan kalah.
Hal ini berkaca pada kasus final Piala Afrika kemarin. Di mana, Senegal melakukan protes keras meninggalkan lapangan saat menghadapi Maroko.
Walapun akhirnya Senegal melanjutkan pertandingan dan menang dengan skor 1-0. Namun, gelar Senegal justru dicabut CAF dan diberikan kepada Maroko.
Lemparan ke Dalam dan Tendangan Gawang Dibatasi Waktu

Timnas Portugal (X/selecaoportugal)
Upaya mengurangi praktik mengulur waktu menjadi salah satu fokus utama dalam perubahan aturan kali ini.
Wasit kini akan memberikan hitungan mundur visual selama lima detik, jika lemparan ke dalam tidak dilakukan tepat waktu, bola akan diberikan pihak lawan.
Sementara itu, tendangan gawang yang terlambat dilakukan akan berujung hadiah tendangan sudut untuk tim lawan.
Pergantian Pemain Harus Lebih Cepat
Pemain yang ditarik keluar hanya memiliki waktu 10 detik untuk meninggalkan lapangan setelah papan pergantian ditampilkan.
Jika terlambat, pemain pengganti harus menunggu hingga penghentian permainan berikutnya setelah satu menit berlalu sejak pertandingan kembali dimulai.
Pemain Cedera Wajib Keluar Sementara
Aturan baru juga diterapkan untuk pemain yang mendapatkan perawatan medis di lapangan.
Jika tim medis masuk ke lapangan untuk memberikan perawatan, pemain yang ditangani wajib berada di luar lapangan selama satu menit setelah pertandingan dilanjutkan.
Namun, aturan ini tidak berlaku untuk cedera serius, penjaga gawang, atau situasi khusus lainnya.
VAR Punya Wewenang Lebih Besar
Ilustrasi VAR di Premier League (Foto: BBC Sport)
Protokol Video Assistant Referee (VAR) juga mengalami perubahan signifikan.
Teknologi VAR kini dapat membantu mengoreksi kesalahan identitas pemain yang menerima, seperti kartu merah yang berasal dari kartu kuning yang jelas salah.
Selain itu, VAR juga bisa meninjau pelanggaran yang terjadi sebelum permainan kembali dimulai, sehingga keputusan wasit dapat lebih akurat.
Water Break
Mulai Piala Dunia 2026, setiap pertandingan akan memiliki satu kali istirahat hidrasi selama tiga menit di masing-masing babak.
Umumnya jeda ini dilakukan sekitar menit ke-22, meski wasit memiliki fleksibilitas dalam menentukan waktu sesuai situasi pertandingan.
Aturan Khusus Saat Kiper Cedera
Ketika penjaga gawang mendapatkan perawatan di lapangan, pemain dari kedua tim tidak diperbolehkan meninggalkan area permainan.
Mereka harus tetap berada di lapangan dan berkumpul bersama pelatih masing-masing hingga perawatan selesai dilakukan.
Penulis: Ariel Zaki Darmawan