BolaSkor.com - Manajemen Persib Bandung buka suara mengenai status larangan registrasi pemain baru atau transfer ban dari FIFA.
Menurut penjelasan CEO Persib Bandung, Adhitia Putra Herawan, pihaknya telah mengetahui mengenai perkara ini sejak awal.
Adhit menjelaskan bahwa masuknya Persib dalam daftar transfer ban FIFA berkaitan dengan penyelesaian terminasi kontrak Daisuke Sato pada 2023, bukan soal tunggakan gaji.
Baca Juga:
Persib dan Borneo FC Dipastikan Jadi Wakil Indonesia di ASEAN Club Championship Musim Depan
Penjelasan Mengenai Jabatan Baru Bojan Hodak di Persib, dan Penyebab Tak Jadi Pelatih Kepala Lagi
Profil Igor Tolic, Pelatih Baru Persib yang Akan Lanjutkan Warisan Bojan Hodak
Ketika itu, Persib mengakhiri kontrak Daisuke Sato setahun lebih cepat, tepatnya pada Januari 2024. Hal ini disebabkan Sato tidak masuk skema Bojan Hodak untuk menghadapi putaran kedua saat itu.
"Dengan demikian, persoalan ini bukan terkait penunggakan gaji pemain ataupun bentuk pengabaian terhadap hak-hak pemain sebagaimana yang mungkin dipersepsikan oleh sebagian pihak," kata Adhit dalam rilis yang diterima BolaSkor.com, Sabtu (30/5).
Persib Selalu Hormati Hak Pemain dan Pelatih

Daisuke Sato. (Bolaskor.com/Gigi Gaga)
Adhit menuturkan, Persib Bandung selalu berkomitmen menjalankan tata kelola sepak bola yang baik dengan berupaya memenuhi seluruh kewajiban kontraktual serta menjalankan setiap proses sesuai regulasi yang berlaku, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Kata Adhit, penghormatan terhadap hak pemain, pelatih, karyawan, mitra, dan seluruh pemangku kepentingan merupakan prinsip yang selalu kami pegang dalam menjalankan klub.
"Saat ini, kami sedang menyelesaikan kewajiban yang menjadi bagian dari keputusan tersebut dan menindaklanjuti seluruh proses administratif yang diperlukan."
"Setelah kewajiban tersebut diselesaikan, kami akan melanjutkan proses sesuai mekanisme yang berlaku di FIFA agar status tersebut dapat ditinjau dan dicabut sebagaimana ketentuan yang berlaku," ujar Adhit.
Minta Bobotoh Tidak Terpengaruh Isu Liar

Tifo Bobotoh menyambut Aremania di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Bandung, Jumat (24/4). (BolaSkor.com/Gigi Gaga)
Adhit juga mengimbau Bobotoh untuk tidak terpengaruh dengan isu-isu yang belum tentu benar.
Menurut Adhit, situasi ini tidak memengaruhi stabilitas maupun arah pengembangan klub. Aktivitas operasional, persiapan tim, serta berbagai agenda strategis yang telah direncanakan tetap berjalan dengan baik dan sesuai target.
"Dalam ekosistem sepak bola profesional global, persoalan administratif maupun sengketa kontraktual dapat terjadi dan merupakan bagian dari dinamika yang dihadapi banyak klub," tuturnya.
:Yang terpenting adalah bagaimana setiap pihak menunjukkan itikad baik, tanggung jawab, dan komitmen untuk menyelesaikannya secara profesional. Itulah yang saat ini sedang dilakukan oleh Persib," ujar Adhit.