Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Premier League

Declan Rice dan Arsenal, Ketika Pemain dan Klub Saling Ubah demi Perubahan

Arsenal menciptakan lebih banyak peluang dan mencetak lebih banyak gol serta kebobolan lebih sedikit.
Yusuf AbdillahYusuf Abdillah - Jumat, 29 Maret 2024
Declan Rice dan Arsenal, Ketika Pemain dan Klub Saling Ubah demi Perubahan
Declan Rice dan Mikel Arteta (twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Ketika Arsenal menghabiskan 100 juta pound untuk gelandang West Ham Declan Rice musim panas lalu, ada pendapat The Gunners telah membayar terlalu mahal.

Namun suara-suara itu mereda ketika pemain internasional Inggris telah membantu membawa Arsenal ke puncak klasemen dengan 10 pertandingan tersisa.

Mungkin ujian terbesarnya akan datang pada Minggu ini ketika mereka mengunjungi rival di pacuan juara, Manchester City, yang juga mencoba untuk menggaet Rice musim panas lalu dan tawaran sebesar 90 juta pound.

The Gunners mungkin berada di puncak, tetapi mereka berada di posisi yang sama setelah 28 pertandingan musim lalu dan gagal menjadi kampiun. Jadi akankah Rice membantu mereka melewati batas? Arsenal, Liverpool dan City hanya terpaut satu poin dalam perebutan gelar tiga arah yang ketat.

Baca Juga:

Declan Rice Memiliki Mental Baja yang Dibutuhkan Arsenal

Declan Rice, Rekrutan Terbaik Arsenal Sejak Dennis Bergkamp

Man City Vs Arsenal: The Gunners Wajib Menang jika Ingin Juara

Jadi apa yang berubah dengan adanya Rice musim ini?

Ada dua area di mana Arsenal berubah musim ini dibandingkan musim lalu: di bawah mistar gawang, dengan David Raya menggantikan Aaron Ramsdale, dan di lini tengah.

Musim lalu trio lini tengah Arsenal yang paling umum adalah kapten Martin Odegaard, Granit Xhaka, dan Thomas Partey.

Rice dan rekannya yang direkrut musim panas Kai Havertz adalah kombo lini tengah yang paling sering digunakan bersama Odegaard kali ini.

Rice telah menjadi starter di setiap pertandingan Premier League sejak kepindahannya, dengan hanya bek tengah William Saliba yang bermain lebih banyak menit di liga daripadanya.

Pemain internasional Inggris ini memiliki akurasi passing terbaik ketiga untuk gelandang di liga untuk tim-tim yang saat ini berada di enam besar.

Dengan akurasi 91 persen dia hanya tertinggal di belakang Yves Bissouma dari Tottenham dan Rodri dari Manchester City (masing-masing 92 persen). Mikel Arteta adalah satu-satunya gelandang Gunners yang memiliki akurasi passing lebih tinggi dalam satu musim Premier League.

Dari gelandang tengah di liga yang bermain 1.000 menit atau lebih, hanya Rodri (14,2) yang lebih sering membawa bola lebih dari lima meter ke depan dibandingkan Rice (10,4) per 90 menit.

Arsenal menciptakan lebih banyak peluang dan mencetak lebih banyak gol serta kebobolan lebih sedikit gol per pertandingan dibandingkan musim lalu.

Namun, pada tahap ini musim lalu – setelah 28 pertandingan – Arsenal mengumpulkan 69 poin, unggul delapan poin dari City di puncak, dibandingkan dengan 64 poin musim ini – di atas Liverpool karena selisih gol.

Mantan bek Liverpool Jamie Carragher, dalam kolom Telegraph awal bulan ini, mengatakan Rice terbukti menjadi sebuah pembeian terbaik.

"Dia bukan gelandang bertahan. Dia gelandang lengkap," ujar mantan bek tengah Inggris itu.

“Saat Arsenal bertandang ke Etihad, mereka akan merasa setara dengan Rodri dari City, yang mampu mendominasi lini tengah utama."

“Jika Arsenal melakukannya, Rice akan dianggap sebagai salah satu pembelian yang paling penting dalam sejarah klub. Dia menjadi bagian terakhir dari teka-teki yang mengubah tim berpotensi menjadi juara.”

Pada Desember, mantan striker Newcastle dan Inggris Alan Shearer di kolom BBC menuliskan: "Jelas The Gunners telah meningkat dibandingkan musim lalu, ketika mereka menekan City hingga beberapa pertandingan terakhir, dan Declan Rice-lah yang membuat perbedaan terbesar."

"Rice telah membuat The Gunners lebih solid dan juga memberi mereka sedikit tambahan kekuatan di lini tengah, tapi semua yang dia lakukan saat menguasai bola juga berkelas atas."

Rice memiliki lebih banyak sentuhan di posisi menyerang dibandingkan musim lalu. Ini tentu terkait dengan kualitas dari West. Ham Arsenal memiliki rata-rata penguasaan bola sebesar 62 persen musim ini, sementara West Ham tidak pernah menguasai 50 persen dalam satu musim bersama Rice.

Sebagai hasil dari semua ini, Rice mencetak lebih banyak gol dan memberikan assist lebih banyak untuk rekan satu timnya dibandingkan sebelumnya.

Enam golnya di Premier League dan lima assist sudah lebih tinggi dari yang ia capai di musim mana pun bersama West Ham.

"Mikel ingin (posisi) enam dan delapan miliknya bermain sangat berbeda. Ketika bermain delapan, terkadang saya menjadi yang paling ke depan di lapangan dan hal itu aneh bagi saya. Saya telah mengatakan bahwa menurut saya posisi enam adalah yang terbaik."

Banyak statistik pertahanan Rice – seperti penguasaan bola dan intersepsi – lebih tinggi musim lalu. Dan serangannya, seperti tembakan dan sentuhan di kotak lawan, lebih tinggi di musim ini.

Kontribusinya semakin meningkat seiring berjalannya musim, hanya melakukan tiga tendangan sudut dalam 20 pertandingan pertama - sebelum menjadi salah satu spesialis bola mati Arsenal.

Duel melawan Manchester City juga akan menjadi ajang pembuktian. Pasalnya, Rice acap disamakan dengan Rodri di Man City. Bahkan Rice pun berpendapat demikian.

"Anda lihat Rodri di City, yang mungkin yang terbaik, selalu berada di tengah lapangan, menghubungkan pemain belakang dan depan. Semakin sering saya bermain di bawah asuhan Mikel, saya semakin baik setiap saat."

Premier League Arsenal Declan Rice Mikel Arteta Breaking News

Yusuf Abdillah

Jurnalis olahraga dan editor senior dengan spesialisasi sepak bola dunia. Pengalaman di media lebih dari 15 tahun. Lulusan Universitas Indonesia. Mengawali karier sebagai reporter di Tabloid Soccer (Kompas Gramedia Group). Sebelum bergabung dengan BolaSkor.com, pernah berkarier di beberapa media besar Indonesia seperti BeritaSatu dan Suara.com. Pernah meliput beberapa event besar seperti UEFA Euro 2008.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Piala Dunia
Bak Pandit Sepak Bola, Donald Trump Ikutan Kritik Taktik Thomas Tuchel
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempertanyakan keputusan Thomas Tuchel mengubah pendekatan tim menjadi terlalu defensif saat sudah unggul.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 18 Juli 2026
Bak Pandit Sepak Bola, Donald Trump Ikutan Kritik Taktik Thomas Tuchel
Ragam
Fakta Unik Piala Dunia, Peraih Sepatu Emas Lebih Sering Gagal Juara
Sejak turnamen pertama digelar, hanya dua pemain yang berhasil meraih Sepatu Emas sekaligus membawa negaranya menjadi juara dunia.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 18 Juli 2026
Fakta Unik Piala Dunia, Peraih Sepatu Emas Lebih Sering Gagal Juara
Liga Indonesia
League Cup Mulai 3 November 2026, I.League Umumkan Kalender Kompetisi 2026-2027 Terbaru
Penantian panjang pecinta sepak bola tanah air soal kompetisi League Cup akhirnya terjawab. Turnamen tersebut akan bergulir 3 November 2026.
BolaSkor - Sabtu, 18 Juli 2026
League Cup Mulai 3 November 2026, I.League Umumkan Kalender Kompetisi 2026-2027 Terbaru
Piala Dunia
Final Piala Dunia 2026: Spanyol Harus Waspadai Statistik Mengerikan Argentina
Argentina datang ke final Piala Dunia 2026 bukan hanya dengan status juara bertahan, tetapi juga membawa statistik yang membuat lawan harus selalu waspada hingga peluit akhir berbunyi.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 18 Juli 2026
Final Piala Dunia 2026: Spanyol Harus Waspadai Statistik Mengerikan Argentina
Piala Dunia
Presiden Argentina Javier Milei Absen di Final Piala Dunia 2026, Pilih Pertahankan Ritual Pembawa Hoki
Presiden Argentina Javier Milei dipastikan tidak akan hadir langsung menyaksikan final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol yang berlangsung pada Senin (20/7) dini hari WIB.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 18 Juli 2026
Presiden Argentina Javier Milei Absen di Final Piala Dunia 2026, Pilih Pertahankan Ritual Pembawa Hoki
Ragam
Kilas Balik Piala Dunia: Ketika Debutan Kroasia Tampil Ngotot di Perebutan Peringkat Ketiga
Kroasia menandai debut mereka di Piala Dunia dengan merebut peringkat ketiga.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 18 Juli 2026
Kilas Balik Piala Dunia: Ketika Debutan Kroasia Tampil Ngotot di Perebutan Peringkat Ketiga
Piala Dunia
Final Piala Dunia 2026 Dibayangi Kabut Asap, Kualitas Udara Jadi Sorotan Jelang Spanyol vs Argentina
Jelang laga final Piala Dunia 2026 di New York, penyelenggara dihadapkan pada ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan di Kanada.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 18 Juli 2026
Final Piala Dunia 2026 Dibayangi Kabut Asap, Kualitas Udara Jadi Sorotan Jelang Spanyol vs Argentina
Ragam
5 Pertandingan Perebutan Peringkat Ketiga Paling Seru di Piala Dunia
Berikut lima pertandingan perebutan tempat ketiga paling seru yang pernah terjadi dalam sejarah Piala Dunia.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 18 Juli 2026
5 Pertandingan Perebutan Peringkat Ketiga Paling Seru di Piala Dunia
MotoGP
Mario Aji dan Veda Ega Riding di Jakarta Sambil Sapa Penggemar
Keseruan ini dimulai dari Hotel Artotel, Senayan, Jakarta Selatan hingga Anjungan Sarinah, Jakarta Pusat pada Jumat (17/7) sore WIB.
Tengku Sufiyanto - Jumat, 17 Juli 2026
Mario Aji dan Veda Ega Riding di Jakarta Sambil Sapa Penggemar
Piala Dunia
Nimbus Si Kucing Ramal Pemenang Prancis vs Inggris
Nimbus, si kucing peramal Piala Dunia 2026, memprediksi Prancis akan mengalahkan Inggris pada perebutan tempat ketiga. Simak hasil ramalan, akurasi Nimbus, dan prediksi Superkomputer Opta.
Johan Kristiandi - Jumat, 17 Juli 2026
Nimbus Si Kucing Ramal Pemenang Prancis vs Inggris
Bagikan