Cerita Raphael Varane soal Gegar Otak yang Berpotensi Berakhir Fatal
BolaSkor.com - Bek asal Prancis berusia 30 tahun, Raphael Varane, sudah 'kenyang' akan kesuksesan yang diraihnya bersama Real Madrid dan timnas Prancis. Kendati berpengalaman dan berkualitas, Varane juga rawan cedera.
Riwayat cedera Varane kian parah sejak gabung Manchester United dengan beberapa cedera yang dideritanya seperti cedera kaki, pangkal paha, hamstring, otot, engkel.
Di antara cedera yang pernah dialaminya di Man United, salah satunya dapat berakhir fatal yakni gegar otak. Kepada media Prancis, L'Equipe, Varane bercerita pernah mengalami rasa lelah yang abnormal (tidak normal).
Akibatnya pada dua laga Varane merasa ada gejala gegar otak, memaksanya untuk ditarik keluar.
Baca Juga:
Sudah Makanan Sehari-hari, Erik Ten Hag Tidak Peduli Digosipkan Akan Dipecat Man United
Kemenangan Man United Buyar pada Menit Akhir, Erik Ten Hag Akui Brentford Lebih Baik
"Selama pertandingan, saya melakukan serangkaian sundulan, dan pada hari-hari berikutnya saya merasakan kelelahan yang tidak normal serta kelelahan mata yang parah," terang Varane.
"Saya melaporkan kepada staf bahwa saya tidak fit untuk bermain dan mereka sangat menyarankan agar saya tidak bermain."
"Saya menjalani tes dari dokter, yang hasilnya diteruskan ke staf dan saya tidak bermain pada pertandingan berikutnya."
"Tetapi jika saya tidak meminta untuk mengikuti tes ini, saya mungkin berada pada susunan pemain beberapa hari kemudian dan, sejujurnya, saya merasa tidak enak karena tidak memainkan pertandingan berikutnya karena migrain."
Bukan di musim ini saja Varane merasakan efek gegar otak, itu terjadi juga pada 2014 saat ia bermain dengan cedera kepala di Piala Dunia. Melihat balik situasi tersebut, Varane tahu betapa pentingnya kesadaran akan gegar otak yang bisa berakibat fatal.
"Saya tidak akan melewatkan perempat final Piala Dunia karena saya sedikit lelah," tambah Varane.
"Saya merasakan kelelahan mata. Melihat ke belakang, saya berkata pada diri sendiri, 'Jika saya tahu itu gegar otak, apakah saya akan mengatakannya, meskipun itu berarti saya tidak memainkan pertandingan ini'?"
"Staf bertanya-tanya apakah saya cocok. Saya diremehkan, tetapi pada akhirnya saya bermain dan cukup baik, bahkan jika saya kalah dalam duel melawan (Mats) Hummels (untuk gol kemenangan Jerman)."
"Apa yang kita tidak akan pernah tahu adalah apa yang akan terjadi jika saya terkena benturan lain di kepala. Ketika Anda mengetahui bahwa gegar otak yang berulang-ulang mempunyai dampak yang berpotensi fatal, Anda mengatakan pada diri sendiri bahwa segala sesuatunya bisa menjadi sangat buruk," urainya.
Arief Hadi
16.363
Berita Terkait
5 Pemain yang Gagal Berganti Klub pada Akhir Bursa Transfer Musim Dingin 2026
Rekap Transfer Manchester United pada Musim Dingin 2026: Setan Merah Berpuasa
Michael Carrick Bawa Manchester United Menang Terus, Manajemen Justru Kelimpungan
Uang yang Harus Dikeluarkan Manchester United jika Ingin Membajak Cole Palmer dari Chelsea
Marcus Rashford Tegaskan Pantang Kembali ke Manchester United Meski Diinginkan Michael Carrick
Sihir Michael Carrick di Manchester United Berlanjut, Tidak Panik Ketika Skor Imbang
Klasemen Terkini Premier League: Manchester United Kembali ke Empat Besar, Manchester City Semakin Sulit Kejar Arsenal
Hasil Premier League: Bungkam Fulham 3-2, Manchester United Menang Tiga Kali Beruntun di Era Michael Carrick
Michael Carrick Dukung Protes Anti-Glazer yang Dilakukan Suporter Manchester United
Sisca Saras Eks JKT48 Yakin King MU Bangkit Usai Menang atas Man City dan Arsenal