BolaSkor.com - Pelatih kepala Como 1907, Cesc Fabregas, disandingkan dengan legenda Barcelona, Johan Cruyff usai membawa klubnya mencatatkan sejarah membanggakan.
Como melakoni debut mereka di Liga Champions dengan meraih kemenangan telak 4-1 atas RB Leipzig. Kesuksesan itu melanjutkan perjalanan gemilang tim berjuluk I Lariani itu.
Baca Juga:
Como Jadi Anomali pada Matchday 1 League Phase Liga Champions 2026/2027
Padahal, musim lalu Como juga baru saja kembali ke kasta tertinggi kompetisi sepak bola Italia, Serie A. Hanya butuh semusim, I Lariani langsung finis di posisi keempat dan berhak mendapatkan tiket untuk tampil di Liga Champions.
Salah satu sosok kunci keberhasilan Como itu ialah Fabregas yang mampu menjadi nahkoda yang membawa klub itu melangkah hingga titik ini.
Pujian Tinggi dari Presiden Como
Presiden Como, Mirwan Suwarso (Foto: Football-Italia)
Presiden Como, Mirwan Suwarso, memberikan pujian tinggi kepada sang pelatih. Dia bahkan menyamakan Fabregas dengan Johan Cruyff yang pada masa lampau sukses merevolusi Barcelona menjadi salah satu klub terbaik di dunia.
Bagi kami, dia (Fabregas) adalah sosok yang sama seperti Johan Cruyff bagi Barcelona,
ungkap Mirwan saat diwawancarai Movistar Plus.
"Saya harap dia melebihinya. Fabregas membawa kami sampai pada capaian saat ini," tambahnya.
Menurut Mirwan, salah satu pelajaran yang sangat berarti dari Fabregas bagi Como ialah soal kepercayaan tinggi.
Baca Juga:
Presiden Como Asal Indonesia Beberkan Cara Klub Bersaing dengan Hingar Bingar Premier League
"Dia mengajarkan kami untuk percaya, bermimpi tinggi, dan dia mampu membuktikan bahwa semua bisa terjad jika kami menginginkannya," terangnya.
Cesc Fabregas Enggan Jemawa

Cesc Fabregas (X/InterMilanFRA)
Sementara itu, meski mendapatkan pujian dari berbagai pihak, Fabregas memilih untuk tetap fokus dan tidak ingin besar kepala.
Baca Juga:
Kisah Cinderella Como, dari Serie D ke Panggung Tertinggi Liga Champions
Kami adalah klub muda yang melangkah sedikit terlalu cepat. Kami harus beradaptasi,
ungkap Fabregas.
"Saya adalah seorang pemimpi. Karier sepak bola saya datang dari keinginan untuk terus memperbaiki diri sendiri."
"Terima kasih karena selalu ingin lebih. Ini yang saya coba berikan kepada anak-anak ini," pungkasnya.