Anfield, Liverpool, dan Kenangan indah Sven-Goran Eriksson
BolaSkor.com - Baru-baru ini ada laga amal di Anfield antara tuan rumah, Liverpool melawan Ajax Amsterdam. Pertandingan itu dihelat di kala liga tengah rehat pada jeda internasional Maret. Laga itu pun cukup spesial.
Liverpool menang 4-2 melalui gol Gregory Vignal, Djibril Cisse, Nabil El Zhar, dan Fernando Torres. Tapi, kemenangan bukan poin utama dari pertandingan amal yang dihadiri legenda serta mantan pemain kedua klub.
Laga itu menjadi hiburan bagi fans yang menyaksikannya, nostalgia sesaat dengan melihat duet Torres-Steven Gerrard, dan juga menjadi pertandingan yang sangat spesial bagi pelatih berusia 76 tahun, Sven-Goran Eriksson.
Eriksson didiagnosa dengan kanker stadium akhir pada Januari lalu. Ia mendapatkan kesempatan spesial menjadi pelatih Liverpool pada laga tersebut. Bagi Eriksson, pertandingan di Anfield dan melatih Liverpool - meski hanya uji coba - adalah mimpi jadi nyata.
Baca Juga:
6 Pemain Liverpool yang Berpeluang Hengkang di Akhir Musim Mengikuti Jurgen Klopp
Southgate Akan Dipandang bak Hodgson di Liverpool jika Melatih Manchester United

"Saya pikir semua orang adalah pemenang hari ini dan itu indah, benar-benar fantastis, luar biasa - semuanya mulai dari You'll Never Walk Alone dan sisa pertandingan, dan kemenangan yang bagus - kami tertinggal 2-0 dan menang 4-2!" papar Eriksson dikutip dari laman resmi Liverpool.
"Saya menangis (selama lagu You'll Never Walk Alone diputar). (Itu) kenangan seumur hidup."
Berada di Anfield yang dipadati penonton, diiringi lagu You'll Never Walk Alone, Eriksson emosional dan tak bisa menahan tangis. Ia berterimakasih kepada Liverpool karena mendapatkan kesempatan spesial tersebut.
"Duduk di bangku cadangan untuk Liverpool, itu adalah impian saya sepanjang hidup. Sekarang hal itu terjadi, dan itu adalah hari yang indah dalam segala arti," tambah Eriksson.
"Penonton, permainan, para pemain, segalanya, fantastis, dan terima kasih kepada Liverpool atas memberi saya kesempatan ini, untuk mengundang saya ke pertandingan penting ini - ini bukan soal poin, tapi pentingnya pertandingan ini luar biasa."
"Penuh emosi, air mata mengalir. Itu adalah klub impian saya sepanjang hidup saya - bahkan ketika saya masih bermain di Inggris, saya juga mendukung Liverpool, tetapi saya tidak bisa mengatakannya saat itu."
"Ini adalah akhir yang bagus, untuk menyelesaikannya bersama Liverpool, tidak ada yang lebih baik dari itu," pungkas Eriksson.
Sepanjang kariernya, Eriksson mulai melatih dari 1977 dan terakhir membesut timnas Filipina pada 2019. Eriksson namanya tenar ketika melatih AS Roma, Fiorentina, Lazio, timnas Inggris, dan Manchester City.
Arief Hadi
16.195
Berita Terkait
5 Fenomena Pembunuh Raksasa Terbesar dalam Sejarah Piala FA
Dihujani Hujatan, Gabriel Martinelli Minta Maaf
Klasemen Terkini Premier League Usai Arsenal Gagal Tekuk Liverpool: Jarak Kini Jadi Enam Poin
Imbang Lawan Liverpool, Arsenal Layak Diapresiasi Tanpa Kekalahan Sejak Natal
Pertama dari 600 Pertandingan, Liverpool Tak Punya Satu Pun Peluang Tepat Sasaran di Laga Premier League
Memalukan, Sikap Gabriel Martinelli saat Mendorong Conor Bradley yang Cedera
Hasil Pertandingan: AC Milan Imbang, Arsenal Urung Menjauh dari Kejaran Manchester City
Jadwal Live Streaming Premier League Arsenal vs Liverpool, Kick-off Jumat (09/01) Pukul 03.00 WIB
Perburuan Bek Tengah Berlanjut, Joe Gomez Masuk Daftar Belanja AC Milan
Hadapi Liverpool, Arsenal Harus Tampil Luar Biasa Sepanjang Laga