7 Duel Kunci yang Berpotensi Menentukan Laga Perempat Final Liga Champions

Arief HadiArief Hadi - Selasa, 09 April 2024
7 Duel Kunci yang Berpotensi Menentukan Laga Perempat Final Liga Champions
Kyle Walker vs Vinicius Junior (Twitter)

BolaSkor.com - Leg satu perempat final Liga Champions akan dimainkan tengah pekan ini. Empat pertandingan yang berlangsung terjadi antara Arsenal vs Bayern Munchen, Manchester City vs Real Madrid, Borussia Dortmund vs Atletico Madrid, Paris Saint-Germain vs Barcelona.

Beberapa fakta menarik turut mewarnai pertandingan leg satu perempat final Liga Champions, seperti reuni mantan, atau pengalaman di masa lalu saat bertemu satu sama lain sebagai lawan.

Duel Man City kontra Madrid juga menarik, sebab laga nanti jadi pertemuan ketiga beruntun dan keduanya saling mengalahkan di dua edisi sebelumnya. Uniknya, tim pemenang juga selalu jadi juara Liga Champions.

Baca Juga:

Liga Champions: Respek Arsenal kepada Harry Kane

Liga Champions: Keunggulan Real Madrid atas Manchester City

Liga Champions: Jude Bellingham Dapat Jadi Pembeda pada Laga Real Madrid Vs Manchester City

Detail-detail kecil akan jadi pembeda dalam pertandingan perempat final Liga Champions. Terutamanya duel kunci yang berpotensi menentukan hasil akhir. Berikut tujuh duel kunci tersebut.

1. William Saliba Vs Harry Kane (Arsenal Vs Bayern Munchen)

Legenda Tottenham Hotspur, Harry Kane, sudah familiar dengan Arsenal dan ia sudah membukukan 14 gol ke gawang The Gunners. Performa Bayern secara kolektif tak meyakinkan, tetapi keran gol Kane musim ini tak terbendung.

Menghentikan Kane akan jadi kewajiban untuk pertahanan Arsenal. Tugas itu akan diemban bersama duet bek Arsenal, William Saliba dan Gabriel Magalhaes. Pertahanan Arsenal, juga dengan serangan mereka, jadi yang terbaik sejauh ini di liga.

2. Jamal Musiala Vs Martin Odegaard (Arsenal Vs Bayern Munchen)

Dua gelandang serang dengan gaya bermain yang berbeda. Martin Odegaard, kapten Arsenal, visioner dengan caranya mendistribusikan bola selain juga memiliki kualitas teknik dan operan bola terukur.

Sementara Jamal Musiala tipe pemain yang mengandalkan kualitas teknik untuk melewati lawan, membuka celah bagi pemain lainnya. Siapa pun yang dapat mengeluarkan potensi terbaiknya di laga nanti akan jadi pembeda.

3. Vinicius Junior Vs Kyle Walker (Real Madrid Vs Manchester City)

Pergerakan Vinicius Junior di sisi kanan pertahanan lawan selalu jadi momok, tidak terkecuali saat melawan Manchester City nanti. Tugas mengawal Vinicius akan diberikan kepada full-back asal Inggris, Kyle Walker.

Soal kecepatan, Walker memilikinya dan duel di antara keduanya akan seru dinanti.

4. Erling Haaland Vs Antonio Rudiger (Real Madrid Vs Manchester City)

Menghentikan Erling Haaland, pendulang gol Man City, tidaklah mudah. Acapkali Haaland tidak terlihat pergerakannya, tetapi tiba-tiba mengonversi peluang dari rekan setimnya menjadi gol - terutamanya dari Kevin De Bruyne.

Menghentikan suplai bola kepada Haaland akan menjadi tugas bek Madrid yang pernah membela Chelsea, Antonio Rudiger. Duel fisik keduanya akan jadi sajian menarik laga nanti.

5. Kylian Mbappe Vs Jules Kounde (Paris Saint-Germain Vs Barcelona)

Kecepatan, pergerakan dengan atau tanpa bola, serta penyelesaian akhir Kylian Mbappe akan jadi perhatian khusus FC Barcelona. Pertahanan mereka tak bisa sedikit pun memberikan ruang kepada kapten timnas Prancis tersebut.

Barcelona dapat mengandalkan kompatriot Mbappe yang sudah mengenalnya di timnas Prancis, Jules Kounde, untuk menghentikannya.

6. Lamine Yamal Vs Nuno Mendes (Paris Saint-Germain Vs Barcelona

Salah satu kekuatan Barcelona ada pada sisi sayap serangan. Pada area itu mereka punya produk La Masia, Lamine Yamal, yang dapat mengancam pertahanan PSG khususnya di sisi kiri.

Lucas Hernandez atau Nuno Mendes dapat bermain untuk menjaganya, tetapi Mendes berpeluang diturunkan mengingat ia punya kecepatan bagus untuk mengimbangi Yamal.

7. Antoine Griezmann Vs Mats Hummels (Atletico Madrid Vs Borussia Dortmund)

Berpengalaman dan memiliki kualitas teknik. Antoine Griezmann, 33 tahun, akan diandalkan Atletico untuk membongkar pertahanan Dortmund yang dikawal bek veteran asal Jerman, Mats Hummels.

Griezmann tidak akan bergerak statis di tengah kotak penalti Dortmund, tetapi ia juga dapat membuka ruang bagi rekan setim. Hummels akan sangat fokus menjaganya.

Trivia Sepak Bola Liga Champions Arsenal Bayern munchen Real Madrid Manchester City PSG Barcelona
Ditulis Oleh

Arief Hadi

Posts

12.364

Bagikan