5 Duel Inter Milan Vs Juventus yang Penuh Drama

Inter Milan dan Juventus memiliki sejarah rivalitas yang panjang.
Taufik HidayatTaufik Hidayat - Kamis, 14 Januari 2021
5 Duel Inter Milan Vs Juventus yang Penuh Drama
Inter Milan vs Juventus (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Lanjutan Serie A 2020-2021 akhir pekan ini akan dipanaskan dengan duel Inter Milan kontra Juventus. Kedua tim memiliki sejarah rivalitas yang panjang.

Duel kedua tim sering disebut sebagai Derby d'Italia. Hal itu karena Juventus dan Inter dulu menjadi dua tim yang belum pernah terdegradasi dari Serie A.

Namun kesakralan makna Derby d'Italia menjadi berkurang setelah Juventus didegradasi karena kasus Calciopoli pada musim panas 2006. Namun rivalitas kedua tim justru kian memanas setelah itu.

Baca Juga:

Juventus Lakoni Perpanjangan Waktu, Andrea Pirlo Dapat pelajaran Baru

Hasil Laga Kompetisi Eropa: Juventus Lolos, Manchester City ke Tiga Besar

4 Alasan Derby d'Italia Kembali Seru

Saat terdegradasi, Juventus menyimpan dendam tersendiri kepada Inter. Hal itu karena dua Scudetto mereka dicopot dan salah satunya diberikan kepada Inter.

Nerazzurri juga sama sekali tak terseret kasus ini. Apalagi Inter juga membajak dua pemain Juventus yaitu Zlatan Ibrahimovic dan Patrick Vieira.

Terlepas dari berbagai kontroversi terkait kasus Calciopoli, duel Inter kontra Juventus kerap menghadirkan drama. Berikut lima pertandingan contohnya:

1. Juventus 1-0 Inter Milan (26 April 1998)

Salah satu Derby d'Italia terseru terjadi pada 26 April 1998 di Stadion Delle Alpi. Saat itu Inter bertandang ke markas Juventus ketika Serie A 1997-1998 tersisa empat pekan.

Kedua tim tengah bersaing sengit untuk merebut Scudetto. Sebelum pertandingan, Inter hanya tertinggal satu poin dari Juventus.

Drama terjadi pada menit ke-70 saat Juventus yang tengah unggul 1-0 mendapat hadiah penalti karena Alessandro Del Piero dilanggar di kotak terlarang. Para pemain kompak melakukan protes kepada sang pengadil, Piero Ceccarini.

Apa yang dilakukan para pemain Inter menjadi wajar karena beberapa detik sebelumnya, wasit tidak memberikan penalti kepada mereka meski Ronaldo dilanggar di kotak penalti dengan cara yang mirip.

Pada akhirnya, penalti tetap diberikan kepada Juventus. Namun eksekusi Del Piero mampu dihentikan menggunakan kaki oleh Gianluca Pagliuca.

Inter tetap kalah dalam pertandingan tersebut. La Beneamata juga pada akhirnya harus merelakan Scudetto jatuh ke tangan Juventus.


2. Inter Milan 2-2 Juventus (9 Maret 2002)

Salah satu persaingan tersengit antara Inter Milan dan Juventus tersaji pada musim 2001-2002. Kedua tim memang berburu Scudetto hingga pekan terakhir.

Bukti nyata seimbangnya kekuatan kedua tim terjadi pada laga yang berlangsung pada 9 Maret 2002. Inter menjamu Juventus di Giuseppe Meazza.

Dalam pertandingan ini, Inter mampu mencetak gol cepat pada menit keenam yang diciptakan Clarence Seedorf. Namun Juventus mampu membalasnya tujuh menit berselang setelah David Trezeguet menjebol gawang Francesco Toldo.

Sembilan menit jelang waktu normal berakhir, para suporter Inter terdiam. Igor Tudor membawa tim tamu berbalik unggul melalui sundulan kepala.

Di saat Juventus seperti akan memenangi pertandingan, Seedorf tampil sebagai pahlawan Inter. Tendangan roketnya pada masa injury time menembus jala gawang Gianluigi Buffon sehingga laga berakhir 2-2.


3. Inter Milan 1-1 Juventus (18 Oktober 2002)

Duel Inter Milan kontra Juventus pada 18 Oktober 2002 menjadi salah satu Derby d'Italia dengan akhir paling dramatis sepanjang sejarah. Meskipun laga ini belum terlalu krusial karena terjadi di awal musim.

Jual beli serangan tersaji sejak awal pertandingan. Namun kedua tim gagal memanfaatkan peluang yang ada untuk mencetak gol.

Drama terjadi jelang waktu normal berakhir. Juventus mendapat hadiah penalti setelah Mauro Camoranesi terjatuh di kotak terlarang.

Pemain Inter menuduh Camoranesi melakukan diving. Namun Pierluigi Collina sebagai pengadil yang bertugas enggan mengubah keputusannya.

Del Piero yang maju sebagai eksekutor sukses memperdaya Francesco Toldo. Namun drama tidak berhenti sampai di situ.

Pada menit terakhir masa injury time, Inter mendapat sepak pojok. Momen itu dimanfaatkan Toldo untuk meninggalkan gawangnya menuju kotak penalti Juventus.

Toldo akhirnya menjadi pahlawan Inter karena mampu menjebol gawang Juventus dengan lutut memanfaatkan kemelut dari sepak pojok. Skor 1-1 bertahan hingga pertandingan usai.


4. Inter Milan 2-2 Juventus (28 November 2004)

Inter Milan melakukan sebuah comeback saat menjamu Juventus pada ajang Serie A 2004-2005 di Giuseppe Meazza, 28 November 2004. Kedua tim mengakhiri laga dengan skor imbang 2-2.

Namun Inter harus tertinggal dua gol lebih dulu di pertandingan ini. Marcelo Zalayeta membawa Juventus unggul pada menit ke-53.

Berselang 13 menit kemudian, Juventus mendapat hadiah penalti. Zlatan Ibrahimovic yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna.

Tak mau mengecewakan para suporter yang memenuhi stadion, Inter terus berusaha mencetak gol balasan. Usaha mereka baru membuahkan hasil pada menit ke-79 lewat aksi Christian Vieri yang masuk sebagai pengganti.

Lima menit jelang waktu normal berakhir, Inter sukses menyamakan kedudukan lewat sontekan Adriano. Kemenangan Juventus yang sudah di depan mata pun terpaksa buyar.


5. Inter Milan 1-2 Juventus (22 Maret 2008)

Duel yang berlangsung pada 22 Maret 2008 merupakan salah satu momen menarik sepanjang sejarah Derby d'Italia. Itu merupakan pertemuan pertama Inter dan Juventus pasca kasus Calciopoli.

Aroma kebencian kental menyelimuti Juventus. Si Nyonya Tua tentu ingin membalas dendam kepada Inter setelah terdegradasi ke Serie B dan dua Scudetto-nya dicopot.

Sayang, ambisi Juventus kurang didukung dengan kualitas pemain yang memadai. Inter mampu memimpin lebih dulu lewat sepakan Julio Cruz pada menit ke-41.

Juventus baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-77 lewat Mauro Camoranesi. Skor imbang 1-1 bertahan hingga laga usai dan pembalasan dendam Si Nyonya Tua harus tertunda.

Juventus Inter Milan Serie a Derby d'Italia Trivia Sepak Bola Breaking News

Taufik Hidayat

Agen rahasia yang menyamar jadi kuli tinta.
Show More

Berita Terkait

Italia
Bukan Mancini, Ternyata Conte yang Diharapkan Jadi Pelatih Timnas Italia
Presiden Serie A ungkap klub-klub Italia sebenarnya lebih menginginkan Antonio Conte ketimbang Roberto Mancini untuk jadi pelatih Timnas Italia.
Gazza Roosaryatama - Senin, 24 Agustus 2026
Bukan Mancini, Ternyata Conte yang Diharapkan Jadi Pelatih Timnas Italia
Italia
Kemenangan Saja Tidak Cukup untuk AC Milan
AC Milan menang 2-1 atas Torino pada laga pembuka Serie A. Ruben Amorim menegaskan kemenangan saja tidak cukup dan masih banyak yang harus dibenahi.
Arief Hadi - Senin, 24 Agustus 2026
Kemenangan Saja Tidak Cukup untuk AC Milan
Liga Indonesia
Pesan Eks Ajudan Presiden SBY Usai Persija Ditempa 2 Pekan di Thailand Jelang Super League 2026/2027
Eks ajudan Presiden SBY, Ardhi Tjahjoko, mengirim pesan penting untuk skuad Persija Jakarta setelah merampungkan TC dua pekan di Thailand jelang Super League 2026/2027.
Rizqi Ariandi - Senin, 24 Agustus 2026
Pesan Eks Ajudan Presiden SBY Usai Persija Ditempa 2 Pekan di Thailand Jelang Super League 2026/2027
Liga Indonesia
The Jakmania Ingin Jakarta Kondusif di Tengah Demo Jelang Persija vs Persib
The Jakmania berharap Jakarta tetap kondusif di tengah maraknya demonstrasi agar perizinan laga Persija Jakarta vs Persib Bandung di SUGBK pada 12 September 2026 tidak terganggu.
Rizqi Ariandi - Senin, 24 Agustus 2026
The Jakmania Ingin Jakarta Kondusif di Tengah Demo Jelang Persija vs Persib
Inggris
Superkomputer Opta Prediksi Skor Fulham vs Chelsea: The Blues Bawa Pulang Tiga Poin
Prediksi superkomputer Opta Fulham vs Chelsea di Premier League 2026/27. Cek peluang kemenangan Chelsea, hasil simulasi, dan prediksi skor!
Johan Kristiandi - Senin, 24 Agustus 2026
Superkomputer Opta Prediksi Skor Fulham vs Chelsea: The Blues Bawa Pulang Tiga Poin
Prediksi
Prediksi Skor dan Link Streaming AS Roma vs Fiorentina: Mencari Start Mulus
Prediksi AS Roma vs Fiorentina di Serie A 2026/27. Simak statistik, head to head, susunan pemain, dan prediksi skor Giallorossi vs La Viola.
Johan Kristiandi - Senin, 24 Agustus 2026
Prediksi Skor dan Link Streaming AS Roma vs Fiorentina: Mencari Start Mulus
Liga Indonesia
Daftar Pemain Brisbane Roar untuk Hadapi Dewa United dan Persija, Live di TV Nasional
Brisbane Roar membawa 26 pemain untuk menghadapi Dewa United dan Persija Jakarta dalam tur pramusim di Indonesia, termasuk satu rekrutan baru.
Rizqi Ariandi - Senin, 24 Agustus 2026
Daftar Pemain Brisbane Roar untuk Hadapi Dewa United dan Persija, Live di TV Nasional
Liga Dunia
Sempat Diisukan ke Persija atau Persib, Joey Pelupessy Bantu Klubnya Menang Perdana di Liga Pro Belgia
Joey Pelupessy tampil solid selama 90 menit saat Lommel SK menang 4-0 atas Westerlo. Sebelumnya, ia sempat dikaitkan dengan Persija dan Persib.
Rizqi Ariandi - Senin, 24 Agustus 2026
Sempat Diisukan ke Persija atau Persib, Joey Pelupessy Bantu Klubnya Menang Perdana di Liga Pro Belgia
Inggris
5 Statistik Menarik Fulham vs Chelsea: Laga Pembuka Tidak Bersahabat
5 statistik menarik Fulham vs Chelsea di pekan pertama Premier League 2026/27. Ada rekor buruk laga pembuka dan debut Xabi Alonso!
Johan Kristiandi - Senin, 24 Agustus 2026
5 Statistik Menarik Fulham vs Chelsea: Laga Pembuka Tidak Bersahabat
Inggris
Carlos Baleba Datang, Begini Tampilan Lini Tengah Terkuat Manchester United
Carlos Baleba segera merapat ke Manchester United. Seperti apa lini tengah terkuat MU bersama Bruno Fernandes, Tielemans, dan Baleba? Simak prediksinya!
Johan Kristiandi - Senin, 24 Agustus 2026
Carlos Baleba Datang, Begini Tampilan Lini Tengah Terkuat Manchester United
Bagikan