BolaSkor.com – Panggung Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi tempat unjuk gigi bagi para pesepak bola senior.
Babak 16 besar turnamen kali ini justru menjadi saksi runtuhnya dominasi pemain tua oleh performa memikat para talenta muda.
FIFA secara resmi merilis beberapa nama yang memperkuat keunggulan mereka untuk meraih penghargaan FIFA Young Player Award atau Pemain Muda Terbaik.
Baca Juga:
Berang, Mesir Tuding Lionel Messi dkk Dibantu Wasit di Piala Dunia 2026
Penghargaan prestisius ini dikhususkan bagi para pemain terbaik yang lahir pada atau setelah 1 Januari 2005. Berikut daftar pemain-pemain yang berpeluang memenanginya:
1. Ayyoub Bouaddi (Maroko)
Pemain Lille ini menjadi motor serangan cerdas yang mengatur ritme permainan timnas Maroko hingga berhasil menembus babak perempat final.
Kecerdasan Bouaddi, 18 tahun, terbukti nyata baik di dalam maupun di luar lapangan hijau.
Di luar sepak bola, ia memenangi lomba pidato pada usia 15 tahun, lulus ujian kelulusan sekolah pada usia 16 tahun, dan kini tengah menempuh studi matematika.
Ketenangan berpikirnya berpadu sempurna dengan kekuatan fisik yang sukses meredam tuan rumah Kanada (3-0) di fase 16 besar. Tidak heran apabila Bouaddi diincar banyak klub Eropa.
2. Desire Doue (Prancis)
Winger Paris Saint-Germain (PSG) ini terus mencuri perhatian di skuad Prancis meskipun timnya dipenuhi bintang besar seperti Kylian Mbappe.
Desire Doue, 21 tahun, tercatat telah tampil sebagai starter dalam tiga dari lima pertandingan Les Bleus.
Doue sukses mengemas satu gol dan menjadi sosok kunci yang memenangi penalti penentu saat Prancis menumbangkan Paraguay.
Performa apiknya di Piala Dunia menjadi kelanjutan dari keberhasilannya menyabet penghargaan Pemain Muda Terbaik Ligue 1 dua musim beruntun.
3. Nico O'Reilly (Inggris)
Di kubu Inggris, Nico O'Reilly bertransformasi menjadi pilihan utama yang tidak tergantikan di posisi bek kiri di bawah asuhan Thomas Tuchel.
Pemain muda Manchester City ini selalu tampil sejak menit awal dalam empat dari lima kemenangan yang diraih The Three Lions.
Statistik mencatat O'Reilly berada di posisi tiga besar dalam akurasi operan dan peringkat kedua untuk tekel sukses di skuad Inggris.
O'Reilly, 21 tahun, bahkan nyaris mencetak gol debutnya andai bola sepakannya tidak membentur tiang gawang saat melawan Meksiko.
4. Lamine Yamal (Spanyol)
Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, harus mengelola menit bermain Lamine Yamal dengan sangat hati-hati pasca cedera hamstring.
Meski sempat turun dari bangku cadangan di laga perdana, wonderkid Barcelona berusia 18 tahun ini selalu menjadi starter pada laga-laga berikutnya.
Setelah mencetak gol ke gawang Austria di babak 32 besar, Yamal akhirnya tampil penuh 90 menit saat Spanyol menumbangkan Portugal.
Kelincahan dan magisnya di lapangan diprediksi akan menjadi senjata mematikan bagi La Roja di babak perempat final.