BolaSkor.com – Pelatih timnas Mesir, Hossam Hassan, melontarkan pernyataan mengejutkan pasca timnya tersingkir dari Piala Dunia 2026.
Mesir harus menelan kekalahan dramatis 2-3 dari Argentina di babak 16 besar yang berlangsung di Atlanta, Selasa (07/07) malam WIB.
Mesir sempat unggul dua gol dari Yasser Ibrahim (15') dan Mostafa Ziko (67') sebelum dibalas oleh tiga gol Cristian Romero (79'), Lionel Messi (83'), dan Enzo Fernandez (90+3').
Baca Juga:
Hasil Piala Dunia 2026: Remontada Sang Juara Bertahan, Argentina Menang Dramatis 3-2 atas Mesir
Ronaldo Belum Pastikan Pensiun dari Timnas Portugal Usai Piala Dunia 2026
Argentina melaju ke perempat final, tetapi jalannya pertandingan itu dinilai penuh dengan keputusan wasit laga, Francois Letexier, yang kontroversial dan merugikan pihak Afrika tersebut.
Kecaman Keras terhadap Kinerja VAR
Kemarahan kubu Mesir berfokus pada dua insiden krusial, yakni gol kedua mereka yang dianulir serta dugaan pelanggaran Alexis Mac Allister sebelum Enzo Fernandez mencetak gol kemenangan di waktu tambahan.
Selain itu, klaim penalti atas pelanggaran terhadap Mohamed Salah juga diabaikan begitu saja.
"Kami tidak melihat adanya rasa hormat atau fair play. Sebuah penalti dianulir, bahkan tidak diperiksa oleh VAR, dan gol kedua kami, entah karena alasan apa, secara luar biasa dianulir," keluh Hossam Hassan dikutip dari Goal.
Hassan juga menyoroti aksi tarik baju oleh Mac Allister yang luput dari peninjauan teknologi asisten wasit video tersebut.
Kita semua melihat baju ditarik ke belakang dan bahkan tidak ada pemeriksaan VAR. Hidup ini tidak adil, kehidupan normal tidak adil, jadi mengapa tidak ada keadilan dalam olahraga? Saya tidak yakin dengan hasil ini,
tambahnya.
Lebih lanjut, sang pelatih merasa perjuangan anak asuhnya telah dirampas secara tidak adil di atas lapangan hijau.
"Saya ingin menyampaikannya dengan kata-kata yang indah dan mengucapkan semoga sukses, tetapi kami telah diperlakukan tidak adil dan ini merupakan sebuah ketidakadilan," tegas Hassan.
Tuduhan Keberpihakan demi Lionel Messi
Usai laga yang berjalan sangat sengit tersebut, Hassan secara blak-blakan menuding adanya faktor eksternal yang sengit demi menjaga megabintang Argentina tetap berada di turnamen.
"Kami tampil lebih baik daripada juara bertahan - lebih baik dalam segala hal - tetapi hasilnya dipengaruhi oleh faktor internal di lapangan dan faktor eksternal di luarnya," ungkapnya.
Mungkin mereka ingin mempertahankan juara dunia di kompetisi ini. Mungkin mereka ingin Messi tetap bersaing.
"Dalam sepak bola, terkadang ada faktor eksternal yang melampaui aspek teknis. Juara dunia menerima dukungan di setiap level," cetus sang pelatih.
Nada frustrasi yang sama juga disuarakan oleh penggawa Mesir, Ziko, yang merasa hasil akhir ini sudah diatur untuk memenangkan kubu Tango.
"Wasit tidak adil, cukuplah Allah bagi saya dan Dialah sebaik-baik pengatur urusan. Dia menyia-nyiakan usaha seluruh bangsa. Trofi itu diberikan kepada Argentina. Mereka memenangkan Piala Dunia," pungkas Ziko.