4 Alasan Mengapa Manchester United Merekrut Christian Eriksen

Manchester United sukses merekrut Christian Eriksen.
Arief HadiArief Hadi - Sabtu, 16 Juli 2022
4 Alasan Mengapa Manchester United Merekrut Christian Eriksen
Christian Eriksen (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Di kala perkara transfer Frenkie de Jong buntu dan menemui kesulitan karena sang pemain tak mau pergi dari Barcelona, Manchester United terus bergerak mencari pemain baru lainnya dan sukses mendaratkan tiga pemain.

Pemain pertama yang datang adalah Tyrell Malacia (bek kiri) dari Feyenoord yang diikuti Christian Eriksen (gelandang serang), lalu rekrutan ketiga adalah bek tengah asal Argentina, Lisandro Martinez, dari Ajax Amsterdam.

Di antara mereka bertiga fans antusias menanti Eriksen bermain dengan tim barunya, sebab gelandang asal Denmark masuk kategori rekrutan besar mengingat statusnya di Eropa dan juga segudang pengalamannya.

Pemain berusia 30 tahun punya 115 caps dan 38 gol dengan timnas Denmark, lalu di level klub ia pernah membela Ajax Amsterdam, Tottenham Hotspur, Inter Milan, dan Brentford. Dalam kondisi prima, Eriksen pengatur serangan top seperti Bruno Fernandes.

Baca Juga:

Resmi Gabung, Christian Eriksen ke Manchester United karena Erik ten Hag

Datangnya Ten Hag Tak Memudahkan Situasi Van de Beek di Manchester United

Lisandro Martinez Satu Langkah Lagi Jadi Penggawa Manchester United

Manchester United adalah klub spesial, dan saya tidak sabar untuk memulai. Saya terhormat bermain di Old Trafford berkali-kali tetapi melakukannya dengan seragam merah United akan menjadi perasaan yang luar biasa," tutur Eriksen di laman resmi United.

“Saya telah melihat pekerjaan Erik di Ajax dan mengetahui tingkat detail dan persiapan yang dia dan stafnya lakukan setiap hari. Jelas bahwa dia adalah pelatih yang fantastis."

“Setelah berbicara dengannya dan belajar lebih banyak tentang visinya dan cara dia ingin tim bermain, saya bahkan lebih bersemangat untuk masa depan. Saya masih memiliki ambisi besar dalam permainan, ada banyak hal yang saya tahu dapat saya capai, dan ini adalah tempat yang sempurna untuk melanjutkan perjalanan saya."

Eriksen teken kontrak tiga tahun (hingga 2025) dan jika ia bertahan sampai saat itu tiba maka nanti usianya berumur 33 tahun. BolaSkor.com merangkum dari berbagai sumber menilik alasan Erik ten Hag merekrut Eriksen.

Ideal untuk Filosofi Sepak Bola Erik ten Hag

Dari dua laga uji coba pramusim Man United kontra Liverpool dan Melbourne Victory, terlihat jelas Ten Hag ingin sepak bola proaktif di Man United dengan penguasaan bola, pressing, dan kombinasi operan bola pendek.

Permainan itu relatif lebih mudah diterapkan melawan tim yang terbuka atau juga bermain ofensif, tapi kontra tim yang bertahan dan mengandalkan serangan balik, Man United masih kesulitan mencari celah.

Pasca bertahun-tahun bermain dengan serangan balik di bawah asuhan Ole Gunnar Solskjaer dan Jose Mourinho, Man United ingin diubah oleh Ten Hag. Pemain kreatif seperti Eriksen dibutuhkan.

Eriksen dapat menjaga penguasaan bola dengan baik, memainkan bola di ruang yang sempit, menciptakan dan mengonversi peluang, dan kini dengan hadirnya Ten Hag punya sejumlah opsi bermain di lini tengah.

“Saya akan mengatakan melawan lawan yang juga bermain ofensif, terkadang lebih mudah. Tetapi ketika lawan berada sejauh itu (bertahan dalam), Anda harus berinvestasi dalam berlari, berlari berlawanan, lebih banyak kontrol bola dan juga kecerdasan untuk menciptakan sesuatu," tegas Ten Hag usai laga melawan Melbourne.

Christian Eriksen Masih Prima

Meski kondisi kesehatannya sempat dipertanyakan usai kejadian di Piala Eropa 2020, Eriksen nyatanya bisa bangkit dengan Brentford dan kini dalam kondisi prima dengan target bermain di Piala Dunia 2022.

Usianya sudah berumur 30 tahun tapi jika melihat Luka Modric di Real Madrid, yang bahkan telah berusia 36 tahun, itu membuktikan usia hanya angka di atas kertas.

Premier League memang menuntut fisik dan ritme bermain cepat, tetapi Eriksen sudah terbiasa dengannya saat bermain di Tottenham dan Brentford. Tak ayal Eriksen bisa beradaptasi dengannya.

Posisi Bermain dan Bruno Fernandes

Eriksen gelandang serang yang ideal bergerak di belakang penyerang - tipikal gelandang nomor 10. Uniknya di posisi itu sudah ada Bruno Fernandes, lantas bagaimana jika Eriksen hadir nanti?

Ada indikasi Ten Hag akan memainkannya sebagai gelandang tengah untuk mengatur serangan dari kedalaman, atau memainkannya bareng dengan Fernandes untuk mengurangi beban pemain asal Portugal itu.

Pasalnya selama ini kreativitas Man United bergantung kepada Fernandes, jika ia buntu maka begitu juga permainan tim. Dengan adanya Eriksen dan potensi kebangkitan karier Jadon Sancho, semakin banyak opsi bagi Ten Hag untuk membongkar pertahanan lawan.

Lini Tengah Man United

Dengan perginya Paul Pogba, Juan Mata, Nemanja Matic, dan Jesse Lingard maka itu membuka sejumlah slot di Man United. Pada sektor gelandang meski tak punya gelandang bertahan mumpuni, Ten Hag punya opsi.

Ada Scott McTominay, Fred, Charlie Savage, Donny van de Beek, James Garner, Eriksen, dan juga Man United masih berupaya mendaratkan Frenkie de Jong dari Barcelona. Semua dengan tipikal bermain yang berbeda.

Christian eriksen Manchester United Trivia Sepak Bola Sosok

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Inggris
Superkomputer Prediksi Skor Manchester United vs Brighton: Setan Merah ke Fase Selanjutnya
Prediksi Manchester United vs Brighton versi superkomputer Opta. Simak peluang kemenangan Setan Merah dan hasil simulasi Carabao Cup 2026/2027.
Johan Kristiandi - Rabu, 16 September 2026
Superkomputer Prediksi Skor Manchester United vs Brighton: Setan Merah ke Fase Selanjutnya
Jadwal
Cara Menonton dan Link Streaming Manchester United vs Brighton, Live di Sini!
Cara menonton dan link streaming Man United vs Brighton di Carabao Cup 2026/2027. Simak jadwal, prediksi, susunan pemain, head to head, dan siaran langsung.
Johan Kristiandi - Rabu, 16 September 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Manchester United vs Brighton, Live di Sini!
Spanyol
Jadwal Pertandingan Bola Malam Ini: AC Milan, Barcelona, dan Manchester United Tampil
Jadwal bola malam ini, Rabu 16 September 2026 hingga Kamis dini hari. Ada AC Milan vs Benfica, Barcelona vs Racing Santander, dan Man United vs Brighton.
Johan Kristiandi - Rabu, 16 September 2026
Jadwal Pertandingan Bola Malam Ini: AC Milan, Barcelona, dan Manchester United Tampil
Inggris
Prediksi dan Link Streaming Manchester United vs Brighton: The Red Devils Rawan Terpeleset
Prediksi Man United vs Brighton di Carabao Cup 2026/2027. Simak jadwal, link streaming, H2H, susunan pemain, kondisi tim, dan prediksi skor.
Johan Kristiandi - Rabu, 16 September 2026
Prediksi dan Link Streaming Manchester United vs Brighton: The Red Devils Rawan Terpeleset
Inggris
Wonderkid Manchester United Ajukan Permintaan untuk Pergi, Ada Apa dengan Setan Merah?
Wonderkid 15 tahun JJ Gabriel mengajukan permintaan untuk meninggalkan Manchester United. Real Madrid, Barcelona, dan Bayern Munchen mengintai.
Arief Hadi - Selasa, 15 September 2026
Wonderkid Manchester United Ajukan Permintaan untuk Pergi, Ada Apa dengan Setan Merah?
Inggris
Putaran Tiga Piala Liga, Carrick Tekankan Pentingnya Trofi untuk Manchester United
Michael Carrick menegaskan pentingnya trofi bagi Manchester United. Ia ingin Setan Merah menang saat menghadapi Brighton di Piala Liga.
Arief Hadi - Selasa, 15 September 2026
Putaran Tiga Piala Liga, Carrick Tekankan Pentingnya Trofi untuk Manchester United
Ragam
3 Alasan Mengapa Harry Kane Seharusnya Memenangi Ballon d'Or 2026
Harry Kane punya tiga alasan kuat untuk memenangkan Ballon d'Or 2026, dari dominasi di Jerman hingga performa impresif bersama Timnas Inggris.
Arief Hadi - Selasa, 15 September 2026
3 Alasan Mengapa Harry Kane Seharusnya Memenangi Ballon d'Or 2026
Ragam
5 Alasan AS Roma Memimpin Klasemen Sementara Serie A 2026/2027: Duet Dybala dan Mallen Trengginas
AS Roma memuncaki klasemen Serie A 2026/2027 dengan rekor sempurna. Simak 5 alasan Giallorossi melaju kencang bersama Gasperini dan Donyell Malen.
Johan Kristiandi - Selasa, 15 September 2026
5 Alasan AS Roma Memimpin Klasemen Sementara Serie A 2026/2027: Duet Dybala dan Mallen Trengginas
Inggris
Konyol, jika Manchester United Pecat Michael Carrick
Michael Owen menilai konyol jika Manchester United memecat Michael Carrick setelah start buruk di Premier League. Ia juga menyoroti lini pertahanan.
Arief Hadi - Senin, 14 September 2026
Konyol, jika Manchester United Pecat Michael Carrick
Inggris
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Protes Fans Manchester United Warnai Start Terburuk Klub Sejak 1992-1993
Manchester United mengawali Premier League dengan empat poin dari empat laga, menyamai start terburuk sejak 1992-1993. Fans pun melakukan protes.
Arief Hadi - Senin, 14 September 2026
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Protes Fans Manchester United Warnai Start Terburuk Klub Sejak 1992-1993
Bagikan