BolaSkor.com – Harry Kane telah membuktikan dirinya sebagai mesin gol paling konsisten di Eropa selama tiga tahun terakhir.
Penyerang asal Inggris tersebut baru saja mencatatkan gol ke-150 untuk Bayern Munchen hanya dalam 153 pertandingan di semua kompetisi.
Baca Juga:
Terus Pecahkan Rekor, Harry Kane Terdepan Menangi Ballon d'Or 2026?
Torehan fenomenal tersebut menempatkan Kane unggul jauh atas deretan penyerang top dunia lainnya seperti Kylian Mbappe dan Erling Haaland.
Performa impresif ini sekaligus melapangkan jalannya untuk menjadi kandidat terkuat pemenang Ballon d'Or 2026. BolaSkor.com coba menjabarkan alasan mengapa Kane seharusnya memenangi Ballon d'Or 2026.
1. Dominasi Total di Jerman
Harry Kane (@brfootball)
Musim lalu, Kane sukses mengamankan Sepatu Emas Eropa keduanya dalam tiga tahun terakhir setelah mencetak 36 gol di Bundesliga.
Koleksi gol tersebut mengumpulkan 72 poin, unggul jauh 18 poin dari Haaland yang berada di posisi kedua.
Statistik menunjukkan keunggulan mutlak Kane yang mencatatkan Expected Goals (xG) mencapai 26,83 serta post-shot xG hingga 31,31 di liga.
Baca Juga:
Daftar Nominasi Ballon d'Or 2026: Harry Kane dan Lamine Yamal Jagoan Utama
Angka tersebut menegaskan kualitas penyelesaian akhirnya yang jauh mengungguli penyerang lain di lima liga top Eropa.
Peran penting Kane juga sangat terlihat dalam keberhasilan Bayern Munchen merengkuh trofi DFB-Pokal.
Sang striker selalu mencetak gol di setiap putaran, termasuk torehan hat-trick spektakuler ke gawang Stuttgart pada partai final.
2. Konsistensi di Panggung Eropa
Striker Bayern Munchen, Harry Kane (Foto: @HKane)
Ketajaman Kane tidak hanya terbatas pada kompetisi domestik, melainkan juga menular ke kasta tertinggi Eropa.
Ia mencatatkan 16 keterlibatan gol secara langsung di kompetisi antarklub Eropa lewat torehan 14 gol dan dua assists.
Kane menunjukkan performa yang sangat konsisten, khususnya pada fase gugur Liga Champions.
Baca Juga:
Legenda Jerman Sebut Harry Kane Pantas Raih Ballon d'Or 2026
Ia tercatat membobol gawang lawan-lawan berat seperti Atalanta, Real Madrid, hingga Paris Saint-Germain (PSG) secara berturut-turut.
Pemain berusia 33 tahun itu bahkan melanjutkan tren positif tersebut hingga berhasil mencetak gol dalam delapan laga beruntun di Liga Champions.
Catatan ini menempatkannya dalam jajaran rekor rentetan gol terpanjang sepanjang sejarah kompetisi tersebut.
3. Pemimpin dan Mesin Gol Utama Timnas Inggris
Harry Kane (Foto: @sportbible)
Penampilan di level internasional menjadi salah satu indikator penting dalam penentuan pemenang Ballon d'Or pada tahun penyelenggaraan Piala Dunia.
Kane tampil mengesankan bersama timnas Inggris saat merebut medali perunggu di Piala Dunia 2026.
Sang kapten mengemas enam gol sepanjang turnamen dari 23 percobaan tembakan.
Secara keseluruhan di tingkat internasional, Kane membukukan total 12 gol dari 14 pertandingan bersama skuad The Three Lions.
Absennya sosok bintang tunggal yang mencolok dari skuad juara dunia Spanyol makin memperbesar peluang Kane, untuk menjadi pemain Inggris pertama yang memenangi Ballon d'Or sejak Michael Owen pada edisi 2001 silam.