3 Alasan Liverpool untuk Mewaspadai Potensi Comeback Leipzig
BolaSkor.com - Liverpool akan menghadapi RB Leipzig di leg dua 16 besar Liga Champions yang akan dihelat di Puskas Arena, Kamis (11/03) pukul 03.00 dini hari WIB. The Reds memiliki keunggulan agregat gol 0-2.
Di atas kertas Liverpool arahan Jurgen Klopp diprediksi lolos ke delapan besar terutamanya karena nilai dua gol itu adalah gol-gol tandang. Leipzig butuh kemenangan 3-0 jika ingin lolos atau setidaknya menyamai agregat gol itu tanpa kebobolan.
Leipzig sebagai tim 'baru' yang tak punya pengalaman reguler tampil di Liga Champions tak diunggulkan lolos, tapi mereka faktanya semifinalis musim lalu dan menjadi kejutan. Jadi segala kemungkinan masih bisa terjadi.
Leipzig juga masih memiliki potensi untuk melakukan comeback dan masuk ke dalam sejarah comeback terbaik di Liga Champions. BolaSkor.com merangkum dari berbagai referensi mengenai alasan Leipzig berpotensi melakukannya. Apa saja?
Baca Juga:
5 Comeback Terbaik dalam Sejarah Liga Champions
5 Kisah Juara Bertahan Paling Tragis dalam Sejarah Premier League
1. Performa Kandang Liverpool
Di Premier League performa Liverpool di Anfield tidak baik-baik saja dan menelan enam kekalahan beruntun. Pertandingan leg dua nanti tak berlangsung di Anfield dan bisa jadi itu menguntungkan Liverpool, tapi Leipzig juga punya kans yang sama.
Dengan permainan tanpa beban (nothing to lose) Leipzig bisa bermain lepas meski tertinggal agregat gol. Terlebih musim ini Leipzig konstan menjadi pesaing titel Bundesliga melawan Bayern Munchen.
Runner-up Bundesliga bisa menjadikan pengalaman melawan Bayern, pemenang treble winners musim lalu sebagai kekuatan untuk melawan Liverpool yang notabene juara bertahan Premier League.
2. Julian Nagelsmann
Pada fase grup Leipzig menderita kekalahan 0-5 melawan Manchester United (kekalahan terbesar Leipzig di Eropa), namun di pertemuan kedua Leipzig membalasnya dengan kemenangan 3-2 dan menyingkirkan Man United ke Liga Europa.
Itu artinya Julian Nagelsmann dengan ide-ide permainannya mampu berkaca dari pengalaman sebelumnya, membenahi kekurangan dan menguatkan kelebihan bermain timnya.
Tanpa adanya pemain bintang dalam skuad Leipzig semakin menyulitkan Liverpool yang bermain tanpa Virgil van Dijk dan Jordan Henderson karena cedera. Menarik untuk dinanti taktik apa yang akan diterapkan Nagelsmann melawan kompatriot seniornya Jurgen Klopp.
3. Perpisahan Dayot Upamecano
Dayot Upamecano yang sempat jadi komoditas panas bursa transfer pada akhirnya berlabuh ke Bayern Munchen di musim panas mendatang. Empat tahun bermain dengan Leipzig mengembangkan karier pemain berusia 22 tahun itu.
Upamecano tentu saja tak ingin pergi tanpa meninggalkan kenangan manis di Leipzig, khususnya di Eropa. Laga melawan Liverpool jadi momen yang tepat untuk tampil habis-habisan.
Kemampuan membangun serangan, berlari dari belakang dengan mendribel bola, bertahan solid dan unggul duel bola udara Upamecano akan sangat dinanti untuk menghadapi kecepatan pemain seperti Mohamed Salah dan Sadio Mane.
Arief Hadi
15.899
Berita Terkait
Merasa Seimbang dengan An Se-young, Putri KW Termotivasi Raih Peringkat 1 Dunia
PBSI Rombak Skuad SEA Games 2025 demi Penuhi Target Menpora, Berikut Daftar 20 Wakil Indonesia di Cabor Bulutangkis
Link Streaming Barcelona vs Deportivo Alaves, Sabtu 29 November 2025
Prediksi dan Statistik Barcelona vs Deportivo Alaves: Waktunya Move On
Prediksi dan Statistik Manchester City vs Leeds United: The Citizens Cari Pelampiasan
5 Pemain yang Dapat Dipertimbangkan Liverpool sebagai Pengganti Mohamed Salah
Hasil Super League 2025/2026: Persija Persembahkan Kemenangan di HUT ke-97
Disaksikan Lebih dari 56 Ribu Penonton, Laga Persija vs PSIM Pecahkan Rekor Super League Musim Ini
7 Fakta dan Statistik Menarik Chelsea vs Arsenal: The Gunners Sulit Dikalahkan
Massimiliano Allegri Bocorkan Rencana AC Milan pada Bursa Transfer Januari