BolaSkor.com - Tugas besar menanti Juventus jelang leg dua play-off Liga Champions melawan klub Turki, Galatasaray.
Il Bianconeri tertinggal agregat gol 2-5 dan leg dua nanti akan dimainkan di Allianz Stadium, Kamis (26/02) pukul 03.00 dini hari WIB.
Idealnya, Juventus harus mencetak tiga gol untuk menyamakan kedudukan dan membawa laga ke babak tambahan, dengan potensi adu penalti, juga dengan catatan Galatasaray tidak mencetak gol. Dan untuk lolos langsung, Juventus harus menang 4-0.
Situasi itu tak mudah karena Juventus tengah melalui periode negatif tanpa kemenangan di lima laga beruntun di seluruh kompetisi.
Baca Juga:
Tanpa Kemenangan di Lima Laga Beruntun, Kepercayaan Diri Skuad Juventus Berada di Titik Nadir
Hasil Serie A: Inter Milan Jaga Momentum, Periode Negatif Juventus Berlanjut
Tanpa Kemenangan di Empat Laga Beruntun, Juventus Mundur Tiga Langkah
Guna mewujudkan target lolos, Juventus harus tampil mendekati sempurna dan butuh pemain-pemain terbaiknya, termasuk Kenan Yildiz.
"Yildiz ingin terlibat, seluruh sinyal yang datang darinya ada pada arah tersebut. Dia bisa memulai sejak menit pertama laga," papar Luciano Spalletti dikutip dari Football-Italia.
Galatasaray Pantang Remehkan Juventus

Galatasaray 5-2 Juventus (Getty Images)
Okan Buruk, pelatih Galatasaray, juga menegaskan timnya tidak akan meremehkan Juventus dan merasa sudah mengamankan tiket 16 besar dengan keunggulan agregat gol tersebut.
"Kami belum lolos. Kami merasakan antusiasme yang sama seperti pertandingan pertama dan kami harus turun ke lapangan dengan keinginan yang sama untuk menang," tegas Buruk.
"Juventus adalah klub penting dan mereka akan mendapat dukungan dari para pendukungnya, kami tidak boleh berpikir kami sudah lolos ke babak selanjutnya."
Terlebih, selain didukung fans di Turin, Juventus memiliki skuad yang bagus dan pelatih sarat pengalaman.
"Mereka memiliki pemain-pemain hebat: Yildiz, (Francisco) Conceicao, (Jonathan) David," imbuh Buruk.
"Mereka tidak bermain terlalu baik di pertandingan pertama, tetapi sekarang mereka bermain di kandang."
"Spalletti adalah pelatih hebat. Kami tidak boleh lengah, kami harus lebih kuat daripada di pertandingan pertama."