Football

Sport

Feature

Result

Show

Piala Dunia Internasional Inggris Berita

Thomas Tuchel, Stadion Azteca, dan Kenangan Piala Dunia 1986

Arief Hadi - Jumat, 03 Juli 2026

BolaSkor.com - Timnas Inggris tengah bersiap menghadapi tantangan besar kala bersua tuan rumah Meksiko di babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Laga krusial tersebut akan digelar di Stadion Azteca, Senin (06/07) pukul 07.00 pagi WIB, yang sarat akan sejarah bagi publik The Three Lions

Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, percaya bahwa timnya akan mendapatkan keadilan karma di stadion legendaris tersebut.

Tuchel menilai laga ini menjadi momen tepat untuk menghapus kenangan kelam akibat gol ikonik 'Tangan Tuhan' Diego Maradona pada empat dekade silam.

Baca Juga:

Inggris vs Meksiko di 16 Besar, Thomas Tuchel Bahas Rintangan Bermain di Azteca

Jadi Pahlawan Kemenangan Timnas Inggris, Harry Kane Lalui Rekor Pele di Piala Dunia

Hasil Piala Dunia 2026: Harry Kane Cetak Brace, Inggris Comeback Lawan RD Kongo

Stadion Azteca memang menjadi saksi bisu kekalahan 1-2 Inggris dari Argentina di babak perempat final Piala Dunia 1986 akibat gol kontroversial tersebut.

Tuchel menegaskan memori masa lalu itu justru akan menjadi motivasi tambahan bagi anak-anak asuhnya.

Itu akan membalas kami. Kami akan mendapatkannya kembali. Ini adalah karma. Karma akan kembali kepada kami. Kami akan membalikkan keadaan,

ujar Thomas Tuchel penuh rasa optimistis seperti dilansir dari The Athletic.

Tuchel yang baru berusia 13 tahun saat Piala Dunia 1986 masih mengingat dengan jelas kejeniusan sekaligus kontroversi sang maestro Argentina.

Dua gol melawan Inggris: satu yang merupakan dribel, dan satu lagi yang tidak akan pernah disahkan hari ini,

kenangnya.

Misi Berdamai dengan Azteca dan Menaklukkan Tekanan

Pelatih
Pelatih Inggris, Thomas Tuchel (Foto: Reuters)

Laga kontra Meksiko dipandang oleh Tuchel sebagai kesempatan emas bagi skuad Inggris untuk menulis ulang sejarah. Mereka bertekad mengubah memori buruk di masa lampau menjadi sebuah pencapaian baru yang manis.

"Ini adalah momen besar untuk berdamai dengan stadion dan membalikkan keadaan," tutur Tuchel yang ingin pasukannya terinspirasi dari gambar Gary Lineker dan Peter Shilton yang menghiasi pusat latihan St George's Park.

Kendati demikian, ia sangat menyadari atmosfer intimidatif yang akan diberikan oleh suporter fanatik tuan rumah sepanjang laga berjalan.

"Ini adalah stadion yang ikonik. Ini adalah pertandingan ikonik untuk melawan Meksiko di Meksiko. Ini akan melawan seluruh negara, energi dari seluruh stadion di negara mereka," imbuh Tuchel.

Demi mengatasi tantangan fisik tersebut, skuad Inggris dijadwalkan tiba di Meksiko satu malam lebih awal guna beradaptasi dengan ketinggian ekstrem 2.200 meter.

Fokus maksimal sangat dibutuhkan agar Inggris bisa melangkah ke babak perempat final dan bersua pemenang antara Brasil atau Norwegia.

Baca Artikel Asli