Timnas unggul satu gol di babak pertama melalui tembakan jarak jauh Samsul Arif di menit keenam. Pasukan Garuda kemudian mencetak gol keduanya pada menit ke-82 melalui aksi Hendro Siswanto. Timnas Indonesia melakoni laga uji coba melawan Nepal sebagai bahan persiapan Piala AFF 2014 di Singapura di Stadion Gajayana, Malang, Rabu (25/6) sore WIB. Sebelum laga ini, Skuat Garuda sukses menghempaskan Pakistan empat gol tanpa balas. Pelatih Alfred Riedl sebelumnya mengatakan bahwa uji coba ini adalah ajang evaluasi pemain. Jadi, usai pertandingan ini akan ada beberapa pemain yang akan dicoret dari skuat. Riedl sendiri menurunkan skema 4-4-2 di pertandingan ini. Duet Samsul Arif dan Dedi Hartono menjadi andalan di lini depan. Sementara, Imanuel Wanggai dan Firman Utina bertindak sebagai jendral lapangan tengah. Nepal mengandalkan Ju Manu Rai dan Prakash Budhathoki dalam skema yang sama. Perbedaan kelas terpampang nyata di pertandingan ini. Meski tampi dengan tempo tinggi, Timnas Indonesia berhasil mendominasi jalannya pertandingan disebabkan unggul dalam kemampuan individu. Timnas Indonesia membuka angka saat laga baru berjalan enam menit. Melalui serangan balik cepat, Samsul Arif melepaskan tembakan kaki kiri keras dari luar kotak penalti. Bola gagal dijangkau kiper Kiran Kumar dan bersarang di pojok kiri gawang. 1-0 Indonesia unggul. Indonesia sebenarnya hampir saja menggandakan keunggulannya saat laga berusia 15 menit. Tembakan bebas Zulham Zamrun dihalau tandukan bek Nepal. Namun, bola mengarah ke gawang sendiri. Beruntung, arahnya masih sedikit tinggi di atas mistar gawang. Meski menguasai jalannya pertandingan, Timnas Indonesia kesulitan dalam menghadirkan peluang. Hal itu disebabkan seringnya para pemain skuat Garuda melepaskan umpan silang yang tak terarah, atau umpan silang dilepaskan ketika para pemain depan belum ada dalam kotak penalti lawan. Indonesia kembali mendapatkan peluang di menit ke-30. Samsul Arif unggul dalam adu lari dengan pemain bertahan Nepal. Dia lalu melepaskan umpan silang dari sisi kanan pertahanan Nepal. Tetapi, arah bola terlalu deras dan gagal dijangkau Dedi Hartono. Skor 1-0 bagi keunggulan Indonesia bertahan hingga babak pertama usai. Dominasi serangan tetap dipegang oleh Timnas Indonesia pada babak kedua. Namun, ketatnya tembok pertahanan Nepal membuat pasukan Garuda kesulitan dalam menembus kotak penalti. Dua menit babak kedua berjalan, Dedi Hartono mencoba peruntungannya dengan melepas tembakan datar dari luar kotak penalti. Arah bola masih menyamping di sisi kanan gawang Nepal. Indonesia sebenarnya mampu mencetak gol pada ke-56 melalui aksi Zulham Zamrun. Namun, wasit kemudian menganulirnya karena sebelumnya Zamrun sudah terlebih dulu berdiri dalam posisi offside. Pertandingan memasuki menit ke-74, Samsul Arif hampir saja menggandakan golnya. Cristian Gonzales melepaskan umpan pendek yang langsung disambutnya dengan tembakan first time kaki kiri keras. Bola berhasil ditepis kiper Kiran Kumar. Gol kedua yang ditunggu Indonesia akhirnya lahir di menit ke-82. Crsitian Gonzales menahan bola di dalam kotak penalti Nepal dan kemudian memberikannya kepada Hendro Siswanto. Pemain asal Arema Cronous itu mengonversinya lewat tembakan ke arah kanan gawang. Keunggulan 2-0 Indonesia bertahan hingga laga usai. Susunan Pemain: Indonesia: Teguh Amiruddin, Ruben Sanadi, Zulkifli Syukur, Zulham Zamrun, Hendo Siswanto, Achmad Jufriyanto, Imanuel Wanggai, Firman Utina, Muhamad Roby, Samsul Arif, Dedi Hartono. Nepal: Kiran Kumar, Bimal Magar, Jagajeet Shresta, Rabin Shresta, Rohit Chand, Shiva Shresta, Sandip Rai, Sagar Thapa, Biraj Maharian, Ju Manu Rai, Prakash Budhathoki.
Skema Matang, Timnas Bungkam Nepal Uji Coba Internasional
BolaSkor - Rabu, 25 Juni 2014
Bagikan
BERITA TERKAIT
Rabu, 24 Juni 2026
Timnas Indonesia Absen di Asian Games 2026, Erick Thohir Beri Penjelasan
Selasa, 23 Juni 2026
Erick Thohir Jawab Rumor 2 Pemain Naturalisasi Baru setelah Luke Vickery dan Mitchell Baker
Senin, 22 Juni 2026
Tijjani Reijnders Bukan Satu-satunya Pemain Keturunan Indonesia di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Kapan Luke Vickery dan Mitchell Baker Disumpah WNI? Erick Thohir Buka Suara
Sabtu, 20 Juni 2026
Presiden Prabowo Subianto Dukung Langkah Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2030
Sabtu, 20 Juni 2026
Presiden Prabowo Turun Tangan Supaya Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup
Jumat, 19 Juni 2026
Meksiko Bangga Cetak Sejarah di Piala Dunia, Harap Indonesia Segera Menyusul
Kamis, 18 Juni 2026
PSSI Kebut Naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker Demi Juara Piala AFF 2026
Rabu, 17 Juni 2026
Dipinjamkan Klub Son Heung-min, Pemain Timnas Indonesia Gabung Tim Eropa
PILIHAN EDITOR
Minggu, 21 Juni 2026
Deniz Undav, dari Pekerja Pabrik Menjadi Kartu AS Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Siapa Eloy Room? Mantan Anak Didik Patrick Kluivert yang Jadi Pahlawan Curacao
Sabtu, 20 Juni 2026
Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ketika Dominasi Statistik Tidak Berarti
Selasa, 16 Juni 2026
Tim-tim yang Mengakhiri Puasa Gol di Piala Dunia, dari Skotlandia hingga Swedia
Selasa, 16 Juni 2026
Daftar Langka Pelatih yang Kehilangan Jabatan saat Piala Dunia Berlangsung
Senin, 15 Juni 2026
Siapa Yasin Ayari? Mengapa Dia Tidak Merayakan Golnya ke Gawang Tunisia?
Minggu, 14 Juni 2026
Alex Grimaldo, Ahli Bola Mati Jebolan La Masia yang Hanya Kalah dari Lionel Messi
Minggu, 14 Juni 2026
Mengapa Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia Justru Bisa Menjadi Pertanda Buruk?
Minggu, 14 Juni 2026
Profil Ayyoub Bouaddi: Wonderkid 18 Tahun Binaan Prancis yang Menyebrang ke Maroko, Bersinar Melawan Brasil di Piala Dunia 2026
Sabtu, 13 Juni 2026