BolaSkor.com - Pelatih anyar Persija Jakarta, Shin Tae-yong atau STY, buka suara soal permainan pragmatis (mengedepankan hasil daripada permainan indah-Red) yang melekat kepada dirinya.
Shin Tae-yong menjelaskan bahwa dia sebetulnya pelatih yang mengedepankan sepak bola menyerang.
Hal itu disampaikan STY untuk menjawab pertanyaan suporter Persija terkait permainan tim kesayangannya musim depan.
"Saya adalah tipe orang yang sangat suka bermain sepak bola menyerang. Filosofi sepak bola saya adalah sepak bola menyerang," kata STY dalam konferensi pers yang dihadiri BolaSkor.com.
Permainan Pragmatis Timnas Indonesia Era Shin Tae-yong

Shin Tae-yong saat menukangi Timnas Indonesia. (BolaSkor/MP Media/Didik Setiawan)
STY lalu menjelaskan soal permainan pragmatis Timnas Indonesia di eranya.
Timnas Indonesia era STY dikenal mengedepankan pertahanan kuat dengan mengandalkan serangan balik untuk menekan lawan.
Baca Juga:
STY Keceplosan, Mariano Peralta Sudah Resmi Gabung Persija Jakarta
6 Pelatih yang Menukangi Timnas Indonesia dan Persija Sebelum Shin Tae-yong
Kado Istimewa untuk Jakarta, Pramono Anung Punya Ekspektasi Tinggi terhadap STY di Persija
STY menjelaskan dirinya merupakan pelatih adaptif. Menurutnya, strateginya tergantung tim lawan yang akan dihadapi.
Saat membesut Timnas Indonesia, STY bertemu lawan-lawan yang di atas kertas lebih kuat, mulai dari Jepang, Irak, hingga Arab Saudi.
Menghadapi tim seperti itu, STY merasa permainan pragmatis menjadi pilihan paling bijak dan ideal.
"Saat saya memimpin Timnas, karena kami selalu bertanding melawan tim-tim yang selalu lebih kuat dari kami, saya harus menciptakan taktik pertahanan dan menggunakan taktik yang banyak mengandalkan serangan balik," ujarnya.
Tergantung Materi Pemain Persija

Shin Tae-yong saat diperkenalkan sebagai pelatih baru Persija pada Senin (8/6). (Youtube Persija TV)
STY menjelaskan bahwa jika manajemen bisa mendatangkan pemain-pemain berkualitas, terutama legiun asing, pelatih asal Korea Selatan itu menjanjikan sepak bola menyerang.
"Untuk di liga nanti, saya akan berdiskusi dengan Presiden klub, Mohamad Prapanca, dan pemilik klub."
"Jika kami bisa mendatangkan pemain asing yang berkualitas, saya rasa kami akan bisa menunjukkan sepak bola yang jauh lebih kuat, sepak bola yang cepat, dan sepak bola yang menyerang," tutur eks pelatih Timnas Korea Selatan tersebut.