Football

Sport

Feature

Result

Show

Ragam Feature Liga Champions Eropa Berita

Serangkaian Informasi dari Finalis Liga Champions 2025/2026: PSG dan Arsenal

Arief Hadi - Kamis, 07 Mei 2026

BolaSkor.com - Dua pemuncak klasemen di liga, Paris Saint-Germain (PSG) dan Arsenal, akan saling bentrok di final Liga Champions 2025/2026.

Arsenal mencapai final untuk kali pertama sejak 2006 setelah menyingkirkan Atletico Madrid di semifinal. Imbang 1-1 di markas Atletico, The Gunners menang 1-0 di Emirates Stadium (unggul agregat gol 2-1).

Baca Juga:

Hasil Liga Champions: Unggul Agregat Gol 6-5, PSG Imbang 1-1 Melawan Bayern dan Menghadapi Arsenal di Final

Lolos ke Final Liga Champions, Mikel Arteta Soroti Kekompakan Arsenal

Arsenal Kembali ke Final Liga Champions setelah Menanti 20 Tahun, Mikel Arteta: Siap-siap Lawan West Ham

Sementara PSG, dengan status juara bertahan, unggul agregat gol 6-5 atas Bayern Munchen di semifinal melalui kemenangan 5-4 di Parc des Princes, sebelum imbang 1-1 di Allianz Arena.

Menilik informasi yang disediakan laman resmi UEFA, berikut serangkaian informasi yang perlu diketahui dari finalis Liga Champions 2025/2026:

1. Arsenal

Arsenal
Arsenal melangkah ke final Liga Champions 2025-2026. (uefa)

Gaya Main

Kuat di pertahanan, mematikan pada situasi bola mati dan dapat mencetak gol dari banyak sudut.

Tim arahan Mikel Arteta dapat memenangi laga dengan banyak cara, membangun pondasi dari rata-rata kebobolan satu gol di setiap laga.

Fakta bahwa 12 pemain outfield berkontribusi untuk gol Arsenal menunjukkan mereka bukan sekedar sebagai tim bertahan. Di lini depan, Viktor Gyokeres menjadi pelengkap kepingan puzzle Arsenal.

Pelatih: Mikel Arteta

Mikel
Mikel Arteta (uefa.com)

Asisten Pep Guardiola di Manchester City (2016-2019), Arteta membawa Arsenal memenangi Piala FA ke-14 di musim pertamanya melatih.

Pasca posisi delapan dan lima di Premier League 2021 dan 2022, Arteta selalu menjadi runner-up di tiga musim terakhir.

Pemain Kunci: Bukayo Saka

Bukayo
Bukayo Saka (@FabrizioRomano)

Saka datang dari akademi Arsenal sebelum musim debut pada 2019/2020. Diberkahi dengan kecepatan dan kemampuan menyelesaikan peluang, Saka, pada posisi winger, baru berusia 24 tahun.

Baru ini, Saka melewati catatan 150 keterlibatan gol untuk Arsenal (80 gol, 70 assists). Pemenang Piala FA 2020, Saka pemain Inggris pertama yang mencetak gol beruntun di dua semifinal.

Fakta Menarik

Arsenal tak terkalahkan di kompetisi musim ini dengan 11 kemenangan, tiga hasil imbang dari 14 laga. 16 pemenang titel Eropa sebelumnya juara tanpa terkalahkan dalam semusim.

2. Paris Saint-Germain (PSG)

Paris
Paris Saint-Germain ke final Liga Champions 2025/2026 (Foto: UEFA)

Gaya Main

Luis Enrique membentuk PSG menjadi salah satu tim terbaik dalam sejarah sepak bola modern.

Marquinhos dan Willian Pacho menjadi pondasi di lini belakang, membuat dua full-backs Nuno Mendes dan Achraf Hakimi bak winger dengan kebebasan naik membantu serangan.

Dua gelandang, Vitinha dan Joao Neves merupakan metronom di lini tengah, sementara Bradley Barcola, Ousmane Dembele, Desire Doue, dan Khvicha Kvaratskhelia mematikan di lini depan PSG.

Pelatih: Luis Enrique

Luis
Luis Enrique (uefa)

Eks pemain Barcelona dan Real Madrid telah memenangi sembilan trofi saat tiga tahun melatih Barcelona, kemudian melatih Spanyol hingga semifinal Euro 2020 dan final UEFA Nations League 2021.

Enrique meraih dua titel domestik di musim pertamanya di PSG sebelum membawa klub mengakhiri penantian titel Liga Champions pada 2025, termasuk memenangi titel Ligue 1 dan Coupe de France.

Pemain Kunci: Ousmane Dembele

Ousmane
Ousmane Dembele raih Ballon d'Or 2025 (@ballondor)

Cedera menghalangi mantan pemain Borussia Dortmund dan Barcelona mencapai puncak permainan terbaiknya musim lalu, tetapi ia mencatatkan kontribusi gol dengan rataan hampir satu di setiap laga.

Ousmane Dembele, pemenang Ballon d'Or 2025, pemain kunci untuk PSG sebagai ujung tombak yang dapat membantu membangun serangan dan juga dapat mencetak gol di momen krusial.

Fakta Menarik

PSG dapat menjadi klub kedua di era Liga Champions yang mempertahankan titel setelah Real Madrid, yang memenanginya tiga kali beruntun dari 2016 hingga 2018.

Baca Artikel Asli