BolaSkor.com - Persebaya Surabaya melakukan gebrakan besar jelang kompetisi Super League 2026-2027. Demi memuluskan langkah merebut gelar juara, Bajol Ijo menjalin kemitraan dengan Mayapada Hospital Surabaya (MHSB) sebagai Official Medical Partner.
Bukan sekadar kerja sama biasa, kolaborasi ini disebut-sebut akan menjadi ekosistem sports medicine terintegrasi pertama di Indonesia. Di mana klub sepak bola profesional akan mendapatkan fasilitas kesehatan kelas dunia.
Langkah ambisius ini ditandai dengan pembentukan Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC). Sebanyak 20 dokter spesialis lintas disiplin - mulai dari kedokteran olahraga, ortopedi, kardiologi, hingga psikologi - berdedikasi untuk menjaga performa penggawa Persebaya.
Baca Juga:
Kenang Kehebatan Ramadhan Sananta, Bernardo Tavares Tak Ragu Ajak Gabung ke Persebaya Surabaya
Rekrut 5 Pemain Baru, Persebaya Punya Alasan Khusus Bergerak Cepat di Bursa Transfer
Direktur Persebaya, Candra Wahyudi, menegaskan bahwa model ini berbeda dari kerja sama klub sepak bola dan rumah sakit pada umumnya yang hanya bersifat rujukan.
"Kami ingin melangkah lebih jauh dengan membangun sebuah ekosistem. Para dokter spesialis ini akan menjadi bagian dari sistem pendukung Persebaya dan terintegrasi langsung dengan tim medis klub," ujar Candra.
Terinspirasi Klub Eropa
Ide brilian ini tercetus saat Kepala Tim Dokter Persebaya, dr. Pratama Wicaksana Wijaya, Sp.KO, menghadiri Isokinetic Conference FIFA di Madrid tahun 2025 lalu.
Di sana, ia melihat bagaimana klub-klub elite Eropa memandang rumah sakit sebagai mitra strategis dalam pengembangan performa atlet.
Saat kerjasama ini terjalin, pemain Persebaya bakal melalui delapan tahapan pemeriksaan kesehatan ketat, termasuk functional movement assessment untuk memetakan risiko cedera. Data inilah yang nantinya menjadi acuan tim pelatih dalam menyusun program latihan.
"Dengan sistem terintegrasi, seluruh proses mulai dari diagnosis, penanganan, hingga pemulihan berjalan dalam satu alur yang berkesinambungan," jelas dr. Tommy, sapaan akrab sang dokter tim.
Tak hanya pencegahan, MHSB juga membekali diri dengan teknologi advanced, termasuk prosedur penggantian sendi lutut dengan VELYS™ Robotic-Assisted Solution dan penerapan protokol Enhanced Recovery After Surgery (ERAS®).
Pemain muda Persebaya, Dicky Kurniawan, mengaku merasakan perbedaan signifikan.
"Pemeriksaan kesehatan di Mayapada Hospital sangat lengkap. Belum pernah saya dapatkan (pengalaman) seperti ini ketika masih membela klub lain," ungkapnya.
Hal senada juga diucapkan striker anyar mereka, Ramadhan Sananta. Berbekal pengalaman merumput di luar negeri dan membela Timnas Indonesia, Sananta menilai langkah Persebaya sangat modern dan profesional.
"Pemain merasa mendapat dukungan lengkap, baik untuk menjaga kondisi fisik maupun saat membutuhkan penanganan medis. Ini langkah sangat positif bagi kami," tutur Sananta.
Bukan Hanya Atlet
Menariknya, layanan SITPEC ini juga terbuka bagi masyarakat luas, komunitas olahraga, dan para sport enthusiast.
Chief Operating Officer Mayapada Healthcare, Hendy Widjaja, berharap kolaborasi ini dapat membantu warga Surabaya tetap aktif dan bugar.
Sebagai pembuka dari kemitraan jangka panjang ini, MHSB akan menjadi garda terdepan dalam layanan medis pada ajang Green Force Run 2026 yang akan digelar pada 27 Juni mendatang.
Dengan ekosistem medis yang solid, Persebaya kini memiliki suplemen kesehatan tambahan untuk bersaing meraih gelar juara Super League 2026-2027.
Penulis: Arjuna Pratama