BolaSkor.com - Manchester United mengalami masa-masa sulit pasca era Sir Alex Ferguson berakhir pada 2013. Performa tim naik turun, pelatih silih berganti datang, dan Red Devils belum kembali memenangi trofi Premier League.
INEOS, perusahaan milik Sir Jim Ratcliffe, datang dengan membawa secercah harapan untuk kebangkitan klub. INEOS membeli 25 persen saham Man United yang sepenuhnya masih dimiliki Keluarga Glazer.
INEOS diberi tugas pada area olahraga dan berambisi membangkitkan kejayaan klub. Ketika melakukan sesi wawancara kepada BBC Sport, Ratcliffe menuturkan hasratnya membawa Man United mengakhiri dominasi rival sekota, Manchester City dan Liverpool.
Baca Juga:
The Munich Air Disaster: Tragedi dan Solidaritas
Profil dan Rekam Jejak Dan Ashworth, Direktur Olahraga yang Diidamkan Manchester United
"Di Barat Laut kami punya dua tetangga yang merupakan klub sepak bola yang sangat mengesankan. Saya ingin menyingkirkan mereka semua," tegas Ratcliffe kepada BBC.
"Kami berteman dalam artian kami semua berada di wilayah Barat Laut, namun mereka adalah musuh terbesar kami."
Kendati demikian, Ratcliffe meminta fans bersabar karena semua membutuhkan proses dan tidak ada yang instan. Jor-joran belanja pemain dalam satu bursa transfer pemain juga bukan solusi yang tepat.
"Mereka jelas merupakan pesaing terbesar kami di Inggris. (Man United) tertinggal jauh. Itu tidak akan berubah besok. Sayangnya orang-orang perlu memberi kami waktu untuk kembali," tambah Ratcliffe.
"Ini akan menjadi dua hingga tiga musim. Dibutuhkan kesabaran. Menghabiskan uang secara boros di musim panas bukanlah solusinya, ini jauh lebih rumit dari itu."
Ratcliffe juga membuat telinga fans Man United panas dengan membela Keluarga Glazer, yang notabene tak disukai fans karena dinilai lebih fokus menghasilkan keuntungan ketimbang prestasi klub.
“Saya hanya mengenal Joel dan Avram dan mereka, terlepas dari apa yang mungkin Anda baca di media, adalah orang-orang yang sangat baik, sangat sopan dan mereka adalah pendukung setia Manchester United," imbuh Ratcliffe.
"Saya memahami rasa frustrasi dan kemarahan (pendukung) tetapi saya ingin maju bukan mundur ke belakang," urainya.