SFC sangat serius mengembangkan pemain muda yang kini mereka miliki, agar bisa bersaing di tingkat nasional dan internasional. Model pembinaan Timnas Jerman akan dijadikan SFC sebagai metode pendekatan dalam melakukan pembinaan pemain untuk musim 2015 mendatang. "Sehingga di masa mendatang SFC diperkuat sebagian besar pemain lokal, yang sudah kita mulai saat ini," jelas Dodi, Kamis (17/7). Diperkirakan awal tahun 2015, SFC akan melakukan studi banding. Sebab menurut Dodi, SFC sudah memulai sejak 2010 dan menggunakan pendekatan sport science, tetapi pendekatan teknologisi secara utuh baru didapatkan setelah Jerman menjadi juara Piala Dunia. "Contoh saat ini kita pun menggunakan sport science untuk melakukan pembinaan pemain, misalnya menggunakan grafik statistik penampilan pemain muda baik yang bermain di SFC senior maupun junior," jelasnya. "Kita akan melakukan studi banding ke Akademi Timnas Jerman dan juga ke Timnas Jerman. Saya akan ke sana langsung berdikusi dengan para praktisi di sana, sebab kita tahu staf pelatih Timnas Jerman saat ini diback up para akademisi Collen, ada Asisten pelatih khusus, 50 akademisi Jerman memberikan back up," kata Dodi. Menurut Dodi, ini pola yang akan diambil dan diterapkan di SFC ke depan dalam melakukan pembinaan, dengan pendekatan sport science seperti yang dilakukan Jerman. Dodi menilai, kebijakan yang kini dilakukan SFC dengan mengutamakan pemain, juga sejalan pula dengan kebijakan PSSI ataupun PT Liga Indonesia yang membatasi pemain asing agar pemain muda lokal di Indonesia lebih berkembang. Oleh: Hensyi Fitriansyah (koresponden BolaSkor.com Palembang)
Presiden SFC Studi Banding Ke Jerman
BolaSkor - Kamis, 17 Juli 2014
- #Timnas Jerman
- #Presiden SFC Studi Banding Ke Jerman
- #Der Panzer
- #Presiden Sfc Dodi Reza Alex
- #Sriwijaya Fc
- #Sfc
- #Laskar Wong Kito
Bagikan
BERITA TERKAIT
Selasa, 23 Juni 2026
Schlotterbeck Absen di Sisa Turnamen, Jerman Tetap Percaya Diri
Selasa, 23 Juni 2026
Miroslav Klose Senang Status Top Skorer Sepanjang Masa Piala Dunia Disalip Messi
Minggu, 21 Juni 2026
Deniz Undav, dari Pekerja Pabrik Menjadi Kartu AS Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Menang, Jerman Dituding Tak Bermain Fair Play Kontra Pantai Gading
Minggu, 21 Juni 2026
Daftar 3 Tim yang Memastikan Diri Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Jerman Terbaru
Minggu, 21 Juni 2026
Klasemen Terbaru Grup E dan Grup F Piala Dunia 2026: Kemenangan Membawa Belanda dan Jerman ke Puncak
Minggu, 21 Juni 2026
Rating Pemain Jerman vs Pantai Gading: Masuk dari Bangku Cadangan, Deniz Undav Dapat Nilai Tertinggi
Minggu, 21 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Timnas Jerman Akhiri Kutukan Usai Kalahkan Pantai Gading
Minggu, 21 Juni 2026
Manuel Neuer Resmi Jadi Kiper dengan Penampilan Terbanyak di Piala Dunia
PILIHAN EDITOR
Minggu, 21 Juni 2026
Deniz Undav, dari Pekerja Pabrik Menjadi Kartu AS Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Siapa Eloy Room? Mantan Anak Didik Patrick Kluivert yang Jadi Pahlawan Curacao
Sabtu, 20 Juni 2026
Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ketika Dominasi Statistik Tidak Berarti
Selasa, 16 Juni 2026
Tim-tim yang Mengakhiri Puasa Gol di Piala Dunia, dari Skotlandia hingga Swedia
Selasa, 16 Juni 2026
Daftar Langka Pelatih yang Kehilangan Jabatan saat Piala Dunia Berlangsung
Senin, 15 Juni 2026
Siapa Yasin Ayari? Mengapa Dia Tidak Merayakan Golnya ke Gawang Tunisia?
Minggu, 14 Juni 2026
Alex Grimaldo, Ahli Bola Mati Jebolan La Masia yang Hanya Kalah dari Lionel Messi
Minggu, 14 Juni 2026
Mengapa Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia Justru Bisa Menjadi Pertanda Buruk?
Minggu, 14 Juni 2026
Profil Ayyoub Bouaddi: Wonderkid 18 Tahun Binaan Prancis yang Menyebrang ke Maroko, Bersinar Melawan Brasil di Piala Dunia 2026
Sabtu, 13 Juni 2026