BolaSkor.com - Presiden FIFA Gianni Infantino mengusulkan agar pemain yang menutup mulut saat terlibat konfrontasi dengan lawan langsung dijatuhi kartu merah.
Usulan ini terkait dengan kasus pelecehan rasial pemain Benfica Gianluca Prestianni terhadap penyerang Real Madrid Vinicius Junior dalam laga Liga Champions pada pertengahan Februari lalu.
Prestianni dituduh melontarkan hinaan rasial kepada bintang Real Madrid itu sambil menutupi mulutnya.
Baca Juga:
Buntut Kasus Pelecehan Rasial Vinicius, FIFA Siapkan Aturan Larangan Menutup Mulut
Buntut Dugaan Rasisme, UEFA Resmi Jatuhkan Hukuman Sementara kepada Prestianni
Bantah Lakukan Pelecehan Rasial, Gianluca Prestianni Tetap Terancam Hukuman Berat
"Jika seorang pemain menutupi mulutnya dan mengatakan sesuatu yang berdampak rasis, maka dia harus diusir keluar lapangan, tentu saja," ujar Infantino dikutip dari Sky Sports.
"Kita harus berasumsi bahwa dia telah mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya dikatakan, jika tidak, dia tidak perlu menutupi mulutnya.
"Ini adalah tindakan yang bisa dan harus kita ambil dalam perjuangan kita melawan rasisme secara serius," tambah sang presiden.
Aturan Larangan Menutup Mulut

Benfica vs Real Madrid (X/FabrizioRomano)
Aturan larangan menutup mulut ini telah dibahas dalam pertemuan tahunan International Football Association Board (IFAB) di Wales akhir pekan ini.
Meskipun belum tercapai kesepakatan final, diskusi lebih lanjut akan dilakukan pada Kongres FIFA di Vancouver pada 30 April mendatang.
Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, menyatakan harapannya agar langkah-langkah baru ini bisa disepakati sebelum ajang Piala Dunia musim panas ini.
Sementara Infantino menekankan pentingnya efek jera dalam peraturan baru ini.
"Kita harus bertindak tegas dan dengan cara yang memberikan efek jera," kata Infantino.
Saat ini, UEFA telah menjatuhkan sanksi skorsing sementara kepada Prestianni sambil menunggu hasil investigasi.