Dasar pemicu kritikan Shumsky adalah penggunaan sepatu berwarna pink dan biru yang dikeluarkan oleh apparel asal Jerman, PUMA yang digunakan oleh para bintangnya seperti Mario Balotelli (Italia), Cesc Fabregas (Spanyol), Dante (Brasil), dan pemain-pemain lainnya yang diendorse oleh PUMA. "Menggunakan sepatu bola dengan warna pink dan biru muda tidak ubahnya seperti menggunakan celana dalam wanita atau menggunakan bra. Saya sangat yakin, ideologi liberal dalam sepabola seperti ini bertentangan dengan nilai-nilai Kristiani dalam sepakbola." ujar Shumsky seperti dilansir situs Russian People's Line. Meskipun hampir semua orang menilai bahwa trik yang dilakukan oleh PUMA dalam Brasil 2014 ini adalah sebuah terobosan baru yang memberikan variasi positif dalam nilai sepakbola, namun menurut Shumsky hal ini membuat para pemain seperti kaum homoseksual. Tersingkirnya Rusia di penyisihan grup yang merupakan negara asal Shumsky sangat disyukuri oleh Shumsky dan membuat Shumsky senang karena Rusia tidak lagi terlibat dalam ajang yang disebut Shumsky sebagai a Homosexual abomination ini. "Saya sangat senang untuk fakta bahwa Rusia sudah tersingkir. Dan dengan berkat Tuhan, Rusia sudah tidak lagi terlibat dalam Piala Dunia kali ini yang tidak ubahnya seperti ajang pesta Homoseksual!" tambah Shumsky. Kritikan Shumsky tidak berhenti sampai disitu. Shumsky juga menilai, gaya rambut para pemain di Piala Dunia Brasil 2014 kali ini dinilai Shumsky sebagai sebuah perilaku yang tidak masuk akal dan tidak senonoh karena tergolong aneh dan tidak sewajarnya.
"Piala Dunia Brasil 2014 Adalah Pesta Homoseksual!"
BolaSkor - Selasa, 08 Juli 2014
Bagikan
BERITA TERKAIT
Selasa, 30 Juni 2026
Jepang Meninggalkan Piala Dunia 2026 dengan Kepala Tegak
Senin, 29 Juni 2026
32 Besar Piala Dunia 2026: Diunggulkan Menang, Brasil Pantang Remehkan Jepang
Senin, 29 Juni 2026
Takefusa Kubo Absen, Jepang Senang Berstatus Underdog Kontra Brasil
Minggu, 28 Juni 2026
Superkomputer Prediksi Laga 32 Besar Piala Dunia 2026 Brasil vs Jepang: Samurai Blue Tidak Diunggulkan
Minggu, 28 Juni 2026
Jadwal Lengkap Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Dibuka Afsel vs Kanada
Kamis, 25 Juni 2026
Dibantai Brasil 0-3, Skotlandia Medioker dan Layak Tersingkir di Piala Dunia 2026
Kamis, 25 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Neymar Samai Rekor Pele hingga Ronaldo Usai Comeback Lawan Skotlandia
Rabu, 24 Juni 2026
Hadapi Brasil, Jiwa Petarung Skotlandia Jadi Kunci
Senin, 22 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Cedera Hamstring, Raphinha Masih Dipertahankan Brasil
PILIHAN EDITOR
Selasa, 30 Juni 2026
Keterpurukan Timnas Jerman: Tidak Lagi Ditakuti Lawan, Bukan Tim Diesel, dan Terlalu Fokus dengan Sepak Bola Indah
Senin, 29 Juni 2026
Cerita Perjalanan Pelatih Baru Manchester City, Enzo Maresca sebagai Pemain dan Pelatih
Senin, 29 Juni 2026
Cuma Loloskan Dua Tim ke Babak Gugur, Piala Dunia 2026 Jadi Cerminan Sepak Bola Asia
Minggu, 28 Juni 2026
Mengenal Enrique Macaya Marquez, Jurnalis Legendaris Berusia 91 Tahun yang Sudah Meliput Piala Dunia Sejak 1958
Kamis, 25 Juni 2026
Kisah Perjuangan Ali Al-Hamadi, Striker Irak yang Ditempa di Jalanan Liverpool
Kamis, 25 Juni 2026
Absolute Cinema, Momen Spesial Guillermo Ochoa di Panggung Piala Dunia
Minggu, 21 Juni 2026
Deniz Undav, dari Pekerja Pabrik Menjadi Kartu AS Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Siapa Eloy Room? Mantan Anak Didik Patrick Kluivert yang Jadi Pahlawan Curacao
Sabtu, 20 Juni 2026
Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ketika Dominasi Statistik Tidak Berarti
Selasa, 16 Juni 2026