"Saya akan tanyakan ke Sekjen PSSI Djoko Driyono agar cara-cara mafia seperti itu segera diakhiri. Hal ini demi sportivitas sepak bola Indonesia," kata Rudyatmo di Solo, Jumat (10/10). Menurut Rudyatmo yang juga Wali Kota Surakarta ini pihaknya segera menghubungi PSSI agar cara-cara mafia pertandingan dalam kompetisi segera dihentikan. Sebab, jika masih berlangsung, jangan berharap tim Indonesia dalam Asian Games dapat masuk perempat final. "Persatuaan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengurus kompetisi saja tidak fair, bagaimana persepak bolaan kita ke depan?" kata Rudyatmo saat menanggapi dua laga Persis yang selalu dikerjain wasit terus. Bahkan, Persis Solo sedang menghadapi sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI setelah melakukan pertandingan kedua delapan besar melawan tuan rumah Martapura FC di Kalimantan Selatan. Komdis PSSI akan memnjatuhkan sanksi terhadap tiga pemain Persis Solo, yakni Bayu Nugroho, Hendri Aprilianto, dan Fandi Edy, skorsing tidak boleh main satu kali pertandingan dan denda masing-masing Rp 10 juta. Selain itu, suporter fanatik Pasoepati juga ikut terkena sanksi tidak boleh mendampingi Persis Solo saat melakukan pertandingan ke kandang lawan. Menurut Rudyatmo yang juga mantan anggota Komite Normalisasi (KN) PSSI itu, keputusan PSSI yang memberikan sanksi kepada Persis tidak mendasar. "Saya segera menghubungi Sekjen PSSI Djoko Driyono untuk memastikan dan meminta PSSI menghentikan mafia kompetisi semacam itu," kata Rudyatmo. Pihaknya menilai ada indikasi penggembosan terhadap perjalanan Persis Solo yang mempunyai ambisi ke ISL itu. "Pemain Persis melakukan kesalahan apa? Mereka belum menerima peringatan, kok, langsung main sanksi. Para pemain itu tidak mendapatkan kartu dari wasit kenapa langsung sanksi? Ada apa?" kata Rudyatmo. Ketiga pemain Persis tersebut mendapatkan ancaman sanksi Komdis saat Persis bertanding melawan tuan rumah Martapura FC, Rabu (8/10). Pada keputusannya, Komdis menganggap ketiga pemain itu melakukan protes dan intimidasi kepada wasit di luar batas saat memberikan hadiah penalti kepada tuan rumah. JANGAN LEWATKAN:
Persis Solo Curigai Permainan Mafia Sepak Bola di Indonesia
BolaSkor - Jumat, 10 Oktober 2014
Bagikan
BERITA TERKAIT
Rabu, 17 Juni 2026
Persija Jakarta Kehilangan Sosok Penting yang Hengkang ke Persis Solo
Sabtu, 23 Mei 2026
Klasemen Akhir Super League 2025/2026: Persib dan Borneo FC Poinnya Sama
Sabtu, 23 Mei 2026
Hasil Super League 2025/2026: Madura United Menang, Persis Degradasi
Sabtu, 23 Mei 2026
Link Streaming Pertandingan Penentuan Degradasi di Super League 2025/2026, Sabtu 23 Mei 2026 Pukul 16.00 WIB
Minggu, 17 Mei 2026
Hasil Super League 2025/2026: Malut United Imbang dengan Persita, Persis Solo Perpanjang Napas
Sabtu, 16 Mei 2026
Link Streaming Super League, Persis Solo vs Dewa United Banten FC, Sabtu 16 Mei 2026, Kick Off Pukul 19.00 WIB
Jumat, 15 Mei 2026
Tak Pernah Kalah, Dewa United Banten FC Tetap Waspadai Persis Solo
PILIHAN EDITOR
Minggu, 05 Juli 2026
9 Pelatih Dipecat atau Mengundurkan Diri di Piala Dunia 2026
Sabtu, 04 Juli 2026
4 Laga Babak 16 Besar Piala Dunia Paling Bersejarah: Mbappe Hempaskan Messi, Hingga Gol Emas Ahn Jung-hwan
Sabtu, 04 Juli 2026
Argentina vs Cape Verde: Albiceleste Menang, tetapi Blue Sharks Juara di Hati Rakyat
Jumat, 03 Juli 2026
7 Bintang di Piala Dunia 2026 yang Berpotensi Gabung Klub Premier League
Selasa, 30 Juni 2026
Keterpurukan Timnas Jerman: Tidak Lagi Ditakuti Lawan, Bukan Tim Diesel, dan Terlalu Fokus dengan Sepak Bola Indah
Senin, 29 Juni 2026
Cerita Perjalanan Pelatih Baru Manchester City, Enzo Maresca sebagai Pemain dan Pelatih
Senin, 29 Juni 2026
Cuma Loloskan Dua Tim ke Babak Gugur, Piala Dunia 2026 Jadi Cerminan Sepak Bola Asia
Minggu, 28 Juni 2026
Mengenal Enrique Macaya Marquez, Jurnalis Legendaris Berusia 91 Tahun yang Sudah Meliput Piala Dunia Sejak 1958
Kamis, 25 Juni 2026
Kisah Perjuangan Ali Al-Hamadi, Striker Irak yang Ditempa di Jalanan Liverpool
Kamis, 25 Juni 2026