BolaSkor.com - Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, secara tegas mengatakan bahwa larangan suporter away di Super League akan terus dilanjutkan hingga pekan depan.
Hal tersebut dikarenakan sejumlah kericuhan yang masih terus terjadi di kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia itu pada musim ini, yang mana terakhir terjadi pada laga pekan ke-24 Super League antara Persijap Jepara melawan Persis Solo.
Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Kamis (5/3) itu berakhir dengan bentrokan antara kedua kubu suporter hingga ke luar stadion.
Baca Juga:
Buka Kegiatan Perdana PSSI Pers 2026-2029, Arya Sinulingga Singgung Pentingnya Peran Media
Arya Sinulingga menyayangkan kejadian tersebut dan mengingatkan lagi terkait dengan larangan suporter untuk datang pada laga tandang dan alasan peraturan tersebut dibuat.
“Ini suporternya lupa sama (Tragedi) Kanjuruhan dan lain-lain. Jadi, mereka lupa sepertinya, itu yang membuat kami sedih juga. Sebenarnya kami sudah bilang tidak boleh away (tandang), tapi tetap saja dilanggar,” tutur Arya di Senayan, Jakarta, Jumat (6/3).
“Kemarin juga ada itu satu pertandingan away, itu bagus antarsuporter, terus saya ditanya, 'Ini bagus, ayo dong buka away-nya'. Ternyata, itu hanya satu, ini hanya satu. Ini tidak hanya satu. Ini menyangkut nyawa gitu,” tambahnya.
PSSI dan juga I League saat ini tengah berdiskusi dan mempersiapkan keamanan lebih jelang pekan-pekan terakhir Super League 2025/2026 ini.
“Karena menuju akhir-akhir liga (Super League) sedikit rawan, baik dari Liga 1 (Super League) maupun Liga 2 (Championship) karena masalah promosi. Liga 1 ketat sekali di atas, di bawah pun juga dekat. Maksudnya yang di atas mau juara, yang di bawah tidak mau degradasi. Jadi, harus ada perhatian khusus,” ucap Arya.
Ancam Teruskan Larangan Suporter Away
PSSI tidak menutup kemungkinan untuk terus melanjutkan peraturan yang melarang suporter hadir dalam laga tandang hingga musim depan demi terhindarnya hal-hal yang tidak diinginkan.
Menurutnya, hal itu juga dikarenakan kejadian-kejadian serupa melalui perilaku suporter yang masih belum bisa disiplin dan tidak bertanggung jawab.
“Untuk musim depan? Kalau terus seperti ini terus, jangan salahkan federasi ketika itu (larangan suporter away) diterapkan,” tegas Arya.
“Karena kita tidak bisa disiplin dan tidak bisa menunjukkan bahwa kita mampu untuk itu, malu. Kita setiap pertandingan kursi di lempar-lempar, dibongkar, apa itu,” tutupnya.
Penulis: Gazza Roosaryatama