BolaSkor.com - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, secara sportif memberikan ucapan selamat kepada Persib Bandung yang menjadi juara Super League 2025/2026.
Persib Bandung dipastikan menjadi juara setelah bermain imbang 0-0 dengan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (23/5). Ini adalah gelar juara ketiga yang diraih Persib secara beruntun.
Maung Bandung berhak menjadi juara karena unggul head to head dari Borneo FC Samarinda yang harus puas menjadi runner-up. Persib dan Borneo FC mengoleksi poin sama, yakni 79.
Baca Juga:
Mauricio Souza Kirim Sinyal Bertahan di Persija Musim Depan
Soal Kontraknya di Persija, Mauricio Souza Berharap Awal Pekan Depan Ada Kepastian
Persija sebetulnya sempat menjadi bersaing dalam perebutan gelar juara sebelum peluang itu tertutup akibat kekalahan dari Persib pada pekan ke-31 di Stadion Segiri, Samarinda.
Macan Kemayoran pada akhirnya harus puas menempati peringkat tiga di klasemen akhir musim. Macan Kemayoran mengumpulkan 71 poin, terpaut 8 poin dari Persib dan Borneo FC.
"Dan mengenai (Persib) Bandung, saya benar-benar tidak ada yang perlu dikatakan lagi. Selamat untuk mereka," kata Mauricio Souza.
Persija Terlalu Sering Kehilangan Poin di Kandang

Selebrasi Adam Alis usai bobol gawang Persija Jakarta di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5) sore WIB. (Persib.co.id)
Menurut Mauricio Souza, satu di antara penyebab Persija terlempar dari persaingan juara di pekan ke-31 karena kesalahan sendiri.
Tim kebanggaan The Jakmania itu terlalu sering kehilangan poin di laga kandang. Padahal, Persija adalah tim dengan perolehan poin laga tandang terbaik (34 poin: 11 menang, satu imbang, 5 kalah-Red).
Namun, dari 17 partai home, Persija hanya meraup 37 poin, yang diperoleh dari 11 kemenangan, 4 kali imbang, dan 2 kekalahan. Catatan itu jauh di bawah Persib dan Borneo FC, yang masing-masing meraih 47 dan 46 poin dari partai kandang.
Bahkan, Persib tidak pernah tersentuh kekalahan saat bermain di markas sendiri. Adapun Borneo FC, dari 17 laga, hanya kalah kehilangan empat poin di kandang (satu imbang dan satu kalah).
"Terkait musim yang kami jalani, saya rasa kami seharusnya bisa tampil lebih baik dalam laga kandang. Menurut saya, hal itulah yang menentukan hasil akhir di kompetisi ini. Secara historis, tim yang tampil bagus di laga tandang selalu memiliki keuntungan dalam kompetisi. Sementara kami justru kehilangan banyak poin di kandang sendiri," tutur pelatih asal Brasil tersebut.