Raihan tersebut sedikit memberikan ruang bagi Persepam untuk terhindar dari jurang degradasi kompetisi ISL 2014 wilayah timur. Sebaliknya, Perseru masih berada di urutan kedua dari bawah dengan 20 poin. Laga kedua tim awalnya berjalan cukup menarik. Kedua tim yang sama-sama cari aman langsung bermain terbuka. Tuan rumah, Persepam yang sejak awal berambisi memenangkan laga ini menggempur pertahanan Perseru melalui Rossy Noprihanis, Slamet Nurcahyo, Diego Fretes, dan Silvio Escobar. Di kubu lawan, Jean Paul Boumsong dan Arthur Bonai berkali-kali mengancam gawang tuan rumah. Namun sampai babak pertama usai kedua tim tetap gagal membuat gol. Di babak kedua, Perseru justru mampu unggul lebih dulu melalui gol Ferdinando Mote menit ke-57. Tertinggal 1-0, Laskar Sape Kerap, julukan Persepam langsung tampil kesetanan. Namun upaya itu justru menemui insiden kericuhan pada menit ke-67. Kericuhan itu dipicu aksi suporter Persepam. Mereka masuk ke lapangan lantaran ingin protes terhadap wasit Dodi Setia Purnama, yang tidak memberikan penalti kepada tim tuan rumah. Menyusul, mereka menganggap pemain Perseru telah melakukan handsball di kotak terlarang. Imbasnya, pertandingan pun harus terhenti sampai 24 menit. Beruntung, laga bisa dilanjutkan kembali setelah petugas bertindak cepat mengamankan wasit ke ruang ganti. Namun tak lama berselang, wasit Dodi memberikan hadiah penalti bagi Persepam. Diego Fretes yang menjadi algojo penati itu mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Kedudukan 1-1 itu bertahan sampai laga usai. Dengan hasil tersebut, tim besutan Arcan Iurie sudah mengoleksi 23 poin dari 19 laga yang dilakoninya. Dan menyisakan satu pertandingan saat menjamu tim asal Papua lainnya, Persipura Jayapura, pada Jum'at (5/9/2014) mendatang. Oleh: Bambang Priyanto (koresponden BolaSkor.com Madura) JANGAN LEWATKAN:
Diwarnai Keributan, Persepam Ditahan PerseruIndonesia Super League 2014
BolaSkor - Senin, 01 September 2014
Bagikan
BERITA TERKAIT
Sabtu, 23 Mei 2026
Tak Ada Pilihan Lagi Selain Menang bagi Madura United untuk Lolos Degradasi
Sabtu, 23 Mei 2026
Link Streaming Pertandingan Penentuan Degradasi di Super League 2025/2026, Sabtu 23 Mei 2026 Pukul 16.00 WIB
Kamis, 21 Mei 2026
Laga Hidup-Mati Melawan PSM, Madura United Diberi Petuah sebagai Kebanggaan Warga Pulau Garam
Senin, 11 Mei 2026
Hasil Super League 2025/2026: Dikalahkan Bhayangkara FC, Madura United Bersaing dengan Persis Solo di Zona Degradasi
Kamis, 23 April 2026
Absensi Alex Martins Tak Pengaruhi Dewa United, Madura United Tetap Siaga Satu
Sabtu, 18 April 2026
Bawa Laptop ke Konferensi Pers, Bernardo Tavares Tunjukkan Kesalahan Wasit Ketika Persebaya Ditekuk Madura United
PILIHAN EDITOR
Rabu, 03 Juni 2026
Profil 11 Stadion Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat
Rabu, 03 Juni 2026
Sejumlah Rekor yang Bisa Dipecahkan Lionel Messi di Piala Dunia 2026
Rabu, 03 Juni 2026
5 Klub yang Paling Banyak Sumbang Pemain ke Piala Dunia 2026: Manchester City Nomor Satu
Selasa, 02 Juni 2026
Tua-tua Keladi, 6 Pemain di Atas 40 Tahun yang Mentas pada Piala Dunia 2026
Senin, 01 Juni 2026
Profil Grup L Piala Dunia 2026: Inggris dan Kroasia Saling Sikut, Ghana Kuda Hitam
Minggu, 31 Mei 2026
Arsenal Perlu Berevolusi setelah Kalah dari PSG di Final Liga Champions
Minggu, 31 Mei 2026
5 Klub Tersubur dalam Sejarah Liga Champions, PSG Samai Barcelona
Jumat, 29 Mei 2026