Bahia - Manajer tim nasional Jerman Oliver Bierhoff mengatakan dirinya sudah membuka pembicaraan dengan para penduduk yang tinggal di area dekat hotel tim nasional Jerman menginap. Hal ini dilakukan setelah warga memprotes langkah-langkah pengamanan sangat ketat di seputar markas skuat Die Nationalmannschaft itu. Demikian dilansir AFP. Kelompok 100 warga dari 900 komunitas di Santo Andre dengan marah memprotes pengamanan teramat ketat yang mengelilingi hotel mewah Campo Bahia yang dihuni tim Jerman. Ketatnya pengamanan telah merepotkan kehidupan dan pekerjaan mereka di area itu. Mengatasi hal ini, Bierhoff turun tangan dan bertemu dengan para warga di pub setempat - yang ditutup oleh polisi saat pertemuan itu berlangsung. "Kelihatannya beberapa hal tidak berjalan dengan baik," aku Bierhoff. "Kami telah meminta kepala keamanan kami, Hendrik Grosse-Lefert, untuk meyakinkan bahwa langkah pengamanan yang tidak diperlukan untuk dicoret. Kami tidak ingin mengganggu kehidupan orang-orang di sini," lanjutnya lagi. Satu unit polisi memang ditugaskan untuk melindungi tim nasional Jerman sepanjang mereka menginap di sana. Dan diakui Bierhoff, pihaknya juga sudah terpengaruh oleh keamanan tingkat tinggi. "Kami ingin mengendarai sepeda ke markas latihan kami setiap hari. Namun sayangnya hal itu tidak mungkin dilakukan, karena polisi tidak mengizinkannya," tambah Bierhoff. Juru bicara Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) Jens Grittner mengatakan, langkah pengamanan seperti kawalan polisi saat tim sedang berlatih, merupakan persyaratan yang dipaksakan oleh FIFA dan pemerintah Brasil. Jerman akan memulai kampanye Piala Dunia mereka dengan menghadapi Portugal di Salvador pada Senin (16/6). Setelah itu Der Panzer akan menghadapi Ghana dan AS di Grup D.
Pengamanan Ketat Diprotes Warga, Bierhoff pun Turun Tangan
BolaSkor - Kamis, 12 Juni 2014
Bagikan
BERITA TERKAIT
Selasa, 23 Juni 2026
Schlotterbeck Absen di Sisa Turnamen, Jerman Tetap Percaya Diri
Selasa, 23 Juni 2026
Miroslav Klose Senang Status Top Skorer Sepanjang Masa Piala Dunia Disalip Messi
Minggu, 21 Juni 2026
Deniz Undav, dari Pekerja Pabrik Menjadi Kartu AS Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Menang, Jerman Dituding Tak Bermain Fair Play Kontra Pantai Gading
Minggu, 21 Juni 2026
Daftar 3 Tim yang Memastikan Diri Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Jerman Terbaru
Minggu, 21 Juni 2026
Klasemen Terbaru Grup E dan Grup F Piala Dunia 2026: Kemenangan Membawa Belanda dan Jerman ke Puncak
Minggu, 21 Juni 2026
Rating Pemain Jerman vs Pantai Gading: Masuk dari Bangku Cadangan, Deniz Undav Dapat Nilai Tertinggi
Minggu, 21 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Timnas Jerman Akhiri Kutukan Usai Kalahkan Pantai Gading
Minggu, 21 Juni 2026
Manuel Neuer Resmi Jadi Kiper dengan Penampilan Terbanyak di Piala Dunia
PILIHAN EDITOR
Minggu, 21 Juni 2026
Deniz Undav, dari Pekerja Pabrik Menjadi Kartu AS Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Siapa Eloy Room? Mantan Anak Didik Patrick Kluivert yang Jadi Pahlawan Curacao
Sabtu, 20 Juni 2026
Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ketika Dominasi Statistik Tidak Berarti
Selasa, 16 Juni 2026
Tim-tim yang Mengakhiri Puasa Gol di Piala Dunia, dari Skotlandia hingga Swedia
Selasa, 16 Juni 2026
Daftar Langka Pelatih yang Kehilangan Jabatan saat Piala Dunia Berlangsung
Senin, 15 Juni 2026
Siapa Yasin Ayari? Mengapa Dia Tidak Merayakan Golnya ke Gawang Tunisia?
Minggu, 14 Juni 2026
Alex Grimaldo, Ahli Bola Mati Jebolan La Masia yang Hanya Kalah dari Lionel Messi
Minggu, 14 Juni 2026
Mengapa Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia Justru Bisa Menjadi Pertanda Buruk?
Minggu, 14 Juni 2026
Profil Ayyoub Bouaddi: Wonderkid 18 Tahun Binaan Prancis yang Menyebrang ke Maroko, Bersinar Melawan Brasil di Piala Dunia 2026
Sabtu, 13 Juni 2026