Mueller tampil brilian pada laga itu dengan menyumbang tiga gol buat Jerman. Ketajaman striker Bayern Muenchen ini mampu membungkam Cristiano Ronaldo dkk sekaligus melambungkan Jerman menjadi pemimpin klasemen sementara Grup B. Insiden kartu merah kepada Pepe itu terjadi setelah ia berduel dengan Mueller. Saat itu, kibasan tangan Pepe mengenai muka Mueller dan membuat ia terkapar. Melihat kejadian tersebut, Pepe langsung menghampiri Mueller. Alih-alih meminta maaf, Pepe malah menanduk kepala Mueller sambil mengucapkan kata-kata makian. Mendapat perlakuan tersebut, Mueller bangkit dan berusaha akan membalas perlakuan tersebut. Beruntung, wasit dan pemain kedua tim melerai kedua pemain itu. Buntut dari insiden itu, wasit langsung mengganjar Pepe dengan kartu merah. Mueller mengaku tidak bersalah atas kejadian itu. Menurutnya, Pepe memang menyikut dan menanduk kepalanya. "Lihat saja dalam rekaman televisi dan coba lihat bagaimana posisi saya. Ia memang dipukul dan itu memang terjadi. Apa yang terjadi kemudian, saya benar-benar tidak tahu. Saya tidak mau dibodohi. Saya tidak pernah memprovokasi dan saya 100 persen tidak tahu kejadian selanjutnya," ungkap Mueller. Terlepas dari itu, Mueller mengaku gembira dengan kontribusi tiga golnya untuk Jerman. "Tiga gol pada laga pembuka dan menghadapi lawan tangguh menjadi sesuatu yang indah dan benar-benar menggembirakan," imbuhnya. Seperti para pemain Jerman lainnya, Mueller juga merasa kepayahan dengan cuaca panas di Salvador. "Anda lihat setelah 20 menit, rasanya sangat berat apalagi pertandingan masih lama. Bermain di bawah terik matahari, benar-benar sangat menyiksa, khususnya saat memegang bola. Itulah yang membuat kami bermain agak bertahan di awal laga baru kemudian melancarkan serangan balik dan memaksimalkan setiap peluang yang ada. Dan kami mampu melakukan itu dengan baik," pungkasnya.
Mueller Bantah Provokasi Wasit
BolaSkor - Selasa, 17 Juni 2014
Bagikan
BERITA TERKAIT
Rabu, 24 Juni 2026
Cristiano Ronaldo Ukir Sejarah, Jadi Pemain Pertama Cetak Gol di 6 Piala Dunia Berbeda
Selasa, 23 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Michael Owen Yakin Cristiano Ronaldo Akan Hat-trick Lawan Uzbekistan
Selasa, 23 Juni 2026
Prediksi dan Statistik Kolombia vs RD Kongo: The Leopards Emban Misi Ambisius
Selasa, 23 Juni 2026
Klasemen Sementara Grup I-J Piala Dunia 2026: Prancis dan Argentina Tak Terbendung
Selasa, 23 Juni 2026
Prediksi dan Statistik Inggris vs Ghana: Waktunya Amankan Tiket Babak 32 Besar
Selasa, 23 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Samai Gol Miroslav Klose, Messi Didekati
Selasa, 23 Juni 2026
Jadwal Siaran Langsung dan Link Streaming Inggris vs Ghana, Live TVRI Rabu (24/6) Pukul 03.00 WIB
Selasa, 23 Juni 2026
Kick-off Babak Kedua Ditunda karena Badai Petir, Prancis Sementara Ungguli Irak 1-0
Selasa, 23 Juni 2026
Miroslav Klose Senang Status Top Skorer Sepanjang Masa Piala Dunia Disalip Messi
Selasa, 23 Juni 2026
Sederet Rekor yang Diukir Lionel Messi usai Argentina Tumbangkan Austria
PILIHAN EDITOR
Minggu, 21 Juni 2026
Deniz Undav, dari Pekerja Pabrik Menjadi Kartu AS Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Siapa Eloy Room? Mantan Anak Didik Patrick Kluivert yang Jadi Pahlawan Curacao
Sabtu, 20 Juni 2026
Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ketika Dominasi Statistik Tidak Berarti
Selasa, 16 Juni 2026
Tim-tim yang Mengakhiri Puasa Gol di Piala Dunia, dari Skotlandia hingga Swedia
Selasa, 16 Juni 2026
Daftar Langka Pelatih yang Kehilangan Jabatan saat Piala Dunia Berlangsung
Senin, 15 Juni 2026
Siapa Yasin Ayari? Mengapa Dia Tidak Merayakan Golnya ke Gawang Tunisia?
Minggu, 14 Juni 2026
Alex Grimaldo, Ahli Bola Mati Jebolan La Masia yang Hanya Kalah dari Lionel Messi
Minggu, 14 Juni 2026
Mengapa Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia Justru Bisa Menjadi Pertanda Buruk?
Minggu, 14 Juni 2026
Profil Ayyoub Bouaddi: Wonderkid 18 Tahun Binaan Prancis yang Menyebrang ke Maroko, Bersinar Melawan Brasil di Piala Dunia 2026
Sabtu, 13 Juni 2026