Selain itu, dana itu sekaligus sebagai dana promosi dengan memanfaatkan jabatan manajer timnas. "Manajer Timnas adalah jabatan yang prestise. Mereka bisa numpang terkenal dan tiap hari dikutip media massa. Jadi saya rasa dana itu masih wajar," ujar La Nyalla di Jakarta, Senin (31/3). Kursi manajer timnas di berbagai kelompok umur memang hingga kini kebanyakan belum terisi. Pasalnya saat ini kebanyakan pelatih merangkap menjadi manajer head coach. "Orang yang jadi manajer itu orang yang mau mengeluarkan uang. Uang Rp 5 miliar itu bukan untuk saya, tapi untuk PSSI yang nantinya untuk timnas. Kalau tidak ada yang sanggup, ya kita jalan sendiri," tukas La Nyalla.