Goetze masuk di menit ke-88 menggantikan Miroslav Klose pada pertandingan final Piala Dunia 2014 melawan Argentina yang berlangsung di Estadio do Maracana, Rio de Janiero, Senin (14/7) dini hari WIB. Benar saja, pemain asal klub Bayern Muenchen itu akhirnya mencetak gol kemenangan Tim Panser pada pertandingan ini. Menerima umpan silang Andre Schurrle dari sisi kanan pertahanan Argentina, Goetze menahan bola dengan dada dan kemudian melepaskan sontekan kaki kiri ke pojok kiri gawang. "Saya bilang kepada Mario Goetze untuk menunjukkan kepada dunia bahwa dia lebih baik dari Messi dan menjadi penentu pertandingan ini. Itu yang saya bilang kepadanya. Saya memiliki perasaan yang bagus tentangnya," ungkap Loew seperti dilansir situs resmi FIFA. "Goetze adalah anak ajaib. Dia bisa bermain di posisi mana saja. Dia selalu tahu bahwa dia bisa menjadi penentu jalannya pertandingan. Hari ini, dia mencetak gol kemenangan dengan cara yang indah," Loew menambahkan. Loew pertama kali bergabung bersama Timnas Jerman pada 2004 silam sebagai asisten Juergen Klinsmann. Kemudian, dia dipercaya sebagai pelatih kepala setelah Piala Dunia 2006. Juru racik berusia 54 tahun itu memaparkan bahwa tim ini sudah dipersiapkan selama 10 tahun. "Kami mengawali proyek ini sepuluh tahun lalu. Keberhasilan ini adalah hasil kerja keras selama bertahun-tahun. Kami terus mengalami perkembangan secara konstan sampai akhirnya mencapai apa yang kami inginkan," sambung Loew. "Jika ada tim yang pantas menjadi juara, maka tim itu adalah Jerman. Para pemain seperti Per Mertesacker, Bastian Schweinsteiger, Philipp Lahm, Miroslav Klose telah lama berada dalam tim ini," Loew memungkasi.
Loew: Goetze Lebih Hebat dari Messi
BolaSkor - Senin, 14 Juli 2014
Bagikan
BERITA TERKAIT
Selasa, 23 Juni 2026
Schlotterbeck Absen di Sisa Turnamen, Jerman Tetap Percaya Diri
Selasa, 23 Juni 2026
Miroslav Klose Senang Status Top Skorer Sepanjang Masa Piala Dunia Disalip Messi
Minggu, 21 Juni 2026
Deniz Undav, dari Pekerja Pabrik Menjadi Kartu AS Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Menang, Jerman Dituding Tak Bermain Fair Play Kontra Pantai Gading
Minggu, 21 Juni 2026
Daftar 3 Tim yang Memastikan Diri Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Jerman Terbaru
Minggu, 21 Juni 2026
Klasemen Terbaru Grup E dan Grup F Piala Dunia 2026: Kemenangan Membawa Belanda dan Jerman ke Puncak
Minggu, 21 Juni 2026
Rating Pemain Jerman vs Pantai Gading: Masuk dari Bangku Cadangan, Deniz Undav Dapat Nilai Tertinggi
Minggu, 21 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Timnas Jerman Akhiri Kutukan Usai Kalahkan Pantai Gading
Minggu, 21 Juni 2026
Manuel Neuer Resmi Jadi Kiper dengan Penampilan Terbanyak di Piala Dunia
PILIHAN EDITOR
Minggu, 21 Juni 2026
Deniz Undav, dari Pekerja Pabrik Menjadi Kartu AS Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Siapa Eloy Room? Mantan Anak Didik Patrick Kluivert yang Jadi Pahlawan Curacao
Sabtu, 20 Juni 2026
Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ketika Dominasi Statistik Tidak Berarti
Selasa, 16 Juni 2026
Tim-tim yang Mengakhiri Puasa Gol di Piala Dunia, dari Skotlandia hingga Swedia
Selasa, 16 Juni 2026
Daftar Langka Pelatih yang Kehilangan Jabatan saat Piala Dunia Berlangsung
Senin, 15 Juni 2026
Siapa Yasin Ayari? Mengapa Dia Tidak Merayakan Golnya ke Gawang Tunisia?
Minggu, 14 Juni 2026
Alex Grimaldo, Ahli Bola Mati Jebolan La Masia yang Hanya Kalah dari Lionel Messi
Minggu, 14 Juni 2026
Mengapa Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia Justru Bisa Menjadi Pertanda Buruk?
Minggu, 14 Juni 2026
Profil Ayyoub Bouaddi: Wonderkid 18 Tahun Binaan Prancis yang Menyebrang ke Maroko, Bersinar Melawan Brasil di Piala Dunia 2026
Sabtu, 13 Juni 2026