>Manchester City baru kebobolan 29 kali dari 31 partai yang telah mereka mainkan, atau rata-rata kebobolan per laga hanya 0,88. Sejauh ini barisan pertahanan City telah melepas 612 tackle dengan rataan sukses mencapai 76,97%. Bek City juga sudah 419 kali memotong bola, tim Manchester Biru juga sudah mencatat 13 clean sheets sejauh ini.
>Tak bisa dipungkiri, pemain terbaik Manchester City sejauh ini adalah Yaya Toure. Peran vitalnya tercermin dari jumlah gol, assist, rata-rata nilai per laga, serta kemampuan menusuk ke kotak penalti yang sangat efisien. Musim ini Toure sudah mencetak 18 gol, dengan rata-rata satu gol tiap 144 menit. Dari lima assist, Toure sudah menciptakan 32 peluang. Pemain asal Pantai Gading ini begitu padu dengan Fernandinho, keduanya sangat lihai dalam mematahkan serangan lawan di lini tengah yang secara tak langsung berdampak pada daya gempur tim. Ketika Toure dan Fernandinho sedang dalam penampilan terbaiknya, City biasanya menang tanpa kebobolan.>Selanjutnya: lini depan>>Lini Depan>Liverpool dan Manchester City membebaskan pergerakan pemain di lini depan. Kedua kubu punya rata-rata mencetak tiga gol per laga. Predikat paling produktif milik The Reds sangat terbantu oleh duet penyerangnya, Luis Suarez dan Daniel Sturridge yang sudah mengemas 49 gol. Gerrard sebagai eksekutor penalti juga telah menghasilkan 13 gol. Dengan Coutinho, Sterling dan Henderson sebagai pencatat assist, kekuatan utama Liverpool musim ini terletak pada lini depan.>City juga punya daya gedor mumpuni, dengan 84 gol dari 31 pertandingan sejauh ini. Sergio Aguero, Alvaro Negredo dan Edin Dzeko telah menghasilkan 35 gol, sementara Samir Nasri, David Silva dan Jesus Navas menyumbang 15 gol dari lini tengah. Melihat fakta Aguero lebih banyak cedera sepanjang musim ini dan produktifitas City tetap terjaga, maka kesimpulan yang didapat adalah kedalaman skuat Pellegrini sangat mumpuni.