Kone berharap diturunkan sebagai starter, sehingga keinginannya untuk menjebol gawang Juventus yang dijaga kiper nomor satu Italia, Gianluigi Buffon bisa tercapai. Keinginan inilah yang membuat Kone ngotot bergabung dengan tim All Star. Namun sebagai pemain, Kone tetap menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada pelatih ISL All Star Stefan Hansson. “Pertandingan menghadapi Juventus merupakan laga yang saya tunggu-tunggu. Siapa yang tidak senang bisa berhadapan dengan pemain-pemain hebat dunia. Saya berharap bisa diturunkan sebagai starter, dan bisa menjebol gawang Juventus yang dikawal kiper terbaik dunia Gianluigi Buffon,” kata Kone, Senin (4/8). Juventus sendiri datang ke Jakarta dengan membawa pemain-pemain terbaiknya seperti Gianluigi Buffon, Carlos Tevez, Paul Pogba, Vidal, Patrice Evra, Asamoah dan pemain bintang lainnya. “ Bertanding dengan pemain kelas dunia adalah impian semua pemain, termasuk saya. Tentu ini tidak akan saya sia-siakan. Jika bisa menjebol gawan Juventus, laga ini akan selalu saya kenang ketika nanti tidak lagi bermain sepak bola,” ujar Kone. Namun keinginan Kone ini tentulah tidak mudah, karena selain ada Buffon di bawah mistar gawang Juventus, Juara Serie A Italia ini juga diperkuat bek-bek andal seperti Leonardo Bonucci, Marco Motta, Martin Caceres, Giorgio Chiellini, Angelo Ogbonna, Luca Marrone dan Carlos Blanco Moreno. “Saya sadar menjebol gawang Juventus bukanlah hal yang mudah, namun meskipun sulit, tetap ada peluang. Yang penting saya harus berusaha sebaik-baiknya. Jika ada kesempatan sekecil apapun akan saya manfaatkan dengan baik,” katanya. Soal tukar jersey, Kone tidak terlalu mengutamakannya, karena baginya yang terpenting bisa tampil sebagai starter, bermain baik dan kalau bisa mencetak gol. “ Karena saya seorang striker, tentunya ingin tukar jersey dengan sesama striker yaitu Carlos Tevez, namun ini bukanlah hal yang utama,” katanya. Pelatih SFC, Subangkit menyambut baik dipanggilnya Kone sebagai salah satu striker untuk menghadapi Juventus. Dengan dipanggilnya Kone, menandakan kalau PT Liga Indonesia mengakui Kone sebagai salah satu striker terbaik ISL. Subangkit optimis Kone bukan hanya menjadi pelangkap, tetapi akan diturunkan serta bermain baik. “Kone merupakan striker andalan SFC. Saya optimis Kone akan tampil sama baiknya saat menghadapi Juventus. Jika Kone tampil baik, sebagai pelatih SFC, tentunya saya juga senang,” kata Subangkit. Meskipun tampil menghadapi Juventus, Subangkit mengatakan tidak akan mengganggu persiapan tim menghadapi Persijap Jepara. Setelah menghadapi Juventus, Kone serta Mofu yang juga dipanggil PT Liga Indonesia diharapkan segera bergabung dalam pemusatan latihan di Kudus. “Sekarang biarlah Kone dan Mofu fokus terlebih dahulu menghadapi Juventus. Setelah itu baru keduanya kita harapkan segera bergabung dengan tim di Kudus. Kone dan Mofu menjadi andalan menghadapi Persijap, karena banyaknya pemain kita yang cedera. Saya harap keduanya tidak bermasalah sekembalinya dari Jakarta,” harap Subangkit. Seperti diberitakan sebelumnya, dua pemain SFC yaitu Lanchine Kone dan Vendry Mofu mendapat panggilan untuk memperkuat tim ISL All Star menghadapi Juventus. Awalnya tidak ada satupun pemain SFC yang masuk dalam skuat ISL All Star, namun karena ada beberapa pemain yang tidak mendapat izin dari klub, maka sebagai gantinya PT Liga Indonesia memanggil Kone dan Mofu. Kone sendiri akan bersaing dengan Emanuel kenmogne dari Persebaya dan Cristian Gonzales dari Arema untuk tampil sebagai starter. Sementara Vendry Mofu akan bersaing dengan Raphael Maitimo dari Mitra Kukar, Gustafo Lopez dari Arema, Srdan Lopicic dari Persela, Esteban Vizcarra dan Hendra Bayauw dari Semen Padang, serta Matsunaga Shohei dari Gresik United. Oleh: Hensyi Fitriansyah (koresponden BolaSkor.com Palembang)
Lanchine Kone Ingin Bobol Gawang Buffon
BolaSkor - Senin, 04 Agustus 2014
- #Stadion Utama Gelora Bung Karno
- #Juventus
- #Sfc
- #I Bianconeri
- #Indonesia All-Star
- #Carlos Tevez
- #Sriwijaya Fc
- #Lanchine Kone Ingin Bobol Gawang Buffon
- #Lanchine Kone
- #Gianluigi Buffon
Bagikan
BERITA TERKAIT
Selasa, 09 Juni 2026
Masih Cari Kiper Baru, Juventus Alihkan Pandangan ke Emiliano Martinez
Minggu, 07 Juni 2026
Cari Pengganti Dusan Vlahovic, Juventus Capai Kesepakatan dengan Alexander Sorloth
Kamis, 04 Juni 2026
Tinggalkan Juventus, Dusan Vlahovic Bisa Direkrut Gratis Klub-klub Peminat
Senin, 25 Mei 2026
Pecahkan Rekor Dunia, Kartu Panini Cristiano Ronaldo Terjual Rp21 Miliar
Senin, 25 Mei 2026
Daftar Tim Serie A yang Bermain di Eropa: Roma dan Como Liga Champions, Milan dan Juventus Liga Europa
Senin, 25 Mei 2026
Klasemen Akhir Serie A 2025/2026: AC Milan dan Juventus Kompak Gagal Lolos Liga Champions
Senin, 25 Mei 2026
Hasil Serie A: AC Milan Terkapar di Kandang, Juventus Gagal Menang Derby
PILIHAN EDITOR
Minggu, 21 Juni 2026
Deniz Undav, dari Pekerja Pabrik Menjadi Kartu AS Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Siapa Eloy Room? Mantan Anak Didik Patrick Kluivert yang Jadi Pahlawan Curacao
Sabtu, 20 Juni 2026
Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ketika Dominasi Statistik Tidak Berarti
Selasa, 16 Juni 2026
Tim-tim yang Mengakhiri Puasa Gol di Piala Dunia, dari Skotlandia hingga Swedia
Selasa, 16 Juni 2026
Daftar Langka Pelatih yang Kehilangan Jabatan saat Piala Dunia Berlangsung
Senin, 15 Juni 2026
Siapa Yasin Ayari? Mengapa Dia Tidak Merayakan Golnya ke Gawang Tunisia?
Minggu, 14 Juni 2026
Alex Grimaldo, Ahli Bola Mati Jebolan La Masia yang Hanya Kalah dari Lionel Messi
Minggu, 14 Juni 2026
Mengapa Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia Justru Bisa Menjadi Pertanda Buruk?
Minggu, 14 Juni 2026
Profil Ayyoub Bouaddi: Wonderkid 18 Tahun Binaan Prancis yang Menyebrang ke Maroko, Bersinar Melawan Brasil di Piala Dunia 2026
Sabtu, 13 Juni 2026