Suarez melakukan tindakan tak terpuji dilakukan Suarez pada pertandingan terakhir Grup D melawan Italia, yang berlangsung di Stadion Arena das Dunas, Natal, Selasa (24/6) malam WIB. Di menit ke-79, Suarez tiba-tiba saja menghampiri Giorgio Chiellini dan menggigit bahunya. Gigitan Suarez tersebut membuat Chiellini kaget bukan kepayang. Bek asal klub Juventus itu kemudian secara refleks menyikut wajah Suarez. Chiellini kemudian tersungkur di lapangan sambil berguling-guling menahan rasa sakit. Komisi Disiplin (Komdis) FIFA akhirnya memberikan hukuman larangan bertanding sembilan laga kepada Suarez akibat tindakan tak terpujinya itu. Selain itu, penyerang yang kini berseragam Barcelona itu dilarang beraktivitas di dunia sepak bola selama empat bulan dan diharuskan membayar denda. Chiellini memang sangat kesal dengan ulah Suarez. Namun sejak awal bek jangkung itu menilai, FIFA tidak seharusnya menjatuhkan hukuman seperti itu kepada mantan striker Liverpool itu. "Beberapa waktu lalu saya mengatakan bahwa hukuman itu menurut saya keterlaluan dan berharap bisa dikurangi," kata pemain Juventus itu seperti dilansir AS. "Namun ini bukan keputusan saya," sambung Chiellini. Juni lalu, Chiellini, juga melontarkan dukungannya terhadap Suarez . "Hati saya tidak riang atau ada rasa puas atas balas dendam terhadap Suarez atas tindakan yang sudah selesai di lapangan," kata Chiellini kala itu. Suarez telah berupaya meringankan hukumannya. Upaya yang sama juga dilakukan oleh federasi sepakbola Uruguay. Sayang, banding yang mereka ajukan ke FIFA juga ditolak. Saat ini, harapan terakhir bagi kubu Suarez adalah lewat pengadilan arbitrase internasional (CAS) yang akan digelar 8 Agustus nanti.
Lagi, Chiellini Minta Hukuman Suarez Dikurangi
BolaSkor - Selasa, 05 Agustus 2014
Bagikan
BERITA TERKAIT
Kamis, 04 Juni 2026
Kilas Balik Piala Dunia 1994: Penalti Roberto Baggio dan Suka Cita Brasil di Amerika Serikat
Senin, 01 Juni 2026
Duel Aurelien Tchouameni vs Fede Valverde Berlanjut di Piala Dunia 2026
Minggu, 31 Mei 2026
Skuad Resmi Timnas Uruguay untuk Piala Dunia 2026: Tidak Ada Luis Suarez dan Nahitan Nandez
Jumat, 29 Mei 2026
Kilas Balik Piala Dunia 1982: Dibayangi Skandal Totonero, Paolo Rossi Jadi Pahlawan Timnas Italia di Spanyol
Selasa, 19 Mei 2026
Antonio Conte Tinggalkan Napoli, Kembali Latih Timnas Italia?
Minggu, 17 Mei 2026
Kilas Balik Piala Dunia 1950: Pesta Sepak Bola setelah Perang Dunia II dan Tragedi Maracanazo
Sabtu, 16 Mei 2026
Kilas Balik Piala Dunia 1930-1934: Cerita Awal Perjalanan di Uruguay yang Berlanjut ke Italia
Rabu, 13 Mei 2026
6 Tuan Rumah Piala Dunia yang Berhasil Menjadi Juara
Selasa, 12 Mei 2026
Claudio Ranieri Beri Sinyal Siap Tangani Timnas Italia
Jumat, 24 April 2026
Pep Guardiola Tertarik Melatih Timnas Italia, FIGC Harus Menunjukkan Keseriusan
PILIHAN EDITOR
Jumat, 05 Juni 2026
Cerita Cape Verde, Debutan Piala Dunia 2026 yang Menyimpan Kejutan
Jumat, 05 Juni 2026
Kilas Balik Piala Dunia 1998: Ketika Prancis Juara untuk Pertama Kalinya
Kamis, 04 Juni 2026
Kilas Balik Piala Dunia 1994: Penalti Roberto Baggio dan Suka Cita Brasil di Amerika Serikat
Kamis, 04 Juni 2026
5 Pemain Termuda di Piala Dunia 2026, Salah Satunya Titisan Mesut Ozil
Rabu, 03 Juni 2026
Profil 11 Stadion Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat
Rabu, 03 Juni 2026
Sejumlah Rekor yang Bisa Dipecahkan Lionel Messi di Piala Dunia 2026
Rabu, 03 Juni 2026
5 Klub yang Paling Banyak Sumbang Pemain ke Piala Dunia 2026: Manchester City Nomor Satu
Selasa, 02 Juni 2026
Tua-tua Keladi, 6 Pemain di Atas 40 Tahun yang Mentas pada Piala Dunia 2026
Senin, 01 Juni 2026
Profil Grup L Piala Dunia 2026: Inggris dan Kroasia Saling Sikut, Ghana Kuda Hitam
Minggu, 31 Mei 2026