BolaSkor.com - Jelang penghujung musim 2025/2026 yang notabene fase krusial klub-klub Eropa dalam mencapai target, AC Milan justru membuat resah fans mereka.
Sulit dikalahkan sebelumnya, Il Rossoneri jadi tim pesakitan saat kalah dua kali beruntun melawan Napoli (0-1) dan Udinese (0-3).
Kekalahan melawan Udinese mengkhawatirkan fans karena itu terjadi di San Siro, plus skuad Milan kehabisan ide untuk mencetak gol.
Baca Juga:
Zlatan Ibrahimovic Susun Rencana Mendepak Massimiliano Allegri dari AC Milan
AC Milan Terpuruk, Butuh Pengalaman Besar Massimiliano Allegri untuk Bangkit
Masalah AC Milan Lebih dari Sekadar Sistem dan Eksperimen Gagal Max Allegri
Milan masih di urutan tiga dengan 63 poin tetapi posisi mereka diburu oleh tim-tim rival dari Juventus, Como, AS Roma, hingga Atalanta.
Peringatan dari Legenda Klub
AC Milan (Foto: Diario AS)
Jika tidak berbenah, Milan bisa semakin tertinggal dan posisi mereka direbut tim lain. Milan tidak bisa lagi melalui satu musim tanpa sepak bola di Liga Champions.
Hal itu ditegaskan oleh legenda Milan, Serginho. Baginya, klub sekaliber Milan, dengan DNA Eropa dan tujuh titel Liga Champions, wajib berada di turnamen nomor satu antarklub Eropa tersebut.
"Milan harus bermain di Liga Champions, demi sejarahnya, demi klub ini, dan demi para penggemarnya," kata Serginho dilansir dari Football-Italia.
"Saya optimis dan saya bahkan tidak ingin memikirkan kemungkinan tidak berada di empat besar setelah pertandingan terakhir."
"Saya percaya pada (Massimiliano) Allegri dan para pemainnya. Melawan Verona dan Juventus, kita akan melihat Milan yang sebenarnya. Saya yakin akan hal itu," yakinnya.
Menurut Serginho, Milan sangat mampu finish di zona Liga Champions dan harus segera mengatasi kesulitan melawan tim non-unggulan.
"Musim ini tim tampil bagus melawan klub-klub besar tetapi kesulitan melawan tim-tim papan tengah dan tim-tim yang lebih kecil," imbuh Serginho.
"Ketika Milan harus mengambil inisiatif dan membangun permainan, mereka merasa lebih sulit, itu juga terjadi saat melawan Parma."
"Milan memegang kendali atas nasib mereka sendiri dan hanya bergantung pada diri mereka sendiri."
"Saya tidak melihat kalender, saya percaya skuad ini memiliki potensi untuk finish di posisi kedua atau ketiga jika mereka kembali ke keseimbangan dan soliditas yang membuat mereka tak terkalahkan selama 24 pertandingan liga."
"Mulai hari Minggu saya berharap dapat melihat tim itu lagi," urainya.