BolaSkor.com - 24 tahun berlalu sejak Brasil menjadi juara dunia pada 2002 di Jepang dan Korea Selatan (Korsel), dan rekor mereka masih bertahan.
Brasil tetap menjadi tim dengan pemilik trofi Piala Dunia terbanyak dengan lima titel yang diikuti Jerman, Italia (empat trofi), Argentina (tiga trofi).
Status itu memastikan Brasil akan selalu ada, dipertimbangkan, sebagai negara besar sepak bola. Di setiap Piala Dunia, apapun kondisi Brasil, mereka tim unggulan juara.
Baca Juga:
Skuad Timnas Brasil di Piala Dunia 2026, Carlo Ancelotti Hadapi Dilema soal Neymar
Profil Grup C Piala Dunia 2026: Brasil Unggulan, Satu Tiket Direbutkan Maroko, Haiti, dan Skotlandia
Teken Kontrak Baru dengan Brasil Jelang Piala Dunia 2026, Carlo Ancelotti Angkat Bicara
Peta sepak bola dunia mengalami pergeseran seiring perkembangan sepak bola modern, tetapi Brasil akan selalu muncul dalam pembahasan. Semua cerita mereka dimulai jauh pada Piala Dunia 1958.
Piala Dunia 1958
Edisi keenam Piala Dunia dimainkan pada 1958 setelah sempat terhenti pada 1938 karena Perang Dunia II, dan kemudian dimulai kembali pada 1950.
Brasil tidak pernah absen sejak Piala Dunia 1930 di Uruguay dan menjadi satu dari 16 tim yang bermain di Piala Dunia 1958.
Turnamen itu juga menjadi Piala Dunia pertama yang dimainkan di Nordik, tepatnya kala itu di Swedia.
Adapun 14 tim lainnya, selain Swedia dan Brasil, di Piala Dunia 1958 adalah Jerman Barat, Austria, Prancis, Cekoslowakia, Hungaria, Uni Soviet, Yugoslavia, Inggris, Irlandia Utara, Skotlandia, Wales, Argentina, Paraguay, dan Meksiko.
Format turnamen terbagi menjadi empat grup yang kemudian berlanjut ke perempat final, semifinal, dan final.
Menariknya juga, untuk kali pertama juga Piala Dunia 1958 mengukir sejarah saat empat negara Britania Raya lolos ke putaran final bersamaan. Keempat negara itu adalah Wales, Skotlandia, Inggris, dan Irlandia Utara.
Awal Kejayaan Brasil
Brasil arahan Vicente Feola bukan tim unggulan kala itu, terlebih belum pernah ada negara yang memenangi Piala Dunia di luar benua mereka sendiri.
Namun, catatan itu tak membuat Feola pesimis dan memiliki keyakinan penuh pada skuadnya yang berisikan nama top di Brasil semisal Hideraldo Bellini, Garrincha, Mario Zagallo, dan Pele.
Dilansir dari Athletic, Brasil memperkenalkan taktik revolusioner 4-2-4 dengan keseimbangan pada sisi defensif yang solid, juga serangan mematikan, yang kemudian menjadi standar baru pada sepak bola modern.
Di fase grup 4 yang berisikan Inggris, Austria, dan Uni Soviet, Brasil menang dua kali, imbang sekali, dan lolos sebagai pemuncak grup.
Di perempat final, Brasil menang 1-0 atas Wales melalui gol Pele dan di semifinal mengalahkan Prancis melalui skor 5-2 melalui hat-trick gol Pele.
Kegemilangan Brasil berlanjut di final, melawan Swedia yang diunggulkan karena bermain di depan fans. Terlebih, Swedia arahan George Raynor bermain sistematis, disiplin menjaga posisi ala tim-tim Eropa.
Tidak mudah bagi Brasil mengalahkan Swedia tapi dengan talenta alami Negeri Samba, serta sepak bola Jogo Bonito yang melekat, Brasil 'menari-nari' di ranah Swedia.
Brasil menjadi juara melalui kemenangan 5-2 dari dua gol Vava, Pele, dan Zagallo yang membalas gol Nils Erik Liedholm dan Tore Klas Agne Simonsson.
Brasil menjadi negara pertama yang juara di luar benua sendiri di Piala Dunia, dan itu adalah awal dari cerita panjang perjalanan Brasil dalam peta sepak bola dunia.
Hapus Trauma Maracanazo, Kemunculan Raja Pele
Semakin spesial bagi Brasil kesuksesan itu menghapus trauma Maracanazo, ketika Brasil yang datang dengan kepercayaan diri tinggi di depan fans mereka, pada Piala Dunia 1950 tumbang saat melawan Uruguay di final.
Terlebih, Piala Dunia 1958 juga menjadi penanda awal 'kekuasaan' raja sepak bola, Pele.
Edson Arantes do Nascimento, nama lengkap Pele, datang ke Swedia sebagai pemain muda berbakat yang mencuri perhatian pada usia 17 tahun - belum tenar.
Nama Pele tidak terkenal di dunia atau Eropa, tetapi tidak di Brasil, dengan statusnya sebagai pemain muda Santos yang dikontrak pada 1956 saat masih berusia 15 tahun.
Pada usia 16 tahun, Pele sudah menjadi top skorer Liga Brasil dan atas prestasi fenomenalnya itu ia dibawa Feola ke Piala Dunia 1958.
Keputusan itu tidak salah. Pele mendulang total enam gol, termasuk dua golnya ke gawang Swedia di final, dan membawa Brasil meraih titel Piala Dunia pertama.
Pele hanya kalah dari legenda Prancis, Just Fontaine, yang menorehkan 13 gol dan masih bertahan hingga saat ini sebagai pencetak gol terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia.
Sesuai laga final, Pele juga diberikan gelar sebagai pemain muda terbaik oleh FIFA.
Piala Dunia 1958 menjadi panggung awal pengenalannya di dunia, dengan julukannya sebagai O Rei (Sang Raja), sisanya menjadi cerita sejarah kesuksesan Pele.